
Di Club Hiro sudah tak sadarkan diri dan meracau tak jelas, dan menyebut nama Kinan dan seorang bartender menghubungi Kinan karena sebelum Hiro tidak sadarkan diri Hiro selalu berbicara dengan menyebut nama Kinan sembari memandang nomor ponsel Kinan.
"Hallo, ini dengan Nona Kinan? Saya Neo Bartender dari Club xxx ini" ucap Bartender Club. Karena posisi mereka masih di Club jadi Kinan sedikit tidak mendengar apa yang di ucapkan Bartender tersebut.
Kinan merasa terganggu tidurnya, karena sudah berkali-kali phonselnya berdering, dan Kinan beranjak dari ranjangnya dan mengambil Phonselnya yang terletak di meja nakas TV nya yang ada di kamarnya.
"kenapa Hiro menghubungi ku tengah malam begini?" gumam Kinan yang ragu untuk menjawab panggilan dari Hiro dan untuk kesekian kalinya, Phonselnya berdering dan terpaksa Kinan mengangkatnya.
"Ini siapa? Kenapa phonsel ini ada padamu?" ucap Kinan bingung nomor Hiro ada pada seorang Bartender
"Yang punya Phonsel mabuk berat dan kami mau tutup Nona, tolong jemput beliau." ujar Neo
__ADS_1
"Share lokasi mu" jawab Kinan dengan membuang nafas kasarnya. Kinan tahu kenapa Hiro sampai mabuk karena dirinya yang telah menolak Hiro.
Namun Kinan juga tidak bisa membohongi perasaanya, karena dirinya juga telah mencintai Hiro dan sangat mencintainya. Lalu Kinan langsung bergegas dan meraih coat nya dan kunci mobilnya.
Ia melaju kencang dan membelah jalanan malam kota London tersebut. Tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi.
Selang 47 menit Kinan sampai di tempat dan ia langsung menunjukkan identitasnya dan masuk ke dalam dan langsung menuju ke arah Bartender yang tadi menghubunginya.
Selama di perjalanan Hiro selalu menyebut namanya dan sesekali Hiro menangis dan tertawa kecil sampai dirinya tertidur. Setelah sampai di area apartemem Kinan, Kinan menyuruh security apartemen memapah Hiro ke dalam kamarnya. Dan entah kenapa Kinan meletakkan Hiro di kamarnya.
Hiro menggeliat dengan mata terpejam dan ia sesekali menyebut nama Kinan.
__ADS_1
"Kinaaan" lirih Hiro pelan, tangannya sambil membuka kemejanya dengan sembarang.
Kinan melihat Hiro hanya bisa memandang sendu, dirinya tidak pernah melihat Hiro begitu rapuh. Kinan salah telah mengabaikannya, dan dirinya sebenarnya sudah tahu jika Hiro juga telah berusaha menyelamatkan Dea adiknya.
Kinan mendekat di sisi ranjang tepat di samping Hiro dan Kinan duduk di sana. Tangan Kinan mendarat di pipi Hiro yang di tumbuhi bulu-bulu halus, Kinan mengelus pelan rahang yang kokoh itu. Dan tanpa sadar Hiro menahan tangan Kinan dan mencium punggung tangan Kinan. "Kinan, kau kah itu. Ini bau mu, aku suka wangi tubu mu." kata Hiro yang masih tidak sadar.
Kinan hanya diam saja, meski jarak mereka sudah dekat. Dan Hiro langsung membuka matanya dan mereka saling bertatapan dan Hiro langsung bangkit dari tidurnya.
Hiro mencoba menyadarkan dirinya, dan menggelengkan kepalanya. Dan Hiro mencoba memfokuskan penglihatanya. Apakah dirinya salah melihat? Kenapa Kinan ada di depannya saat ink?! Hiro yang sedang berperang dengan pikirannya sendiri.
"Aku di mana?" ucap Hiro berusaha bangkit dari tidurnya, ternyata tidak bisa karena dirinya sudah mabuk dan membuat tubuhnya semponyongan.
__ADS_1
Kinan mencoba membantu Hiro duduk, tapi langsung di cekal Hiro. "Tidak perlu" ucap Hiro dingin. Dan Kinan langsung seperti mendapat pukulan keras di dadanya. Dirinya tidak pernah di kasari oleh Hiro dan Kinan mencoba mengabaikannya namun Hiro kembali menepis sampai Hiro terjatuh di lantai.