Life Of Dea

Life Of Dea
#66


__ADS_3

One Year Later


"Honey, cepatan kita sudah terlambat" teriak Martin yang sedang menunggu kekasihnya, karena mereka akan ke butik fitting baju pengantin yang tertunda tahun lalu.


"Five minute's sayang,"balas Dea yang sedang berada dikamar mandi dan beberapa menit Dea keluar dengan memakai bathrobe.


Dea menuju walk in closet, memakai dress warna navy selutut lalu, menuju meja riasnya dan memakai makeup simpelnya dan rambutnya digerai begitu saja. Karena rambut Dea sudah mulai panjang, membuatnya semakin cantik.


Sehingga Martin tidak memperbolehkan rambutnya untuk diikat lagi.


"Done" kata Dea menatap hasil make up-nya dan tersenyum


Dea memakai heelsnya, dan mengambil cluth Navy agar senada dengan dress yang ia kenakan.


"Honey, i'm coming!" teriak Dea sambil tertawa renyah.


Martin yang mendengar teriakan Dea, bergegas menuju anak tangga menunggu Dea turun dari lantai dua.


Martin melihat Dea dengan dress navy yang ia persiapkan tersenyum dengan lebar, pilihannya sangat tepat dan membuat Dea sangat dan sangat cantik mengenakan dress tersebut.


"Sorry, aku kelamaan" ucap Dea merasa bersalah.


"No problem honey, aku sudah terbiasa karena itu salah satu keunggulanmu yang selalu membuatku menunggu" balas Martin mengejek


"Kau mengejek ku, Ck" decak Dea kesal.

__ADS_1


Martin mengecup bibir dea dan merapikan anak rambut Dea kebelakang kuping Dea.


"Aku akan selalu menunggumu sayang, I love you" kata Martin ******* bibir Dea yang berwarna pink glossi membuat dirinya semakin cantik.


"I love too, aku sangat beruntung memiliki mu" ucap Dea memeluk Martin.


"Aku yang sangat beruntung memiliki mu sayang, ayo kita berangkat" kata Martin menggandeng Dea keluar dari Apartemen milik Nahendra.


Setelah Dea sadar dan sembuh, Dea memutuskan masalahnya dengan Miko diproses kejalur hukum. Dea tidak ingin bertemu dengan Miko lagi, dan Dea juga telah menyerahkan setengah harta milik kakeknya kepada Miko dan Veronika bekerja diperusahaan cabang milik kakeknya.


Dea hanya memberikan harta kakeknya bukan harta hasil jerih payah Dadynya.


Sementara Kinan dan Jerry mendapat bagian mereka masing-masing termasuk prom, yang telah memiliki Cottage tempat dia bekerja dulu.


Dea ingin berdamai dan tak ingin ada masalah di kemudian hari.


Miko akhirnya mendekam dipenjara selama 10 tahun lamanya. Dia sadar karena telah membuat luka yang dalam bagi Dea, karena itu dia mewakili adiknya memohon maaf dan menerima keputusan pengadilan.


Selama dipengadilan Dea tidak pernah menghadiri dan hanya beberapa kali Martin terlihat menghadiri sidang Miko.


Saat ini Dea telah tenang dan damai dengan semua yang ia lalui dan setiap luka yang ia dapatkan. Dea lebih memilih ikhlas akan semuanya agar, anak-anaknya kelak tidak merasakan seperti dirinya dulu.


Sepanjang perjalanan Martin menggemgam tangan Dea dan sesekali ia mengecup punggung tangan Dea yang mungil ditangannya.


Dea tersenyum dengan tindakan Martin yang simpel itu, bagi orang lain itu biasa tapi bagi Dea itu sudah sangat luar biasa karena, dia tidak pernah merasakan kasih sayang dan baru dia dapatkan dari pria yang ada disampingnya ini dan pria itu akan menjadi miliknya selamanya.

__ADS_1


Selang setengah jam mobil mereka berhenti, disalah satu butik ternama di Los Angeles. Mereka sedang memfitting Gaun Pengantin yang akan dipakai mereka nantinya sesuai thema yang akan diselenggarakan dipantai.


Dea ingin acara pernikahannya simple, berkesan. Karena itu Dea memilih Outdoor dan pantai menjadi pilihan utamanya. Martin hanya mengikuti keinginan kekasihnya itu, baginya kebahagian Dea adalah kebahagiannya juga.


Dea dan Martin akhirnya memutuskan memilih Gaun Pengantin yang bagian belakangnya terbuka dan terlihat jelas punggung Dea yang putih. Gaun Pengantin Dea berwarna Putih tulang dan bertabur berlian, dan Martin dengan stellan jas hitam dan kemeja putih.


Semua itu tak luput dari pilihan Dea sendiri dan semua dekorasi dan undangan Dea yang memilih dan Martin hanya mengikutinya saja.


Pesta pernikahan mereka akan diadakan di Los Angeles minggu depan tepatnya.


Senyuman Dea tidak pernah pudar selama, dia memilih gaun pengantin dirinya dan untuk Martin


"your happy?" tanya Martin memeluk pinggang ramping Dea yang masih memakai gaun pengantin


"Yes, i'm verry, verry happy honey." ucap Dea melumaat bibir Martin


"Thanks for love dan everything" bisik Dea disela ciuman mereka.


Martin membalas ciuman Dea dengan penuh kelembutan


"I love you" ucap Martin


"I Love you too" balas Dea memeluk Martin dengan erat.


Martin akhirnya mengajak Dea makan siang bersama lalu mereka meninggalkan butik tempat fitting baju pengantin mereka.

__ADS_1


__ADS_2