
Saat ini diruangan gelap dan pengap yang berbau darah disana Virez diikat dengan ke empat temannya. Mereka ketangkap ketika membawa Rio ke markas yang sudah direncanakan Virez sebelumnya dan siapa sangka orang dalam menghianatinya yang merupakan anak buahnya sendiri yang telah memberikan obat tidur kedalam minuman mereka karena itu mereka sampai ditempat ini dengan kondisi seperti ini. Dan hal itu juga membuat orang-orang Virez tidak menemukan Virez dimana berada.
Rio sudah sadar karena pukulan dan peluru yang berada dikakinya sudah dikeluarkan karena tembakan yang diberikan dea sewaktu Rio ingin menembak dea.
"Kau sudah sadar kawan" ucap seorang pria berjas seperti rumah sakit.
"Kita ada dimana?"
"Kita berada dirumah ku, aku tidak mungkin membawa mu kerumah sakit ku bekerja karena masalah yang kau timbulkan saat ini sangat parah dan fatal karena ini bukan negeramu."balasnya kembali sambil memeriksa tekanan darah Rio.
"Anak itu sudah dewasa dan tumbuh menjadi kuat, aku tidak menyangka dia mempunyai beladiri yang cukup baik dan kuat. Seharusnya sudah ku bunuh dia sedari dulu jika begini jadinya" ucap Rio yang penuh dendam.
Dokter tersebut menghela nafas dalamnya, dan memandang lekat mata Rio saat ini dan membuat Rio risih.
"Pandanganmu membuat ku kesal, ada apa!!" tanya Rio yang tahu jika sahabatnya ingin mengatakan sesuatu.
__ADS_1
"Apa kau bahagia setelah semua ini kau lakukan bahkan dari dulu kau melakukannya sampai kau tega memisahkan seorang anak dari orangtuanya yang sehar............."
Ucapan dokter tersebut langsung dipotong oleh Rio karena dia tidak mau ada pengganggu rencananya kali ini.
"Kau cukup diam saja dan menonton apa yang sudah ku lakukan, bertindaklah seperti dokter biasanya dan aku tidak akan menyentuhmu" jawab Rio penuh dengan penekanan bahwa apa yang sudah diputuskannya tidak bisa dirubah oleh siapa pun.
"Baiklah, aku harap kau tidak menyesal dikemudian hari" balas Dokter tersebut dan meninggalkan Rio sendirian didalam kamar ruang tamu Apartemen Dokter tersebut.
"Aku tidak akan membiarkan dia menguasai semuanya, aku begini karena pria tua kenapa memberikan lebih banyak kepada mu brother sementara aku hanya satu saja dan ini tidak adil bagi ku sama sekali." gumam Rio yang menerawang ke langit atap kamar tempatnya berada.
Sementara Virez saat ini masih tidak sadarkan dirinya akibat obat yang diberikan dan anak buahnya sudah sadarkan diri terlihat sangat syok melihat keadaan mereka saat ini dengan kondisi tangan dan kaki diikat dan mulutnya ditutup. Penjaga orang suruhan Rio tidak menyadari bahwa salah satu anak buah Virez sudah sadar, dan saat ini berusaha membuka ikatan yang dibuat anak buah Rio tersebut dengan kekuatan dan usahanya karena dia tidak mau mati konyol ditangan musuh seperti ini, setidaknya dia lebih rela mati dimedan tempur dari pada mati ditempat ini.
"Bos,!! bos, bos" ucap anak buahnya sambil menggoyang bahu Virez tapi Virez tidak merespon sama sekali.
"Shiit!! apa yang digunakan mereka sampai semua tertidur pulas seperti orang pingsan saja. Tidak, tidak bisa seperti ini, aku harus membangunkan mereka agar kami bisa lebih mudah menyerangnya dari pada hanya aku sendiri yang melawan sama saja aku menyerahkan nyawa berharga ku kepada pecundang sialan ini" ucap anak buah Virez yang kembali mengikatkan tangannya dan menempelkan pelster kemulutnya agar penjaga markas tersebut tidak curiga sama sekali.
__ADS_1
Dia kembali ketempat duduknya lagi dan melihat kondisi sekitarnya, dia melihat ada jendela kecil. Dia tersenyum miring, rencananya akan dilakukan sewaktu tengah malam atau dini hari nantinya.
Setidaknya salah satu dari mereka harus kabur dari tempat itu dan meminta pertolongan kepada Martin agar menolong bosnya dan temanya yang lain. Tapi dia tidak tahu bahwa Martin mau pun Nahendra dan anak buah Dea lainnya sedang mencari mereka kesegalan tempat dengan kekuasan yang mereka punya.
Sementara di rumah sakit Dea saat ini sudah sadarkan diri dan sedang diperiksa oleh Dokter keadaannya saat ini. Mereka bersyukur bahwa dia telah selamat, dan Kinan bahagia mendengar kabar tersebut. Kinan tidak bisa menjumpainya karena dia harus menjaga perusahaan Dadynya yang sudah membesarkannya.
Dea saat ini melihat dan memandangi satu persatu dihadapannya ada teman ayahnya dan pria arogan yang membuat tangannya menjadi terluka dan tidak bisa berbuat apa-apa selama beberapa bulan sebelumnya.
"Nak kamu sudah sadar?" tanya Nahendra sambil mengelus kepala Dea dengan lembut
Dea hanya menganggukkan kepalanya saja karena dia sangat sulit untuk berbicara dengan siapa pun saat ini. Emosi, kesal dan amarah tercampur menjadi satu dalam benaknya.
"Kamu makan ya, biar saya suapin" tawar Martin sambil mengambil bubur yang disediakan rumah sakit.
Dea tidak menjawab sama sekali tapi tidak menolak saat Martin menyodorkan sendok yang berisi bubur tersebut kearah mulut mungil Dea dan Dea memakannya dengan lahap..
__ADS_1
Dipikirannya saat ini bagaimana supaya cepat sembuh dan menjumpai Virez dan membalas semua kepada pamannya tersebut.
Jangan Lupa Like Komen Vote dan Favorit