Life Of Dea

Life Of Dea
#84


__ADS_3

Rossi dan Martin semakin hari semakin dekat, Martin merasa nyaman bersama Rossi dan ia ingin melamar Rossi dan membawanya kehadapan Kakak Iparnya.


"Apa kau punya waktu Baby? Aku ingin memperkenalkan dirimu pada keluarga ku satu-satunya" kata Martin sambil menatap Rossi dengan lembut.


Rossi yang sedang duduk diatas paha Martin langsung mengalungkan kedua tangannya, "Untuk mu aku selalu mempunyai waktu, Honey" bisik Rossi ditelinga Martin dan Rossi sengaja memancing Martin dengan menggigit kecil daun telinga Martin dan menjilatnya.


Sebagai pria normal Martin sangat menikmati sentuhan lidah Rossi pada leher dan kupingnya. Tanpa sadar ******* dari bibir Martin lolos begitu saja.


Ahh Ah ah


"Baby, kau memancingku"ucap Martin menutup matanya, dia sudah bergaiirah karena jilataaan dan goyangan pinggul Rossi membuat yang dibawahnya haredang ingin berkelana digua yang lembab.


"Nikmati sayang, aku akan memberikan service yang nikmat untuk mu" ucap Rossi dimana tangannya sudah meraba dada Martin dan Martin tidak sadar jika kancing kemejanya sudah terbuka.


Tok Tok Tok


Suara ketukan menyadarkan Martin, Martin langsung menolak tubuh Rossi dan langsung mengancingkan kemejanya. "Honey, sorri sebaiknya kau pulang dulu. Nanti sore aku akan menjemputmu, kita akan pergi kerumah Kakakku" kata Martin mengelus pipi putih milik Rossi.


Rossi hanya menghentakkan kakinya secara bergantian. Ia kesal sungguh kecewa, dia gagal lagi. Padahal Martin sudah bergairah. Dalam benaknya dia emosi siapa yang sudah berani mengganggu kesenangan mereka kali ini.


Rossi langsung membuka pintu ruangan kerja Martin, ia melihat seorang orangtua yang duduk dikursi roda. Tanpa tersenyum dan hanya melebarkan kedua manik matanya Rossi langsung pergi dari hadapan Nahendra.


Dia adalah Nahendra yang tiba di perusahaan karena ia mendapat info jika Adik iparnya dalam bahaya. Dan Nahendra langsung mengecek emailnya, dan melihat adik iparnya sedang ingin diterkam oleh rubah betina yang sudah ia selidiki dengan hiro. Namun Nahendra memilih diam saja, sampai Martin membawanya kerumahnya dan memperkenalkan wanita mana yang ingin dijadikan adik iparnya untuk menjadi istrinya kelak, baru ia memberitahukan kepada Martin siapa yang sebenarnya Rossi.


"Kakak, ada apa kau kemari?" Martin sekedar berbasa basi


"Ck, kau selalu berpura-pura. Apa dia calon adik iparku?" tanya Nahendra berjalan kearah meja kerja Martin dan menyeret kursi yang ada dihadapan adik iparnya lalu ia duduk dihadapannya dengan menatap manik mata Martin dengan lekat.


Martin tahu jika Kakak iparnya akan bertanya dan mungkin inilah waktunya dia memperkenalkan Rossi. "Ya dia akan ku bawa nanti malam dan aku ingin melamarnya" tegas Martin.


"Apa kau serius? Apa kau tahu bagaimana dirinya? keluarganya seperti apa dan pekerjaannya apa?" tanya Nahendra yang bertubi-tubi melontarkan pertanyaan pada adik iparnya.

__ADS_1


"Hei, kakak ganti pekerjaan menjadi sensus penduduk? Cih, Kakak selalu begini menyangkut diriku" kesal Martin karena ia yakin jika kakaknya sepertinya tidak menyukai Rossi.


"Jangan bilang Kakak tidak menyukainya, mau sampai kapan aku lajang kak?" geram Martin tapi ia tidak bisa memarahi orang yang telah membersarkannya selamanya.


"Sampai kau bertemu dengan yang pantas untuk mu, aku tidak mau kau kecewa nantinya karena ia hanya memanfaatkan harta mu saja" kata Nahendra yang merasa kecewa kepada adik iparnya.


"Cukup kak, jangan menilai orang dari statusnya dan dia sangat baik dan pantas menjadi pasangan hidupku" tegas Martin dan menatap tajam Nahendra.


"Baiklah, tapi ingat jika itu kau jadikan istrimu. Ingatlah!! Aku Nahendra Niels tidak akan merestui dan datang kepernikahanmu!" tegas Nahendra lalu pergi meninggalkan Martin sendirian yang berdiri disisi meja kerjanya.


