
Acara pernikah telah tiba, Dea sedang dirias diruang hotel tempat dilaksanakan acara resepsi pernikahannya dengan Martin.
Hari ditunggu-tunggu telah tiba, Dea begitu gugup. Dia masih tidak percaya dengan semua ini, seakan cepat sekali dunia ini berputar. Rasanya baru saja kemaren mereka berkenalan, meskipun dari kecil mereka sudah mengenal.
Tapi Dea dan Martin sama-sama tidak mengingat memori sewaktu mereka kecil, itu semua diakibatkan karena terlalu banyak luka yang mereka lewati dulunya.
Tapi sekarang kebahagian itu menghampiri mereka, memang jika sudah Tuhan sudah menyatukan dan tidak akan bisa dipisahkan oleh apa pun sekali pun.
Martin yang sedang bersiap-siap dikamar hotel bersama Nahendra, Nahendra mempersiapkan semuanya seperti mempersiapkan pernikahan untuk anaknya laki-laki.
"Kau bahagia Brother?" tanya Martin mengejek dan mengkedipkan matanya sebelah
"Ck, kau begitu tega meninggalkanku" decak Nahendra
Martin mengambil dasinya dan berjalan kearah Nahendra. Dia menundukkan dirinya untuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah Nahendra.
"Seorang Ayah akan memakaikan Dasi kepada Putranya ketika Putranya akan menikah. Kau adalah Ayah, Ibu, dan Kakak ku, aku memberikan ini untuk mu" sembari memberikan dasi berwarna Navy berleris.
Nahendra langsung memeluk Martin dengan erat sampai dia tidak bisa membendung rasa terharu dan bahagianya saat ini.
Dia masih tidak percaya Martin yang dulunya masih kecil dan sekarang dia akan menikah dengan putri sahabatnya. Siapa sangka, awal dari sebuah lelucon antara Akseno dan Nahendra yang akan menikahkan Martin dan Dea tapi ternyata menjadi kenyataan.
"Akseno, Yuki ku harap kalian bahagia diatas sana. Aku sudah siap kau jemput Darling" kata Nahendra dengan air mata yang membasahi pipinya.
Martin langsung mengendurkan pelukannya dan menghapus air mata Kakak Iparnya. Perjuangan Kakak Iparnya sangat besar terutama dihidupnya.
Martin bangga kepada Kakak iparnya ini, disaat muda sudah menjadi duda tapi dia tetap setia kepada alm.Yuki kakaknya Martin dan memilih mengasuh Martin sampai saat ini.
"Brother, jangan sedih nanti aku akan mencari wanita untuk mu agar kau tak kesepian" ucap Martin memandang wajah Nahendra yang masih menangis seperti anak kecil
Nahendra langsung memukul lengan Martin dan tertawa. Namun disaat mereka berdua tertawa dan Nahendra memakaikan dasi ke kemeja Martin, pintu kamar mereka terbuka dan terlihat wanita kesayangan Martin dan Nahendra yaitu Yuni.
"Oh God! Drama apa lagi ini" yuni melihat manik mata Papanya sembab dan sedikit memerah.
"Unclemu, selalu ingin membuat Dady mu menangis" kata Nahendra tertawa pelan dan menyeka sisa air matanya yang ada di pipinya.
__ADS_1
"Ayo kita turun kebawah, para undangan sudah berdatangan. Uncle, sambut tamu mu! Tangan ku pegal sedari tadi harus menyalami para tamu yang tiada hentinya berdatangan." ucap Yuni dengan kesel.
Martin hanya tertawa menanggapinya. Sementara Nahendra mengelus tangan putrinya.
"Ayo, ayo kita keluar" balas Nahendra dan kursi rodanya didorong oleh Martin menuju balroom hotel dan Yuni mengikuti dari belakang.
Limas belas menit kemudian, semua sudag bersiap begitu juga pengantin pria yang sudah menunggu kedatangan Dea.
Clekkk...
Pintu terbuka dan terlihat Dea dengan memakai Gaun yang kembang dan panjang ditaburi mutiara dan berlian serta seikat bunga tulip ditangan Dea.
Jerry menggandenga Dea berjalan kealtar dan akan menyerahkan Dea mewakili Alm.Akseno Papa Dea.
"Jangan takut, semua akan berjalan lancar dan baik-baik saja." ujar Jerry mengelus punggung tangan Dea yang dibaluti sarung tangan yang menempel ditangan Dea.
