
Selesai makan siang mereka bertiga, langsung menuju bandara tujuan ke London.
Sesampai di pintu masuk bandara, Dea, Jerry dan Prom masuk kedalam. Dan berketepan disaat yang sama, Martin sampai di Bandara Amsterdam
Karena pintu masuk dan pintu keluar berbeda dan dengan jarak yang agak jauh, jadi mereka tidak bertemu.
Martin dijemput oleh mobil milik Cottage yang akan dia tinggali malam ini, tepatnya Cottage yang di jaga oleh Uncle Prom
Di depan pintu Chek In Dea dan Jerry berpisah dengan Uncle Prom.
"Uncle, jika pemilik Cottage menjualnya. Jangan lupa kabarin aku, aku akan membeli semua Cottage dan penginapan yang disana" ucap Dea dengan serius
"Baiklah, Uncle akan langsung mengabarimu. Jerry jaga dia baik-baik dan ingat, menikahlah..!" kata Uncle Prom, sembari memeluk bahu Jerry dengan erat.
"Jaga kesehatan anda Nona, dan jaga diri baik-baik" ucap Prom, mengelus pundak Dea dengan lembut dan hangat.
Dea merasakan pelukan hangat orang yang menyelamatkannya, ternyata begitu dekat dengan keluarganya sendiri.
Thank you God, dibalik luka kau berikan kebahagian untukku. Meski aku tidak mengenal Momy ku, tapi dengan cerita yang disampaikan orang-orang tentang kedua orangtuaku. Sungguh aku merasa bahagia, sangat sangat bahagia. Ilove Mom, Dad" gumam Dea dalam hati, memeluk erat Uncle Prom
Tiga jam lebih mereka sampai ke Mansion Dea.
Security tidak menyangka bahwa Nona mereka masih hidup.
"Nona,-"
__ADS_1
"Iya" jawab Dea datar, dan memandang lekat kearah Security penjaga mansionnya.
Jerry melihat ada yang berbeda, sifatnya yang berubah menjadi dingin, terkesan angkuh berbeda saat mereka ada di Cottage.
Tanpa pikir panjang Security itu, langsung memeluk Dea dengan erak dan terisak.
"Syukurlah, Nona selamat. Kami disini merindukan Nona dan mencari Nona kemana-mana" ucap Security sambil mengendorkan pelukannya dan menghapus air matanyanya.
Dea diam dan menatap kearah security yang berusia sekitar lima puluhan, yang baru saja memeluknya.
Security melihat ke arah Dea dan tersadar, apa yang baru saja dilakukannya.
"Maafkan saya Nona, Maafkan saya" kata security sambil menunduk dan badannya gemetaran.
"Thank you Uncle, aku juga merindukan kalian. Oia perkenalkan dia Jerry, my brother. Apa Uncle ingat?? " ucap Dea menggemgam tangan Jerry.
"Tidak Nona, mungkin ayah saya mengenalnya" ucap Security dan menundukan kepalanya.
"Tidak apa-apa. Mulai sekarang, dia akan tinggal dimansion ini. Kami kedalam dulu" ucap Dea, langsung masuk kedalam dan tangannya masih menggemgam tangan Jerry.
Saat pintu terbuka, Dea tidak melihat Kinan. Dea menyiapkan kamar untuk abang angkatnya.
"Ini kamar mu bang, aku jarang pulang dan menginap di apartemen karena lebih dekat dengan perusahaan." ucap Dea, duduk dipinggir ranjang kamar lantai dasar.
"Trimakasih banyak Dea" kata Jerry tersenyum tulus.
__ADS_1
"Istirahatlah, aku ingin menghubungi Kinan" balas Dea, keluar dari kamar Jerry dan menutup pintu kamarny.
Menurut Dea tidak bagus jika satu lantai dengan kamar pria apalagi bukan sedarah.
Dea hanya menjaga hal buruk kedepannya.
"Bibi" teriak Dea, yang baru saja keluar dari kamar Jerry
Dengan tergesa-gesa, kepala pelayan datang menghampirinya.
"Ada yang bisa saya bantu, Nona?" tanya kepala pelayan
"Telfon Kinan, bilang ada gawat darurat dimansion. Jangan bilang aku sudah berada disini. Oke" ucap Dea sambil mengedipkan matanya dan tersenyum lebar.
"Oke Nona" ucap Kepala Pelayan yang merasa bahwa Nona mereka sedikit berbeda dari biasanya. Kali ini Nona mereka lebih hangat dan sering tersenyum.
Dea berlari menapaki anak tangga, menuju kamarnya sambil bersiul-siul dan tersenyum lebar.
Para pelayan melihat semua itu, merasa bahagia dan senang. Tidak tahu siapa yang berhasil menyelamatkan Nona mereka, dan bagi mereka siapa pun orangnya, mereka berterima kasih sekali karena sudah merubah sifat Nona Dea mereka menjadi lebih riang, tersenyum seperti sekarang ini.
"*Tuan, Nyonya, Nona kecil sudah ceria kembali" gumam Kepala pelayan melihat Dea yang masuk kekemarnya dari lantai dasar sampai punggung Dea menghilang dibalik pintu kamar Nona kecilnya itu.
Jangan Lupa dukungannya
Like Komen dan Vote*.
__ADS_1