Life Of Dea

Life Of Dea
#81


__ADS_3

Nahendra saat ini baru saja tiba dibandara, ia menggunakan helikopter pribadinya langsung menuju Auckland dimana Dea berada. Ia tidak ingin istri adik iparnya yaitu putri sahabatnya terluka karena rubah betina yaitu Rossi.


"Katakan dimana mereka saat ini?" tanya Nahendra pada suruhannya yang saat ini sedang mengemudi mobil membawa Nahendra ke Apartemen Dea.


"Mereka ada di Apartemen Tuan" jawabnya yang fokus membawa mobilnya


"Kita harus bergerak cepat, setidaknya Aku akan menceritakan semua pada Dea dan ku harap dia mau mengerti nantinya" ujar Nahendra menatap jalan raya yang mereka lewati.


"Uncle tenang saja, Dea pasti mengerti" ucap Kinan yang ikut bersama Nahendra menjumpai Dea dan Hiro juga mendampingi mereka.


Sementara didalam Apartemen Dea dan Rossi sedang bersama dan bercanda.


"Apa kau tahu, aku pernah menikah" ucap Rossi tiba-tiba, Dea hanya mendengar curhatan teman barunya itu.


"Tapi aku meninggalkannya disaat malam setelah kami menikah. Seharusnya kami bergulat diatas ranjang tapi aku harus pergi karena kebohongan ku diketahui oleh Kakak Ipar suamiku" ucap Rossi secara frontal dan ia berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah.


Dea mendekatkan dirinya dan memeluknya erat serta mengelus pundak Rossi. "Jangan ceritakan jika kau tak sanggup" ucap Dea mulai memahami Rossi.


"Tidak, aku justru tertekan jika aku kemenahan semuanya" jawab Rossi.


Rossi menerawang menatap keluar karena mereka saat ini sedang duduk dilantai di balkon, "Dia Pria yang sangat baik, dia mengangkatku dari lembah yang hitam menjadi wanita terhormat. Tapi karena nafsu dan uang aku menghianatinya karena dia tidak ingin bercumbu dengan ku"kata Rossi

__ADS_1


"Penghianatan ku diketahui oleh Kakak Iparnya, dan dia membuat aku memilih. Membongkar kedok ku semuanya atau meninggalkan mantan suamiku" Air mata Rossi tumpah begitu saja "Tapi, dia sekarang sudah menikah. Aku menyelidikinya namun tapi aku tidak menemukan wanita yang dinikahi mantan suami ku itu. Dan aku berharap mereka bahagia selamanya. Dea,. Sungguh aku sangat menyesal dengan semua perbuatanku" ucap Rossi


"Yang penting kamu sudah berubah dan kedepannya semoga kamu juga mendapatkan kebahagian itu. Asal kau berubah kejalan yang benar. Kamu cantik, pintar tinggalkan semua yang gelap itu pergilah raih cahaya kehidupan yang lebih terang dan bangun keluargamu dengan saling percaya dan terbuka " jawab Dea.


"Kau benar, tapi baru sekarang aku menyadari jika aku mencintainya" jawab Rossi sambil menyeka air matanya.


"Apa menurutmu, aku harus bertemu dengan istrinya?! Karena aku ingin berkenalan saja dan memintanya untuk setiap kepada mantan suamiku itu. Meskipun luka disini sangat sakit jawab Rossi kembali sembari memukul pelan dadanya.


"Sudah, yang lalu biarlah yang lalu. Lupakan semuanya" jawab Dea tersenyum lebar.


Ting Nong....


"Tidak," jawab Rossi


Dea beranjak dari tempat duduknya dan ia harus menuju pintu. Dea membuka pintu Apartemen, dan ia langsung membulatkan matanya kearah.


"Uncle,"lirih Dea masih terpaku berdiri dalam diam


"Apa kabarmu Nak?" tanya Nahendra duduk diatas roda didampingi Hiro dan Kinan.


"Dea.."lirih Kinan sendu

__ADS_1


Mata Dea berkaca-kaca langsung memeluk Kinan dengan erat, "Aku rindu Kakak" lirih Dea sedih dengan badan yang gemetar.


"Kita masuk ya" ucap Nahendra.


"Ayo masuk Uncle" kata Dea menghapus air matanya dengan tangannya.


Mereka langsung menuju ruang tengah, mata Nahendra menyusuri seluruh ruangan apartemen Dea karena ia ingin melihat sirubah betina sama halnya dengan Hiro yang melihat arah balkon terbuka.


"Kakak bersama siapa?" tanya Hiro berpura-pura tidak mengetahuinya.


Dea menoleh kearah Hiro dan langsung memukul pelan jidatnya "Aku lupa, tadi teman baru ku datang jadi kami berdua duduk dibalkon sambil bercerita, tunggu ya Aku panggilkan sekalian kalian berkenalan dengannya' jawab Dea tersenyum


"Ross, Rossi kemarilah" panggil Dea


Deg


Kinan terdiam adiknya memanggil nama yang sama dengan mantan istri Martin yang tak lain suami Dea sendiri. Kinan menoleh kearah suaminya Hiro dan Hiro mengerti arti tatapan istrinya dia hanya menganggukkan kepalanya.


"Uncle" lirih Kinan melihat kearah Nahendra


Nahendra dan Hiro langsung membelakangi arah balkon karena mereka akan membuat kejutan kepada si rubah betina.

__ADS_1


__ADS_2