Life Of Dea

Life Of Dea
#63


__ADS_3

Jerry sudah menghubungi Kinan agar datang kerumah sakit tempat Dea dirawat.


Saat ini dia sedang berada di ruang tunggu tepat didepan pintu ruang operasi. Menunggu Dea selesai operasi, Jerry beberapa kali mengusap wajahnya dan mengacak-acak rambutnya secara kasar.


"Sorry, aku tidak bisa menjaga mu" isak Jerry sedih


Jerry memutuskan untuk mengabari kabar ini kepada Martin bahwa Dea diserang oleh Miko anak dari pamannya Dea.


Sementara Martin yang dapat kabar Dea terluka karna diserang oleh Miko, ia mengamuk dan kecewa kepada Hiro dan semua anakbuahnya.


Martin murka dan menyesal tidak bisa menjemput Dea dengan cepat. Martin berselancar di benda pipih miliknya dan mencari kontak seseorang.


"Siapkan penerbanganku sekarang, aku tunggu diatas gedung ini" tegas Martin


Martin keluar dari ruangannya, menghampiri sekretarisnya.


"Wakilkan saya dimeeting selanjutnya, saya tidak bisa bekerja dalam beberapa bulan ini. Oia tunda acara pernikahan saya" ucap Martin dengan wajah yang penuh emosi.


"Kenapa pak?" tanya Sekretarisnya karena bingung, kenapa acara pernikahan bosnya ditunda, padahal baru saja bos-nya mengatur pertemuannya dengan fitting baju pengantin.

__ADS_1


"Dea kecelakaan. Jika ada yang bertanya jangan sampai ada yang tahu jika Dea terluka. Kamu mengerti???" tegas Martin


"Iya Pak" Secretaris langsung menghubungi pihak butik membatalkan perjanjiannya dan begitu juga dengan persiapan yang lainnya.


"Pasti ada masalah besar" gumamnya pelan setelah Martin meninggalkannya.


Didalam pesawat pribadinya Martin gelisah dan tidak sabar sampai ke london.


Martin bertekad kali ini dia akan langsung memindahkan Dea ke Los Angeles untuk dirawat agar dia bisa memantau dan menjaganya dengan pengawasannya.


❣️❣️❣️❣️


Dokter yang menangani Dea adalah Dokter pribadi almarhum Papanya Dea sendiri. Jerry tidak mau Dea ditangani dengan yang ia tidak kenal sama sekali.


"Bagaimana Uncle?" ucap Jerry menghampirinya.


"Luka dikepalanya sudah dijahit sekita lima belas jahitan dibelakang kepala, begitu juga diperutnya sudah kami jahit. Hanya saja....." Dokter tersebut menghentikan omongannya.


"Ada apa uncle?" ucap Jerry lemas

__ADS_1


"Dea, kemungkinan akan mengalami koma dan dia mengalami geger otak ringan" ucap dokter


"Apa! Apa dia akan sadarkan Dok?" ucap Jerry berburu-buru melontarkan pertanyaan aq


"Kita lihat perkembangannya nanti. Kamu yang kuat dan sabar. Percayalah Dea itu anak yang sangat kuat" ucap Dokter dan berlalu meninggalkan Jerry sendirian dan Kinan baru saja sampai di lobi rumah sakit mencari Jerry.


Jerry terduduk lemas dilantai dengan pandangan yang kosong. Ia sangat menyesali karena tidak mengangkat telfon dari Dea.


Kinan berlari dan memeluk Jerry begitu ia sampai ke ruang Operasi disaat yang sama Dea dikeluarkan dari ruang operasi dengan berbagai alat menempel ditubuhnya.


Kinan melihat itu semua hanya histeris dan menangis kencang. Penyesalan itu meliputi seluruh hidupnya, membuat kedua kakinya tidak bisa menopang tubuhnya yang tinggi semampai. Dengan gerakan cepat Hiro langsung menangkap dan menggendong Kinan keruang perawatan.


"Dia hanya shock saja, sebentar lagi dia akan terbangun' ucap Dokter


"Baiklah, terima kasih Dokter" ucap Hiro sembari menunduk kepalanya, memberi hormat.


"Sayang,"lirih Hiro mengelus tangan Kinan dan mengecup keningnya dengan lembut.


Nahendra yang mengetahui keadaan Dea dari putrinya membuatnya murka.

__ADS_1


"Cepat cari dia sampai dapat, dan bawa kemari" bentak Nahendra yang sudah emosi karena anakbuahnya kecolongan mengakibatkan Dea terluka parah.


__ADS_2