
Martin sampai ke alamat yang dikirim oleh anak kliennya itu. Saat ini dia sedang mencari wanita yang memberikan alamat itu padanya.
"Shiit" maki Martin karena phonsel yang dihubunginya yang tak lain putri dari kliennya sedang tidak aktif
Namun Martin tidak menyerah begitu saja, dia tetap mencari dimana gadis sialan itu.
Prom yang baru sampai ke cottage, melihat Martin seperti mencari seseorang. Karena Prom merasa bahwa pria yang ada didekatnya ini orang baru tiba ke cottage-nya.
"Maaf, anda mencari siapa" tanya Prom.
"Saya-, saya mencari anak klien saya, tapi nomornya sudah tidak aktif. Padahal tadi siang masih aktif." ucap Martin sembari menghubungi nomor putri dari kliennya tersebut.
"Apakah ada photonya, siapa tahu saya kenal" ucap Prom
"Tunggu sebentar" Martin membuka galerinya untuk mencari photo gadis yang dikirim ayahnya tadi siang.
"Kalau tidak salah, sore tadi baru keluar dengan terburu-buru Nak" balas Prom yang merasa yakin, jika wanita yang ada diphonsel Martin keluar sore tadi sebelum mereka kebandara.
"Sial, dia mempermainkan aku" geram Martin dengan mengeraskan rahangnya.
Martin merasa jengkel dan kesal karena merasa dipermainkan oleh putri kliennya itu. Dan Martin memutuskan menginap dicottage ini sembari mencari Dea karena, dia yakin Dea masih berada disini.
Sekitar pukul 11 malam setelah beristirahat , Martin keluar dari kamarnya mencari Dea. Karena pengunjung masih ramai diluar dipinggir pantai dengan acara mereka masing-masing.
"Nak kami mau kemana" tanya Prom yang bertemu dengan Martin
"Aku sedang mencari wanitaku, aku melihatnya tadi di phonsel putri klienku. Karena itu aku kemari. Tapi sepertinya sangat susah karena disini pengunjungnya sangat ramai." ucap Martin memandang satu persatu setiap pengunjung yang ada disana.
"Mari kita cari" ajak Prom berjalan mendahului Martin
__ADS_1
Mereka berjalan menyusuri pantai sambil bercerita dan mereka sudah akrab, sudah beberapa bar tapi dia tidak menemukannya. Sampai Prom sadar karena dia tidak mengenal wanita yang sedang dia cari seperti apa wajahnya.
"Maaf saya lancang, bisa saya melihat gambarnya. Karena sedari tadi saya belum melihat dan tidak mengenal wajah yang akan saya cari" ujar Prom tulus
"Sorry Uncle, saya kelupaan" kekeh Martin merasa bodoh karena menyuruh orang mencari yang bahkan wajahnya pun tidak ada yang tahu seperti apa yang sedang dicari.
Martin merogoh saku celananya dan berselancar di phonselnya dan menunjukkan gambar Dea kepada Prom.
Prom menaikkan sedikit alis matanya dan langsung berubah sikap seperti biasa saja. Karena dia takut jika pria yang sedang bersamanya ini adalah musuh mereka.
"Ini siapa?" ucapnya kembali dengan wajah serius
"Dia wanita ku Uncle, dia hilang karena insiden beberapa minggu kemaren dan hanyut kedalam laut" ucap Martin lesu yang memandangi photo Dea.
"Bisa kita beristirahat kesana?" kata Prom menunjukkan salah satu cafe yang dipinggir pantai.
"Baiklah" ucap Martin
"Iya Uncle, ada apa?" tanya Dea disebrang sana
"Ada seorang pria mencarimu"
"Siapa Uncle?" ucap Dea penasaran karena setahu Dea tidak mempunyai kerabat bahkan teman sekaligus didaerah pamannya itu.
"Namanya Martin Dimitri"
"APA" teriak Dea
"Kamu mengenalnya Nak??" tanya Prom dengan cemas karena Dea berteriak
__ADS_1
"Oh my God" lirih Dea
"Uncle, dia dimana? apa dia baik-baik saja?"
"Iya dia baik-baik saja, kami sedang dicafe tapi, Uncle sedang berjauhan dengannya saat ini. Uncle tidak mau dia tahu kalau Uncle menghubungi karena Uncle tidak tahu siapa dia" balas Prom panjang lebar.
"Uncle, biarkan dia menginap dikamarku. Dia pria yang aku cintai Uncle. Dia sudah mengorbankan nyawanya menolong ku" balas Dea
"Baiklah, ternyata keponakanku sudah besar dan sudah memiliki kekasih" kekeh Prom
"Iihh, Uncle bisa saja" kata Dea
Prom akhirnya memutuskan panggilannya. Hampir setengah jam Martin menunggu kedatangannya dan ketika Martin ingin beranjak Prom datang menghampirinya.
"Kita ke Cottage saja" ajak Prom
"Why" tanya Martin kebingungan
"Nanti saya ceritakan" balas Prom
Martin mengikuti Pria tua itu berjalan didepannya sampai diCottage yang ditempati Dea selama beberapa minggu kemaren.
"Uncle, ini kamar siapa?" tanya Martin karena kamar yang ia lihat sekarang sangat berbeda dengan yang ia sewa.
Kamar tersebut lebih luas dan mewah didalamnya.
"Ini kamar Dea, selama beberapa minggu kemaren" balas Prom
"Apa!!!!" teriak Martin mulutnya menganga yah tidak percaya bahkan jantungnya lebih kencang berdetak dari biasanya.
__ADS_1
**Jangan lupa dukungannya
Like Komen Vote dan Favorit ya. 😍**