
Dea dan Kinan sedang berkaraoke didalam sana karena Kinan merindukan Dea jadi ia dan suaminya berkunjung ke london menjumpai Dea dan Martin.
"Uncle, bagaimana kehamilan Dea saat ini?"
"Kau tahu, Tuhan masih baik pada ku. Dan Dia memberikan Aku kado terindah. Nanti Aku akan memiliki Baby Twin Hiro, Kau bekerja lebih keras lagi agar menyusul ku" ujar Martin
Hiro hanya terdiam dan memikirkan perkataan Unclenya itu. Sudah empat tahun mereka menikah tak dikunjungi anak. Hiro tidak tahu letak permasalahannya dimana, jika diperiksa ke dokter keduanya sama-sama sehat dan besar kemungkinan akan memiliki anak. Tapi ini sudah tahun ke empat masih belum ada tanda-tanda kehamilan pada Kinan. Tapi Hiro tidak permasalahkan itu, karena Hiro sangat mencintai Kinan sedari dulu karena itu Hiro menjebaknya agar Kinan menjadi miliknya. Martin dan Hiro duduk dilantai dasar karena mereka mengobrol sembari menghirup rokok mereka berdua, sementara Dea dan Kinan ada dilantai dua ruang Vip mereka bernyanyi dan tertawa melepas rindu mereka sudah setahun mereka tidak bertemu karena kesibukan masing-masing.
Ahh
"Lelahnya, Aku capek Kak" ujar Dea duduk bersandar disofa lalu ia mengambil minumannya jus avocado kesukaannya. Kinan lalu duduk disamping Dea dan memijit punggung Dea dengan pelan "Kau sudah bisa buka tukang urut kak" kekeh Dea menikmati pijatan Kinan.
__ADS_1
"Aku selalu memanjakanmu, karena hanya Kau yang ku miliki Dea" ucap Kinan. "Bukan hanya aku Kak, tapi Hiro juga dan Keluarga kita lainnya. Jangan lupakan itu" Dea meralat perkataan Kinan yang menurutnya salah.
"Kau semakin bawel semenjak hamil"
"Kau tahu Kak, didalam ini ada Baby Twin" ujar Dea bahagia dan mengelus perut buncitnya
"Wahhh selamat sayang, jaga mereka baik-baik. Aku tidak sabat melihat mereka lahir." balas Kinan dengan senyuman yang lebar. "Bahkan aku juga tidak sabar mendengar kau hamil Kak" kata Dea dengan serius. Kinan hanya tersenyum cengengesan, "Aku bakal kerja keras untuk itu" ucap Kinan.
Ceklekkk..
"Honey, sudah dua jam. Saatnya pulang dan makan malam sayang" kata Martin dengan protektifnya
__ADS_1
Dea mencebikkan bibirny kesal, suaminya tidak bisa menego waktu semenjak kehamilannya yang kedua ini. "Oke, ayo kita makan direstoran sana Kak" Dea langsung memeluk lengan Kinan dan beranjak dari sana, dan Dea mengabaikan Martin. Martin memahaminya itu karena Kinan dan Dea sudah lama tidak bertemu. Mereka akhirnya menuju restoran dan makan disana, selesai makan dan mengobrol santai mereka akhirnya pulang kemansion mewah milik orangtua Dea. Martin dan Dea memilih tinggal disana, sesampai dimansion Dea melihat mobil abangnya parkir disana "Jerry disini?" kata Martin melihat mobil Jerry terparkir di tempat mobilnya. Martin langsung memarkir mobil mereka disampingnya "Dia selalu membuatku kesal" Dea hanya tertawa melihat kekesalan suaminya yang sudah biasa jika Jerry menginap dimansion mereka.
"Abang" teriak Dea dan memeluk Jerry dengan erat dan lalu Martin memisahkan mereka dengan cepat, Dea hanya menghentakkan kakinya kesal melihat kecemburuan suaminya. "Jangan lama-lama Honey, nanti dia lupa untuk menikah" ejek Martin dan Jerry hanya menanggapinya dengan santai.
"Honey" ucap seorang wanita yang datang dari dapur membawa dua gelas jus manggo dan semua yang ada diruang tengah melihat dan terdiam. Dea langsung melihat kearah Jerry dan Jerry hanya tersenyum lalu menghampiri wanita tersebut dan mengambil satu gelas yang berisi jus manggo tersebut, tapi langsung diambil Dea dan meminumnya " Thank you" ujar Dea tersenyum lebar pada wanita yang ada dihadapannya. "Siapa kau" tanya Martin yang tidak suka jika ada orang baru dimansionnya.
Dengan wajah bingungnya, dan melirik kearah Jerry tapi Jerry hanya diam saja. "Aku baru seminggu bekenalan dengan Jerry tapi aku menyukainya, apakah itu bisa dikatakan jika kami sedang berpacaran?" ujarnya
"Tergantung pada siapa yang kau suka. Jika pria itu dia, maka siap-siap bakal patah hati' ucap Martin tapi Dea langsung menyiku pinggang suaminya.
__ADS_1