
"Hallo Kak" ucap Dea yang menghubungi Kinan
Kinan masih belum sepenuhnya dalam keadaan sadar mengangkat ponselnya karena sedari tadi sangat ribut.
"Hemmz." balas Kinan dengan suara khasnya yang baru bangun tidur, Kinan kelelahan akibat di gempor oleh Hiro berkali-kali sampai pagi harinya.
"Kalian masih tidur? Oh my God!" ucap Dea disebrang sana yang merasa heran dengan pengantin baru ini.
"Yah, dan kau mengganggu ku" balas Kinan menarik kembali selimutnya yang sudah turun dan memperlihatkan dadanya yang mulus itu.
"Kak aku cuma mau bilang, kalo aku ingin menikah" ucap Dea.
"Wahh akhirnya jadi juga kau dengan bujang lapuk itu" ejek Kinan sambil terkekeh.
"Honey, itu Uncle ku" balas Hiro yang sudah terbangun akibat suara Kinan yang pas di telinganya menerima panggilan dari Dea.
Dea mendengar itu langsung tertawa puas dan mematikan panggilannya. Dia sengaja menghubungi Kinan karena ingin mengganggu saja.
"Apa katanya Baby?" tanya Martin yang sedang bersama Dea semalaman.
"Kinan bilang, Akhirnya aku menikah dengan bujang lapuk" jawab Dea cemberut
"What, bujang lapuk??! Enak saja aku di katain lapuk, lihat saja nanti gaji Hiro ku potong" jawab Martin
__ADS_1
"No Honey, jangan potong. " sergah Dea langsung
"Tadi Hiro sudah memarahi Kinan dan setidaknya ada yang membela ku. Jadi kau jangan marah lagi, hemm.." ucap Dea sambil memandang ke arah ponselnya.
Selang enam bulan akhirnya Dea menikah juga dengan Martin namun Kinan belum juga di karuniai anak. Namun Hiro tak pernah mempermasalahkan itu.
Dua tahun kemudian, seperti biasa Hiro bekerja namun seminggu akhir - akhir ini Kinan sangat malas bangun tidur dan termasuk mandi.
Hiro yang sudah rapi langsung menghampiri istrinya yang masih terlelap. Hiro menciumnya dengan lembut dan akhirnya Kinan membuka matanya dan melihat suami tampannya sudah rapi dan wangi.
"Kau mau kemana?" tanya Kinan.
"Aku kerja sayang. Bangun cepat, kau harus bikinin sarapan ku sayang" ucap Hiro menarik kedua tangan istrinya itu.
"Sayang, kau membuat ku bergairah. Apa kau sengaja menggoda ku" ucap Hiro
Kinan hanya tertawa dan mengkedipkan matanya sebelah sambil berjalan dengan lekuk tubuh yang bagai gitar spanyol.
Hiro berlari mengejar Kinan tapi Kinan langsung mengunci pintu kamar mandi dengan cepat.
"Honey, nanti malam saja kita bergulat" teriak Kinan.
"Habis kau nanti malam, Baby" sahut Hiro sambil terkekeh pelan dan ia langsung menuju dapur membuat sandwich.
__ADS_1
Menunggu Kinan akan memakan waktu lagi, karena pagi ini akan ada meeting penting.
***
"Sayang, apa kita akan di tempat tidur terus?? aku harus bangun dan ingin melihat si kembar" ucap Dea yang sedang berpelukan dengan Martin yang sudah setahun menjadi suaminya itu.
"Heemm, bentar lagi Baby. Aku ingin seperti ini, agar lelah ku hilang" ucap Martin dan tangannya mulai merayap ke dalam dress satin yang di kenakan Dea dan memeras dua aset kembar itu dengan pelan dan lembut.
Dea merasakan itu langsung menggigit telinga suami nakalnya itu.
"Auggk, kau nakal sekali Honey" lirih Martin dengan mata yang masih terpejam.
"Kamu yang nakal sayang, ini lagi tangan mu ini nakal sekali. Baby kita harus bangun, aku harus melihat Baby twin ku sayang" balas Dea menyibak selimut yang di kenakan mereka berdua.
Martin langsung bangkit berdiri dari tidurnya dan ia langsung menggendong istrinya dan membawanya masuk kedalam kamar mandi.
"Kita mandi dulu Baby, baru kita lihat Baby Twin. Lagian sudah ada perawat yang menjaganya" ucap Martin enteng dan sambil tersenyum
"No, Honey kita tidak akan mandi. Yang ada kita makin lama di sana" balas Dea yang sudah memberontak ingin turun tapi sayang tangan kekar Martin lebih kuat dari yang ia pikirkan.
"Satu Ronde, hanya satu ronde saja Oke. Aku akan mempercepat semuanya" jawab Martin tertawa pelan dan menutup pintu kamar mandi dengan Kakinya. Dan Martin langsung menyandarkan Dea ke dinding kamar mandi sambil mencium bibir Istrinya itu sambil meremas kedua bongkahan yang montok dan mulus itu.
Dan seterusnya kalian bisa berimajinasi sendiri. wkwkw.
__ADS_1