
Keadaan Nahendra semakin lama semakin menurun, Martin tetap stay di Los Angeles begitu juga Dea, mereka tinggal di mansion Nahendra. Semua saat ini sudah berkumpul dimansion besar milik Nahendra termasuk keluarga Willi sudah tiba kemaren sore.
"Dokter bagaimana?" tanya Martin cemas
"Keadaan jantungnya melemah, beliau bertahan karena bantuan alat ini semua Tuan. Dan jika kita lepas beliau juga akan pergi selamanya" ucap Dokter spesialis jantung kepercayaan Nahendra.
Martin terdiam bahkan tubuhnya lemas seketika begitu juga Yuni, langsung memeluk Papanya yang saat ini tidak bisa berbicara karena ventilator yang sudah terpasang dimulut Papanya
"Pa, Papa bangun" isak Yuni mencium pipi Papanya
Martin ikut menangis dalam diam. Air matanya dibiarkannya mengalir begitu saja, karena isakkan Yuni makin menjadi Martin memilih keluar dari ruangan Kakak Iparnya itu.
__ADS_1
Martin memilih kekamarnya dan Dea mengikuti suaminya dari belakang.
Dea mengunci kamarnya dan memeluk suaminya
"Menangislah, berteriak karena tidak akan mendengar teriakan mu, Honey" ucap Dea memukul pelan pundak Martin sembari memeluknya.
Martin menangis kencang sambil menyebut nama Kakaknya, bahkan ia sampai tidak sanggup menopang tubuhnya dan akhirnya dia terduduk dengan kedua lututnya dan masih memeluk istrinya yang sedang hamil. Sesangar apa pun laki-laki jika orang yang ia sayangi dan cintai dalam keadaan koma tak sadarkan diri seperti dialami Nahendra akan menangis juga. Martin sangat menyayangi Kakaknya, baginya Nahendra Ayah, Ibu, Abang dan Kakak Ipar. Karena dari dia kecil sudah dirawat Nahendra sampai ia menikah.
Ia melihat Gerald masih setiap menjaga Tuannya, tanpa memejamkan mata bahkan saat ini matanya bengkak dan sembab. Mungkin dia habis menangis juga semenjak orang-orang sudah tidur.
"Uncle" lirih Gerald.
__ADS_1
"Tidurlah, aku ingin berdua dengan Kakak ku" ucap Martin yang sudah duduk disamping Kakak Iparnya. Gerald pun akhirnya pergi dan memilih tidur disofa yang ada diruang keluarga lantai dua tepat disamping kamar Nahendra untuk berjaga-jaga.
"Kakak, Kau tahu aku akan memiliki Baby Twin. Kau bahagia bukan? Mike, anak mu yang bandel itu sudah menikahi Lilianna dan Putri mu sedang hamil anak kedua. Kau tidak ingin melihat cucumu kak?" kata Martin pada Nahendra m, Nahendra hanya diam kecuali suara nafasnya yang terdengar dari mulutnya.
Martin terus bercerita entah tentang apa pun bahkan tentang kenangan mereka sampai fajar menyinari bumi ia tetap bercerita dengan setia. Semua yang ada dihatinya diungkapkannya semuanya sampai ia merasa puas.
Willi yang sudah bangun lebih awal melihat Gerald tidur diruang tengah, ia langsung bergegas masuk kekamar mertuanya tapi langkahnya berhenti karena ia melihat dan mendengar Uncle-nya bercerita dengan mertuanya. Willi memilih keluar, dan mempersiapkan makanan kesukaan istrinya.
"Bagaimana keadaan Papa sayang? tanya Yuni yang berpasan dengan suaminya karena ia di ingin kekamar Papanya
"Uncle ada disana sedang bercerita dengan Dady, jadi biarkan saja dulu. Kamu sarapan dulu, ingat kamu sedang hamil sayang" ucap Willi dan menggandeng tangan istrinya menuju meja makan.
__ADS_1