
Saat ini Martin, Willi, Yuni dan kedua anaknya mereka selesai memeriksa keadaan Siska mereka langsung berangkat ke London. Meski berat Yuni harus rela berpisah oleh kedua anaknya, demi keselamatan keduanya.
Keesokkan harinya mereka telah tiba di bandara London, Dea sudah menyambut mereka dibandara. Martin langsung menghampiri istri tercintanya itu dan mengecup bibir mungil milik istrinya.
"Ck, mata ku ternoda" ucap Gavrael dan yang lainnya mendengar itu langsung tertawa begitu juga dengan Dea langsung menggendong princesnya Siska. "Kamu baik-baik saja princes Grandma?" ucap Dea mengecup pipi Siska.
"Baik Grandma, adik aku apakah mereka sudah menungguku?" tanya Siska
"Yes, mereka sudah tidak sabar kedatangan Kakaknya" balas Dea sembari berjalan menuju mobil mereka.
Mereka akhirnya memasuki mobil yang sudah menunggu mereka bersama supir pribadi Martin.
Mereka langsung ke mansion karena Dea meninggal sikembar bersama Liliana dan anaknya. Mike juga ikut pulang ke London, begitu mereka sepakat akan melupakan masalah ini.
Akhirnya mobil mereka sudah sampai di mansion dan langsung disambut oleh sikembar.
"Kakak Siska," teriak Aura dengan suara cemprengnya.
Siska lari dan langsung memeluk Aura yang masih TK saat ini, sementara Gavrael hanya diam saja dan langsung masuk ke mansion tanpa menunggu yang lainnya. Martin melihat cucu tampannya itu hanya tertawa dan Martin langsung menggendong Aron yang sudah menyambutnya dipintu mansion.
__ADS_1
"Kalian sudah sampai" ujar Liliana menyambut kedatangan Yuni dan Willi
"Honey, aku merindukanmu" ujar Mike yang ingin mencium bibir istrinya namun, dihalangi Liliana "Ada anak-anak, itu tidak baik" ucap Liliana
"Ayo kita langsung makan siang saja" ucap Dea
Mereka saat ini sedang menyantap makan siang dimansion Dea, Dea tersenyum melihat keluarga suaminya makan dengan lahap, "Honey, kenapa kau tidak makan?" tanya Martin yang melihat istrinya tidak memakan makanan yang ada dihadapan istrinya.
"Aku hanya senang, melihat kita sedang berkumpul begini. Ah aku ingin selalu seperti ini" ucap Dea.
"Jika kita selalu seperti ini yang ada Bibi bangkrut lama-lama" balas Willi yang sedang menyuapi putri kesayangannya.
"Tenang saja Honey, kita semua tidak akan jatuh miskin. Karena harta Bibi dan Paman tidak akan ada habis-habisnya. Jadi mari kita memanfaatkannya, sekarang karena kita akan rugi besar setelah pulang tidak mendapatkan apa pun.
"Wow, sepertinya kita sedang dirampok besar-besaran sayang" ucap Martin dan yang lain hanya tertawa.
Selesai makan, semua menuju kamar masing-masing untuk beristirahat karena sudah lelah dalam perjalanan dari Los Angeles ke London. Sementara Willi memilih duduk di belakang mansion, menikmati kopinya karena dirinya masih memikirkan siapa yang mencuri putrinya dan siapa yang telah menolong putrinya juga. Baginya ini sangat diwajar, ada seseorang yang menolong tanpa meminta imbalan apa pun.
Martin langsung menuju kamarnya, begitu ia telah selesai menidurkan putrinya dan menyusul istrinya.
__ADS_1
Martin melihat istrinya sedang berdiri didepan kaca memandang keluar Martin memeluknya dari belakang, dan mencium pundak istrinya yang saat sudah mengganti pakaiannya dengan baji dress mini tali satu.
"You are seksi, Darling" kata Martin mengecupi pundak dan leher jenjang Dea yang putih dan mulus.
******* pun lolos begitu saja dari mulut Dea ketika Martin memeras aset kembar milik istrinya itu dengan lembut.
"Honey,, AH!!" desah Dea menikmati setiap sentuhan suaminya dan Dea memejamkan matanya dan meraba juinor Dimitri yang sudah menjadi favoritnya itu.
Tangan Martin mengerayang setiap inci tubuh Dea, memberikan sentuhan yang lembut agar istrinya menikmati setiap sentuhan yang ia lakukan saat ini.
"Kau sudah basah, Honey' bisik Martin yang dimana tangan kanannya sudah didalam goa kenikmatan itu.
"I want you, Ahh Baby" ucap Dea sambil mendesah
"Bilang sekali lagi sayang" ucap Martin yang membuat istrinya terbakar gairah akibat sentuhan tangan nakal suaminya dibawah sana.
"Honey, please " rengek Dea yang sudah membalikan badannya menghadap suaminya.
Kita lanjut nanti malam ya guys πππ
__ADS_1