Setelah kepergian Nahendra Martin duduk dikursi kerjanya, ia mengacak-acak rambutnya dengan kasar. Lalu ia memukul mejanya dengan keras. Dia tidak mengerti kenapa Kakak iparnya sangat tidak menyukai setiap wanita yang ada didekatnya.


"Apa jangan-jangan Kakak ku menyelidiki Rossi dibelakangku"gumam Martin dalam hati dan bertopang dagu.


Aaarggghhh


Martin menjerit emosi, kenapa perjalanan cintanya tidak pernah mulus. Ia beranjak dari ruangannya lalu pergi ke bar meninggalkan pekerjaanya. Hiro yang melihat Unclenya pergi tanpa menghiraukan dan tanpa menoleh kearah Hiro yang memanggilnya.


Hemm


Hiro yang tadinya ingin keruangan Martin kini ia pergi ke ruangannya kembali.


❣️❣️❣️


Sementara di Apartemen Rossi sedang berbagi kenikmatan dengan kekasihnya dengan penuh nikmat.


"Jadi kapan kau menikah dengannya" ucap kekasih Rossi disela hentakannya


Ahh Ahh


"Yah Baby, katanya bulan depan Oh.. ini nikmat banget sayang" kata Rossi dengan senyum genitnya dan tangannya menggulung keatas rambutnya membuat dirinya semakin seksi dan memutar pinggulnya diatas perut kekasihnya.

__ADS_1


"Bagus sayang, setelah itu ingatlah Ah, dengan rencana kita" balas kekasinya dan memutar posisi Rossi dengan menungging dan memukul bokong Rossi dengan keras.


Yess Baby!


Aah Ahh ah


"Faster Honey," desah Rossi sembari memaju mundurkan bokongnya


"Sesuai keinginanmu Ratuku" jawab kekasih Rossi mempercepat hentakannya dan menarik kedua tangan Rossi kebelakang.


Hehhemm. Aahh Aahhkk...


Kedua insan itu terkulai lemas namun nikmat. "Kau sangat seksi Baby"bisik kekasih Rossi yang memeluknya dari belakang tanpa menjabut rudalnyaa dari goa yang lembab itu.


Tapi kedua insan itu tidak tahu jika kamare kecil sudah terpasang setiap sudut ruangan apartemen Rossi. Apa yang tidak bisa Nahendra lakukan jika sudah terpaut oleh keluarga dan orang yang ia sayangi.


Nahendra tidak ingin Martin salah memilih wanita karena adik iparnya terlalu polos dan selalu ditipu wanita. Nahendra juga tidak dapat menyalahkan Martin sepenuhnya, hanya dia kesal karena Martin telah membentaknya.


Selama Martin bersamanya, Martin tidak pernah membentak dirinya, hal itu membuat dirinya sedih dan kecewa terhadap sikap Martin yang berubah karena rubah betina


Bulan depan akhirnya tiba, Martin menikah dengan Rossi dengan acara sederhana disalah satu gereja di New York karena Nahendra tidak merestui akhirnya Martin membawa Rossi kesana dan menikahinya. Namun disaat acara pernikahan mereka selesai Rossi yang sedang dihotel dikejutkan oleh kedatangan Nahendra dna Hiro.


Nahendra mengancam Rossi, jika dia tidak meninggalkan Martin pada hari itu juga dan jika Rossi tidak mengikuti apa ucapannya. Nahendra akan menyebarkan vidio ***-nya dengan berbagai orang dan Nahendra akan menunjukkan kepada seluruh dunia agar dunia tahu siapa Rossi sebenarnya.


Dengan penuh ketakutan Rossi mengiyakan perkataan Nahendra dan tanpa mengulurkan waktu Rossi langsung pergi dari hotel tersebut tapi sebelum dia keluar dari kamar hotel dia menandatangai surat cerai yang sudah dipersiapkan Nahendra.


Tindakan Nahendra membuat Martin berang dan seperti orang gila mencari Rossi dan setelah ia kembali dengan sia-sia, karena ia tidak menemukan Rossi entah dimana.


Akhirnya Nahendra mengirim semua vidio Rossi ke nomor Martin agar Martin sadar kenapa Nahendra begitu tega dan jahat kepadanya.


"Maafkan aku Yuki, ini semua untuk kebaikkan adik kita, dia terlalu bodoh dalam hal percintaan" lirih Nahendra lesu didalam kamar Martin

__ADS_1


Jangan lupa Like Vote komen dan Favorit


__ADS_2