
Dea saat ini sedang duduk ditaman yang ada di sekitar Apartemen yang ia sewa, ia berencana akan tinggal disana beberapa bulan sampai hatinya tenang. Sudah seminggu ia disana, bahkan phonselnya tidak ia nyalakan sampai saat ini.
Merenungi nasibnya yang tidak pernah merasakan bahagia bersama orang dia sayangi. Membayangkan saja sudah membuat dadanya perih, Dea memukul-mukul pelan dadanya yang sambil menundukkan kepalanya. Sakit, sudah pasti karena itu ia lebih memilih menjauhkan diri terlebih dahulu dari pada salah mengambil langkah.
"Hai," seorang wanita muda menghampirinya dan tersenyum. Dea melihat kekiri dan kekanan ternyata tidak ada oranglain selain dirinya.
"Me..!" kata Dea sambil menunjukkan dirinya dengan jemari telunjuknya.
Wanita itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Ya, kau orang baru? Aku baru melihatmu" ucapnya sambil mengulurkan tangan kanannya kehadapan Dea.
Dea melihat itu langsung menyambut dan menyalam wanita yang dihadapannya.
"Dea. Salam kenal" ujar Dea tersenyum lebar.
__ADS_1
"Aku baru seminggu disini" ucap Dea mengalihkan pandangannya dan memandang kearah area taman yang banyak didatangi anak-anak bermain bersama orangtuanya.
"Aku Rossi, senang berkenalan dengan mu. Apa kau punya acara nanti malam?" tanya Rossi
"Hemm, emang kenapa?" tanya Dea balik, Dea seakan tak ingin menjawab pertanyaan dari wanita yang baru ia kenal itu.
"Aku ingin kediskotik, Kekasihku menghianatiku" cerca Rossi dengan wajah kesalnya
Dea tersenyum miring, ternyata bukan hanya dia seorang yang sedang tersakiti bahkan didepannya ada juga tersakiti oleh kaum hawa. Perbedaannya adalah jika yang menyakiti dirinya adalah Kekasihnya dan yang menyakitiku adalah Suamiku sendiri, sungguh pertemuan yang sangat aneh dan menakjubkan bagi Dea. Seakan Tuhan mengirim orang yang sedang patah hati berada didekatnya, bahkan Dea saat ini tertawa kecil.
Rossi memandang kearah Dea, dia menilai bahwa Dea orang yang sangat tertutup dan ia tahu jika Dea tidak suka disentuh oleh orang lain. Rossi berusaha memahaminya. Tapi satu hal yang mereka tidak tahu, Rossi tidak tahu jika wanita dihadapannya itu ada Istri Martin dan Dea juga tidak tahu jika yang didepannya saat ini adalah Mantan Istri Martin.
Wow... seru gak yah kira-kira??! Author bingung ini, kasih komen dong!! Komen dan saran kalian bisa menjadi inspirasi author sendiri. 😁
__ADS_1
"Maaf, untuk saat ini aku tidak ingin ke bar. Bagaimana jika kita menonton dan Berbelanja" ajak Dea tersenyum lebar.
"Shooping, hemm aku takut jika aku akan berbelanja banyak, karena aku sekarang sedang jatuh miskin" ujar Rossi terkekeh malu karena keadaannya yang sekarang.
Dea menarik tangan Rossi, agar bangkit dari dudukannya "Ayolah, aku akan mentraktirmu sebagai salam perkenalan kita" jawab Dea dan mengapit lengan Rossi dengan tangannya.
"Baiklah, jika kau memaksa"jawab Rossi dengan wajah imutnya, dan membuat Dea tertawa kencang.
Dea dan Rossi berjalan berdampingan keparkiran apartemen, ternyata mereka satu apartemen dengan Rossi teman baru Dea. Mereka pergi ke salah satu Mall yang ada dikota itu, mereka berjalan selaras dan tertawa seakan mereka sudah lama saling mengenal.
Apakah mereka akan seakrab ini jika mereka sudah mengetahui siapa wanita yang ada dihadapan mereka masing-masing.
Emboh lah Author juga bingung 😀
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya