Life Of Dea

Life Of Dea
#46


__ADS_3

Dari kejauhan terdapat 4 orang Sniper suruhan Nahendra mantap pembunuh bayaran yang ditolong Nahendra saat dulu. Mereka menggunakan senapan MC Mila TAC-338 untuk melindungi Dea dari kejauhan dan mereka sudah melumpuhkan anakbuah Rico yang berada didekat Hiro dan Dea saat ini, kini tinggal beberapa saja yang masih hidup dan itu menjadi bagian anakbuah Dea yang tidak jauh dari lokasi anakbuah Dea.


Mereka kebingungan bahwa lawan mereka lebih pintar dari mereka bahkan seorang Sniper yang disewa Rico mati tertembak oleh salah satu Sniper suruhan Nahendra, Rico tidak tahu Dea mendapat dukungan dari mana kali ini. Karena hampir semua anggota mafia yang dipimpin oleh Virez, dikuasi oleh Rico dan berhianat kepada Dea. Tapi sayang mereka sudah mati tertembak oleh anakbuah Dea yang geram dan marah karena penghiantan mereka, bagi mereka tidak ada ampun bagi seseorang penghianat dan hukumannya ada MATI.


Rico melihat disekitarnya tiba-tiba sunyi bahkan suara ledakan tembakan tidak terdengar lagi dan membuat Rico mengumpat marah.


"Shiiit, bawa dia kedalam" bentak Rico dan menjambak rambut Dea dengan kasar kebelakang sampai Dea berdiri tegak. Sementara para Sniper suruhan Nahendra tidak ada yang tahu dimana mereka bersembunyi, hanya Nahendra yang bisa melihat karena, dia sudah membobol satelit dikota tersebut dan menampilkan semua yang ada disana.


Rico membawa masuk Dea kembali kegudang yang ada dua langkah dibelakang mereka, dan tiba-tiba suarah ledakan tepat tak jauh dari lokasi Dea saat ini, membuat bangunan itu roboh dan hancur. Anakbuah Dea menyadari ternyata hampir setiap sudut terpasang bom yang sudah aktif dan mereka langsung berlari berlindung ketempat lebih jauh dari bom ledakan tersebut.

__ADS_1


Nahendra sudah berkali-kali membuang nafasnya dengan kasar, Willi menelan ludahnya sementara Martin tubuhnya bergetar hebat karena marah yang sudah menyelimutinya. Misi penangkapan mereka kali ini sangat cerdik dan kekuatiran itu menyelimuti benak mereka dan mereka hanyut dalam pikiran mereka masing-masing sampai salah satu dari mereka tidak ada yang menyadari sudah satu jam lebih Martin berdiri tegak bahkan berjalan mondar mandir dibelakang Kakak Iparnya dan Suami dari Keponakannya.


"*D***or**"


Tiba-tiba suara tembakan yang meleset hampir mengenai Kepala Rico, Rico langsung mendorong Dea secara kasar masuk kedalam gudang kembali diikuti anakbuah Rico yang tersisa 7 orang tersebut. Mereka memasang Bom hampir keseluruh tubuh Dea, dan remote controlnya dipegang oleh Rico. Rico tersenyum devil, dia sangat yakin kali ini mereka akan lolos membawa Dea pergi bersama mereka nanti.


Saat ini para sniper Nahendra berjaga-jaga dan sebagian sudah ada yang turun kebawah mendekati lokask Dea disekap, bagaimana pun bagi mereka tidak ada kalah dalam misi mereka meskipun nyawa mereka taruhannya. Dan team Hiro dengan senjata yang lengkap sudah siap berbaris dibagian garis terdepan untuk menyerang musuh mereka dan tapi sayangnya lagi-lagi sebuah ledakan terjadi lagi diarah yang tak jauh di belakang mereka yang tepatnya diposisi mereka sebelum mereka berpindah tempat.


Langit mulai senja menandakan sudah sore hari, tapi target mereka belum bisa dilumpuhkan bahkan saat ini Dea dalam bahaya besar.

__ADS_1


Anakbuah Rico mengintip dari celah pintu gudang, ia melihat sudah banyak yang mati dan bersimbah darah dijalan membuat rasa takut itu ada pada dirinya dan menelan ludahnya secara kasar.


Tangan Dea terikat dibelakang, dan semua bom sudah terpasang tapi Dea masih terlihat tenang dan santai, hal itu membuat Rico emosi dan memberikan bogem kearah pipi kiri Dea dan sudut bibirnya berdarah dan pipinya lembam kebiruan akibat bogeman Rico yang sangat keras.


"Baaaangsaaat!!"bentak Rico emosi


Dea hanya tersenyum miring, melihat emosi pamannya kali ini. Dea saat ini merasa senang dan dia tertawa kencang seperti seorang piskopat.


Jangan Lupa dukungannya

__ADS_1


Like Komen Vote dan Favorit ya😘🥰


__ADS_2