Life Of Dea

Life Of Dea
#26


__ADS_3

"Kenapa Kinan?" tanya Hiro


"Hera bilang Dea dan Aku ada dalam masalah, dan ada yang ingin membunuh kami" jawab Kinan dengan wajah kuatirnya


"Kamu tenang ya, aku akan menghubungi paman" ucap Hiro sambil mengecup pipi Kinan


Kinan tak menjawabnya tapi dia hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah sedihnya.


Hiro menghubungi martin tapi tidak dijawab, akhirnya Hiro mengirim pesan kepada martin jika dea dan kinan dalam masalah.


"Hallo Dad, Uncle martin masih disitu?"


"Tidak!, dia sudah berangkat ke Paris, Why son??" ucap Nahendra


"Sekretaris Dea mengirim pesan jika Dea saat ini dalam bahaya, Virez ada disana saat ini. Dad kamu mengenalnya??"


"Yes, I know"


"Jangan kuatir, aku akan membantunya dari sini" jawab Nahendra dengan tenang


"Bagaimana kau bisa membantunya, sedangkan berjalan saja kau dibantu oleh tongkat mu dad" kekeh Hiro.


"Anak durhaka, kau mengejek kakiku. Yang sakit kaki ku bukan otak ku, tidak seperti kau percuma dilatih dari kecil tidak bisa cepat bertindak" teriak Nahendra


Hiro hanya tertawa saja mendengar omelan sahabat dady-nya itu, baginya itu adalah kebahagiannya karena Dady-nya masih bisa mengomelinya

__ADS_1


"Oke Dad, You'r the best. I love you so much Dad" balas Hiro


Nahendra tidak menjawabnya tapi dia langsung menghubungi anak buahnya yang sudah ada disana untuk memberi laporan keadaan dea saat ini.


Drrrtt.....


"Bagaimana" ucap Nahendra dengan suara beratnya


"Sejauh ini masih aman Tuan, Mr.Rico belum ada ditempat dan tanda-tanda penyerangan pun sepertinya tidak ada" jawab anak buah Nahendra.


"Jangan lengah, kirim posisi mereka saat ini ke email ku" pinta Nahendra


"Siap Bos" balasnya


Nahendra menerima email dari anak buahnya dan meminta Willi melihat di komputer yang ada dikamar Nahendra.


Sementara dibandara dan Martin sudah dimobil Mike menuju apartemen Dea, kebetulan Mike sedang berlibur disana dan dapat kabar dari Pamannya bahwa Uncle Martin akan tiba pagi ini.


"Mike bisa kita gantian menyetir" ucap Martin dengan wajah cemasnya.


"Baiklah" jawab Mike yang tidak tahu bahwa masalah besar ada dihadapan mereka saat ini.


Setelah berganti namun tiba-tiba Martin menambah kecepatan mobilnya membuat kepala Mike terbentur karena tidak ada persiapan menahan tubuhnya, secapat kilat Martin mengelakkan mobil mereka menghindari tabrakan, Mike melebarkan bola matanya karena mobil mereka hampir saja mereka menambrak truk jarak hanya satu meter dan Martin langsung membanting stir ke kiri mengelakkan terjadinya kecelakaan.


"No, no, no, no!!!!" teriak Mike

__ADS_1


"Paman, are you Crazy!!!!" teriak Mike yang dimana kepalanya terbentur kesamping kearah pintu mobil tepat disamping kanan Mike.


"Kau punya senjata?" tanya Martin lagi


"Yes, and Why?" teriak Mike karena kesalnya


"Persiapkan dirimu, kita kedatangan Job Movie yang akan tayang secara live dan tanpa naskah" jawab Martin tanpa melihat kearah Mike, dan Martin menambah kecepatan mobilnya.


"Oh Shiit!!!" maki Mike


Mike mengambil senjatanya dan menaruh dipinggangnya, firasatnya sangat buruk hari ini.


"Perasaan ku sangat buruk hari ini" ucap Mike,


"Apa kita akan membunuh Lalat??"


"Ya" jawan Martin


Paman Dea sudah ada di Apartemen Dea berada selama ini, dia menatap pistolnya dan racun yang ada digenggamannya.


Rico memasukkan senjatanya dibalik jasnya dan mengganti pakaiannya dan dia akan berangkat ke pantai tempat Dea berada dengan memakai pakaian santai saja dan ditambah dengan jas nya yang sudah ada senjatanya disana.


Rico akhirnya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan sambil bernyanyi kecil dan bersiul-siul, hari ini adalah hari yang sangat special baginya. Tapi dia tidak sadar bahwa dua mobil sedang mengikutinya, mereka adalah anak buah Nahendra dan Virez.


Sementara Dea masih berada didalam mobil sambil memejamkan matanya. Dia sangat yakin bahwa nanti akan terjadi penembakkan, Dea akhirnya membuka matanya, dia melihat Bibi pelayannya sedang tertidur tepat berapa disampingnya.

__ADS_1


Dea melihat ke spion belakang ternyata Virez masih tetap dibelakangnya. Dea tersenyum, "Lets Go to Party Uncle " gumam Dea sambil tersenyum


__ADS_2