
Martin saat ini sedang menghubungi hiro dan menanyakan tentang perusahaannya, Dea hanya berbaring dengan pikiran bercabang-cabang dengan tatapan kosong. Dea masih tidak tenang sebelum berjumpa dengan Virez dan hanya Virez dan Kinan yang dia percaya saat ini.
Martin masuk keruangan Dea dan melihat Dea seperti sedang berfikir, dia melangkah mendekat kearah Dea dan duduk tepat disampingnya.
"Apa yang kau pikirkan?" ucap Martin sambil melipat kedua tangannya yang dibaluti dengan perban. Dea baru menyadari kalau Martin sedang terluka tapi dia tidak tahu bahwa Martin berada disana untuk menyelamatkan Dea.
"Bukan urusanmu!!" ketus Dea dengan menatap tajam kearah Martin.
"Ck, dasar gadis nakal" ucap Martin
Dea mendengar itu langsung membulatkan matanya dan menajamkan tatapannya dengan wajah datarnya.
"Dea! i'm so sorry for mistakes and I have made, and I hope you will forgive me, please" ucap Martin tulus sambil memegang jemari Dea dan menatapnya dengan wajah yang sayunya.
"Aku tahu, bahwa aku sudah membuatmu terluka dan aku membiarkannya begitu saja. Tapi itu semua bukan inginku dan ada yang harus aku selesaikan terlebih dahulu sebelum aku menjumpaimu, tapi takdir berkata lain dua bulan aku mencarimu kemana-mana dan aku tahu bahwa kau di Paris dari kakak iparku sendiri. Dua bulan, selama dua bulan aku mencarimu seperti orang yang kehilangan orangtuanya. Segitu dalamnya penyesalan ku terhadap mu dan aku berharap kali ini kita berdamai" ucap Martin yang mengutarakan perasaannya sebagai bentuk penyesalannya selama ini yang terpendam.
Deg...Deg...
Jantung Dea bergetar dan detak jantungnya memompa dengan laju yang tak normal membuat dadanya sedikit sakit. Dea tidak tahu perasaan apa yang dialaminya saat ini tapi mendengar kejujuran Martin saat ini dia hanya diam tak menanggapinya atau pun mencelahnya. Karena saat ini yang lebih penting kesehatannya agar cepat pulih supaya dia bisa keluar dari rumah sakit untuk membalas dendamnya pada pamannya. Lama mereka saling menatap seakan mata dan bathin mereka yang berbicara dan mulut mereka seakan berat untuk mengucapkan satu kata pun. Akhirnya phonsel Martin berdering dan dia melihat ada panggilan dari kinan.
__ADS_1
"Hallo, ada apa?"
"Maaf mengganggu waktumu Tuan Martin. Saya mohon izin untuk berbicara dengan adik saya. Apakah bisa Tuan, Hp Dea tidak aktif sama sekali semenjak dia menghilang dan hari ini. ucap Kinan
"Tunggu sebentar"
Lalu Martin menyerahkan Hp miliknya kepada Dea, tapi Dea tidak langsung menerimanya dan hanya menatap Martin dengan penarasannya.
Martin yang mengetahui arti tatapan mata Dea akhirnya dia menjelaskannya
"Ini Kinan, ingin bicara dengan mu" ucap Martin dengan tenang dan dea menerimanya.
"Kakak" ucap Dea suara melemasnya
"Keadaanku mulai membaik kak, oia Virez dimana dan apa dia ada menghubungimu kak" tanya Dea.
"Dia pergi menjumpaimu dan Martin juga pergi kepantai tersebut ketempat dirimu disekap oleh uncle dea. Tapi setelah Virez menangkap uncle sampai saat ini kita kehilangan jejaknya, aku juga tidak tahu bagaimana keadaanya, yang aku tahu bahwa dia sedikit terluka dan kau tau keponakan uncle nahendra dirawat dirumah sakit yang sama dengan mu karena menyelamatkanmu Dea." ucap Kinan menjelaskan dengan jujur.
"Baiklah, perintahkan semua anggota bawah mencarinya dan memeriksa CCTV, gunakan laptop yang ada diruangan kerja ku" balas Dea dengan wajah serius namun tetap dingin.
__ADS_1
Martin melihat mimik wajah Dea saat ini berubah menjadi tegas dan wibawa tapi menyeramkan membuat sudut bibirnya terangkat dan membentuk senyuman samar tak terlihat karena kecilnya.
"Cek GPS cincinnya, buka laptop disitu akan terhubung dimana dia berada dan anggota lainnya. Kakak paham!?" tanya Dea.
"Ya, aku akan menyuruh seseorang mencari laptop mu dan mengecek GPSnya."
"Waiit!!! Kau dimana sekarang??" tanya Dea heran
"Aku menjumpai klien sekitar setengah jam lagi dan setelah itu aku langsung kekantor, ada apa Dea?"
"Jangan orang lain, Kakak saja yang periksa jangan sampai orang lain tahu tentang itu semuanya." balas Dea yang sedikit panik.
"Baiklah, nanti setiba dikantor aku akan menghubungimu"
"Thank you, I miss you" ucap Dea
"Lekas sembuh and miss you too' balas Kinan
Dea langsung memberikan Hp milik Martin, dan langsung merebahkan tubuhnya dan memejamkam matanya. Martin mengelus rambut Dea dengan lembut dan mengecupnya.
__ADS_1
"Get Well Soon my dear" ucap Martin
Jangan lupa komen Vote dan Favorit