Life Of Dea

Life Of Dea
#88


__ADS_3

Martin dan Dea sama-sama menutupi kesedihannya dan keegoisan mereka masing-masing. Dan saling tidak menyalahkan, mungkin Tuhan lebih menyayangi calon bayi mereka bersama penciptanya. Mereka menjadikan insiden ini sebagai pemicu keharmonisan mereka. Mungkin karena mereka belum saling mengenal watak pasangannya, membuat semua ini terjadi.


Dea sudah berjanji tidak akan bertingkah seperti anak-anak lagi ketika ada masalah dan tidak kabur lagi. Dan begitu juga Martin dia tidak ingin mengulangi kesalahannya dengan meninggalkan istrinya demi kepentingan pribadinya.


Saat ini mereka melupakan insiden seminggu yang lewat dengan menikmati pantai yang ada di kota Auckland tempat Dea saat ini.


"Honey, aku ingin sekali ada perusahaan ku disini."ucap Dea, sembari menikmati semilir angin pantai disenja hari.


"Nanti kita akan membangunnya sayang, aku akan mengabulkan semua keinginan mu" ucap Martin.


Dea menoleh kearah suaminya itu, dan mencium bibir Martin dengan lembut.


"Baby, jangan memancingku" bisik Martin yang sela ciuman mereka


"Aku suka membuatmu terangsang, karena ini merupakan salah satu pondasi rumah tangga sayang" jawab Dea.

__ADS_1


Martin tertawa renyah mendengar jawaban istrinya yang selalu vulgar, tapi itu juga yang membuat Martin jatuh cinta.


"I love you" kata Martin menempelkan keningnya dengan kening Dea. Dea membelai rahang Martin dan mengecupnya dengan lama.


"Ilove you too" balas Dea tersenyum lalu melumaat bibir Martin, Martin tidak mensia-siakan ini semuanya. Berhubung Dea masih masa hispa jadi dia tidak mau sampai kebla-blasan.


Sebulan sudah mereka liburan dan sebulan juga Martin tidak memegang namanya laptop dan pekerjaan semua, ia alihkan pada Hiro karena ia memang ingin menjalani hubungan dengan istrinya lebih terbuka dan saling memahami sifat masing-masing agar kejadian kemaren-kemaren tidak terjadi lagi dikemudian hari. Martin dan Dea sudah berada di Los Angeles dan mereka hanya seminggu saja disana mengurus pekerjaan lalu mereka akan menetap ke London karena Martin tidak ingin berjauhan dari istrinya. Bagaimana pun itu perusahaan masih harus dipantau oleh Dea secara langsung dan dibantu oleh Jerry abang angkatnya.


"Kapan kau kemari?" tanya Jerry disebrang sana


"Mungkin minggu depan Brother, kenapa? Ada hal penting?!" tanya Dea yang saat ini sedang berada dikamar Gavrael bermain karena Yuni dan Willi sedang kerumah sakit.


"Jangan begitu, kami juga termasuk aku pribadi tidak tahu jika aku hamil Jerr. Tidak ada yang menginginkan ini kan" jawab Dea sembari memberi mobil rakitannya kepada Gavrael dan Dea tersenyum melihat Gavrael yang sangat lincah dan pintar di usianya yang masih muda sudah bisa merakit mobil mini versi anak-anak.


"Baiklah, katakan padaku jika dia nakal lagi. Aku akan menggantungnya hidup-hidup" kata Jerry dan disambut tawa Dea.

__ADS_1


"Jaga kesehatan, jangan lupa cepatlah menikah Jer" kata Dea


"Hemm, akan ku pikirkan" balas Jerry lalu ia mematikan phonselnya dan memikirkan ucapan adiknya itu.


"Mungkin sudah saatnya aku mencari pendamping" gumam Jerry.


Pengasuh Gavrael datang menghampiri mereka dengan membawa nasi Gavrael karena ia ingin makan dikamar. Lalu Dea mengambil alih dan menyuapi Gavrael sembari merakit mobilnya yang belum selesai. Dea sangat senang menjaga Gavrael, lalu ia mengusap perut ratanya.


"Seandainya janin itu masih bertahan disini pasti ia usianya sudah satu bulan, huuf" gumam Dea


Dea menghembuskan nafasnya, dan spontan membuat Gavrael mengalihkan perhatiannya memandang kearah Grandma.


"Kenapa Grandma, Grandma sakit?" ujar Gavrael lalu meletakkan tangannya kekening Dea. Dea hanya tersenyum lalu memeluknya.


"Grandma tidak apa-apa. Grandma pengen dipeluk Gavrael" kata Dea dengan wajah imutnya.

__ADS_1


"Sini Gavrael peluk" Gavrael langsung memeluk Dea dengan erat. Rasa sedihnya sedikit terobati, dengan adanya Gavrael didekatnya.


Jangan lupa dukungannya


__ADS_2