Martin terpaku melihat kecantikan wanita berdarah inggris ini, wanita paling hebat dan kuat. Wanita satu-satunya yang bisa merobohkan benteng yang selama ini dibangun Martin untuk tidak mengenal wanita lagi setelah penghinatan kekasihnya.
Begitu juga dengan Dea, mereka dipertemukan setelah merasakan sakit dihianati oleh orang-orang yang mereka cintai bertahun-tahun.
Jerry menyerahkan tangan Dea kepada Martin dan Martin menyambut tangan mungil Dea dengan tersenyum lebar.
Jerry mendekat kearah Martin dan memeluknya sambil berbisik "Nanti pelan-pelan, dan jangan tergesa-gesa agar lebih nikmat" ucap Jerry random dan terkekeh pelan.
Martin hanya menggelengkan kepalanya, kenapa dia merasa dikeliling orang-orang yang sudah pada Sengklek.
Nahendra duduk disamping menantu, putri dan cucunya.
Kinan bersama Hiro, Uncle Prom dan Jerry. Kinan sudah menikah duluan bersama Hiro karena Hiro menjebak Kinan 🤩 terpaksa Kinan menyetujui Hiro menikahinya. Tapi sekarang mereka sangat bahagia bersama-sama, meski pun Hiro pernah melakukan kesalahan yang sangat dibenci Kinan sehingga lama baru menerima pernikahannya dengan Hiro.
Saat ini kedua pasangan itu sudah mengucap janji didepan pendeta dan semua tamu undangan termasuk Bibi dan Veronica juga menghadiri acara pernikahan Dea.
Dea tetap mengundang mereka tapi Dea tidak ingin mereka ikut andil diacara pernikahannya. Cukup sebatas itu saja yang Dea izinkan, dan itu sudah membuat Bibi Dea bahagia karena bisa melihat Dea menikah dan meminta maaf.
Kedatangan Martin dalam hidup Dea membuat Dea berubah total dan lebih mengikhlaskan dengan apa pun yang terjadi dan memaafkan bagi mereka yang mau berubah.
__ADS_1
"I love honey" ucap Martin dan menarik pinggang Dea dan merapatkan tubuh mereka hampir tidak ada jarak lalu, mencium bibir yang dilapisi lipstik berwarna pink warna favorit Dea sendiri.
"I Love you too" balas Dea, mengalungkan tangannya keleher Martin dan menutup matanya. Martin langsung melumaaat bibir ranum Dea kesukaan Martin. Mereka berciuman dengan liat dan tangan Martin mulai mengelus punggung Dea.
Nahendra dan pihak keluarga lainnya yang melihat Martin sangat rakus hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Singa sudah dapat umpan, siapkan pil enjok dan salep perih Willi" ucap Nahendra dan menyuruh Willi mendorong kursi rodanya mendekat kearah pasangan yang masih larut dalam ciuaman panas mereka.
"Apa mereka tidak sabar atau tidak sadar Boy" tanya Nahendra kepada Willi disela perjalanan mereka.
"Keduanya Dad" kekeh Willi melihat tingkah liar pamannya itu.
Plaaaakk
"Auuhhk" Martin meringis kesakitan disambut tawa semua para tamu undangan, Dea yang baru sadar langsung menutup wajahnya dengan bunga yang ada ditangannya.
"Brother, Why??"
"What?? What do you say WHY for me!! You don't see for situation?!" kata Nahendra menekan suaranya karena malu.
Martin melihat sekitarnya dan tersenyum sambil merangkul Dea dengan mesra dan mengecup pipinya.
"Hallo I wan to say to all everyone..." Martin menjeda ucapanya dan beralih menatap Dea dengan wajah yang berbinar kebahagian dan tatapan yang hangat.
"I love you forever, you are only in my life" ucap Martin
Dea menatap manik mata milik pria yang sekarang sudah sah menjadi suaminya.
"mee too" balas Dea tersenyum tulus.
Martin menangkup kedua pipi Dea dan mengecup bibir Dea dan pipinya dengan lembut.
Disaat bersamaan disambut oleh tepuk tangan yang meriah dari semua para undangan, kerabat dan keluarga.
Nahendra menyeka air mata yang jatuh membasahi pipinya, Hiro yang melihat Nahendra menangis membuatnya ikut menangis karena dia tahu perjuangan Uncle-nya itu seperti apa dulunya.
__ADS_1
Bibi Dea terisak-isak dan dirangkul oleh Veronika putrinya, mereka bahagia ternyata Dea tidak salah memilih pria yang menjadi pendamping hidupnya.