
Dua Tahun kemudian
Martin yang saat ini sedang mengendarai mobilnya bersama Dea yang duduk disampingnya, mereka akan pergi ke Rumah Sakit untuk cek rutin kandungan Dea. Dea saat ini sedang hamil sekitar 25 hari usia kandungannya, Martin sangat posesif pada Dea, dan selalu melarang Dea melakukan kegiatan apa pun membuat Dea jengah dan kesal karena kebebasannya sudah tidak berlaku lagi semenjak dirinya hamil.
"Honey, selesai ini kita karaokean di cafe yang dibuka Jerry ya" kata Dea sembari mengemil. Semenjak hamil Dea kerap sekali lapar dan doyan ngemil tapi itu semua tidak membuatnya gemuk tapi perutnya semakin buncit.😁
"Hemm, baiklah karena sebulan ini dirimu mengikuti aturan ku makan aku izinkan dua jam memberimu kebebasan dan didampingi olehku" ucap Martin
Dea memutar mata memelas, karena baginya sama saja jika suaminya ikut andil didalam karena didalam sana juga bakal dilarang ini itu.
"No, Aku bersaman Kinan sayang. Jangan terlalu mengekang ku. Ini permintaan Baby kita juga sayang" kata Dea mengeluarkan jurus jitunya yang ia dapat dari keponakan Martin tentu saja siapa lagi jika bukan Yuni.
Dea selalu berkonsultasi dengan Yuni tentang kehamilan keduanya ini, karena ia tidak ingin kejadian kemaren lagi terjadi karena memiliki rahim yang lemah.
"Baiklah, aku izinkan. Jangan meminum yang lain selain Jus. Ini semua untuk calon bayi kita sayang" ujar Martin memberikan masukan kepada istrinya semakin bawel semenjak hamil.
"Oke oke, tak masalah hanya dua jam. Tapi sepulang dari karaoke kita menonton diruang bioskop mini dimansion" kata Dea dengan wajah imutnya dan mengkedipkan kedua matanya.
__ADS_1
Martin terkekeh melihat sifat dan kelakuan manis istrinya jika menginginkan sesuatu. "Kita akan menonton dan mempraktekannya" balas Martin tersenyum menyeringai.
Dea merasakan nuansa horor seketika melihat senyum suaminya. Dea sungguh menyesal mengajaknya menonton pasti ada adegan dewasanya dan membuat pinggangnya encok.
Mobil Martin terparkir diparkiran rumah sakit lalu mereka langsung masuk keruangan Obgyn dan Dokter Hera menyambut mereka dengan ramah. "Selamat siang Dokter Hera, kau terlihat semakin cantik saja" ucap Dea yang merasa diusia kepala empat tapi wajah dokter Hera masih seperti wajah berumur 25 tahun.
"Terima kasih pujiannya Nyonya Dimitri, anda sering sekali memujiku" jawab Dokter Hera.
Dea tersenyum dan memeluk Dokter Hera.
Dea langsung merebahkan dirinya keatas tempat tidur dan di samping terdapat monitor dan dihadapannya juga sama. Lalu Dokter Hera duduk disamping kanan Dea dan Martin disamping kiri Dea sembari menggemgam tangan mungil Dea yang berwarna putih pucat itu.
Martin terlihat gelisah ketika Dokter Hera mengoleskan gel diatas perut buncit Dea dan mengarahkan alat USG ke atas perut buncit Dea yang sudah diolesi oleh cairan gel.
Dea dan Martin bisa mendengar suara jantung yang lumayan banyak dan ada dua gerakan tampil dilayar monitor lalu Dokter Hera tersenyum melihat kearah Dea yang saat ini melihat perkembangan janinnya tanpa mengkedipkan matanya sekali pun. Martin tersenyum melihat pergerakan dan suara detak jantung calon bayi mereka itu.
"Dokter kenapa didalam perutku ada dua?" tanya Dea dan Martin langsung memfokuskan manik matanya kelayar monitor dan memang benar yang dikatakan istrinya ada dua bentuk yang tampil disana.
__ADS_1
"Itu karena kalian akan memiliki bayi kembar, namun jenis kelaminnya belum terlihat jelas. Bulan depan nanti akan terlihat sangat jelas" ujar Dokter Hera menjelaskan.
"Oh my God, Thank You Lord. This is amazing, Honey" ucap Martin mengecup kepala Dea berkali-kali. Dia tidak menyangka jika mereka akan dikarunia anak kembar.
"Ini nyata??" kata Dea merasa tidak percaya.
"Ya kau mengandung anak kembar. Jadi saya sarankan agar jangan kelelahan dan tertekan, rileks dan enjoy" kata Dokter Hera.
"Jika didalam ada dua, apakah kami masih bisa melakukan hubungan intim?" tanya Martin spontan dan Dea langsung menutup matanya dengan kedua telapak tangannya karena ia malu melihat sikap mesum suaminya itu.
"Kalian masih bisa tapi jangan sampai kelelahan, cukup satu ronde saja" jawab Dokter Hera dan Dea hanya tertawa pelan.
"Bagi ku tak malasah meski hanya satu ronde, asalkan aku bisa mengunjungi my twin baby." jawab Martin tersenyum lebar.
Lalu Dokter Hera mengprint hasil USGnya dan memberikannya kepada Martin beserta resep vitamin khusus ibu hamil.
Jangan lupa dukungannya
__ADS_1