Life Of Dea

Life Of Dea
#53


__ADS_3

BRAKK


Suara pintu mansion Dea terdengar menggelegar diruangan tengah. Diruang tengah tampak sepi, bahkan kepala pelayan tidak ada.


"Kemana semua orang-orang disini?" tanya Kinan, menyusuri setiap ruangan dilantai dasar.


"Bi... Bibi," panggil Kinan, menuju dapur.


Dengan tergopoh-gopos seorang Koki keluar dari arah belakang menjumpai Kinan.


"Ada apa Nona" tanya Koki


"Mana kepala pelayanan, Pak Werry?" tanya Kinan, yang sedang duduk di meja makan sembari menatap Koki dimansionnya.


"Anu, anu Nona Pak Werry sedang keluar." ucapnya


"Apaa! Aku disuru datang karena ada yang gawat. Apa yang gawat??? Kalian menip,-"


Omongan Kinan terputus, karena dia melihat seorang laki-laki berstelan santai ditaman belakang. Kinan merasa familiar dengan dengan sosok tersebut.


Sesampai di taman belakang, dia tidak menemukan Jerry. Dia hanya melihat, taman belakang dipenuhi bunga kesukaan Dea.


Bunga tulip sudah ada diatas meja yang sudah tertata rapi dan diatasnya sudah ada berbagai makanan dan serta wine.


Kinan merasa ada seseorang yang mengerjakan atau memberikan instruksi kepada Koki dan pelayannya, untuk mempersiapkan ini semua.


"Koki, kemarilah" panggil Kinan kepada Koki yang menjumpainya tadi.


Kinan belum menyadari, bahwa Dea dan Jerry ada dibalik deretan meja yang ada ditaman belakang.


Mereka yang membuatkan kejutan ini untuk Kinan, sekalian makan bersama dengan para pelayanan dan Kokinya.


"Ya Nona" balas Koki


"Siapa yang mempersiapkan semua ini. Ini semua makanan kesukaan Dea dan,..-"

__ADS_1


Kinan tidak melanjutkan pembicaraannya, karena baginya itu tidak mungkin.


"Semua ini untuk Nona" balanya lagi


"Whatt! Untuk saya?!" tanya Kinan kebingungan menatap sederetan makanan dan minuman yang jumlah yang lumayan.


Kinan merogoh kantongnya, dia sedang menekan tombol phonselnya.


Tiba-tiba suara dering phonsel terdengar, Kinan mengalihkan penglihatannya kearah suara dering phonsel.


Kinan memutuskan panggilannya, dan memanggil kembali sembari berjalan kearah dering phonsel yang ada ditaman belakang.


DUAAAAARRRR


"Kakak, im coming!!" teriak Dea, yang muncul dari bawah meja tempat phonsel yang sedari tadi berdering.


Kinan terdiam, sampai phonselnya terjatuh.


"Deeeaa.." ucapnya sangat pelan


"Kakak, aku merindukanmu" bisik Dea, memeluk erat pinggang Kinan.


Kinan langsung mengendorkan pelukan Dea, dia menatap seluruh tubuh Dea dengan teliti.


Dan Kinan langsung menghujani ciumana diwajah Dea dengan kencang sambil terisak.


"Thanks Lord, dari mana saja kau anak nakal. Kau tahu aku sangat frustasi kehilangan mu"isak Kinan


"Kakak, jangan menangis. Jika kau masih menangis nanti saja."ucap Dea terkekeh pelan


"Kinan" panggil Jerry yang sudah berdiri dibelakang Dea


Kinan dan Dea langsung melihat kearah Jerry


Kinan menatap Jerry begitu lama dalam diam, dan langsung memeluknya serta memukul pelan lengan Jerry.

__ADS_1


"Abang yang jahat, kemana saja kau ha?! Kau pergi tidak kembali setelah kematian Momy, kau meninggalkan Dady, aku dan Dea masih bayi. Kau jahat, kau jahat brother" kata Kinan, menangis kencang dan memukul dada bidang Jerry.


"Maafkan aku, Maafkan aku"bisik Jerry


"Aku berjanji tidak akan pergi lagi. Sekarang waktuku untuk menjaga kalian berdua. Aku tidak mau ada kejadian seperti insiden kemarin lagi dikeluarga kita" ucap Jerry, menghapus air mata Kinan


Kinan tidak menjawab, dia hanya diam dan menganggukkan kepalanya saja.


Dea langsung menghamburkan dirinya kedalam pelukan Kinan dan Jerry.


"Jangan pernah tinggalkan aku lagi" lirih Dea pelan, dan tak terasa air matanya yang ia tahan dari tadi akhirnya lolos membasahi pipinya.


Kepala pelayan, serta pelayan yang lainnya termasuk para koki dimansion itu ikut menangis melihat mereka bertiga berpelukan sambil menangis. Meluapkan isi hati mereka sebagai raasa rindu mereka yang begitu dalam.


"Kakak ayo kita makan" ajak Dea, menarik kinan kesebuah meja yang sudah tersedia makanan kesukaannya dan disusul oleh Jerry dibelakang mereka.


❣️❣️


"Untuk semuanya, silahkan pilih mau dimana duduk dan kita makan bersama" ucap Dea kepada seluruh pelayan dimansionnya.


Mereka menikmati makanan bersama-sama sambil bercerita dan tertawa. Begitu juga dengan para pelayannya semua, mereka ikut berbagi cerita kepada majikan mereka.


Jerry tersenyum tulus melihat suasana yang sekarang, dia berharap ini semua bukan sementara tapi selamanya.


Dia sudah berjanji kembali kemansion yang sudah puluhan tahun dia tinggalkan, untuk menjaga adik perempuannya.


Meskipun mereka bertiga tidak sedarah tapi, mereka sangat menyayangi satu sama lainnya.


"Besok kita ziarah, aku merindukan mereka" ucap Jerry tiba-tiba sambil menikmati makanannya.


Dea langsung memeluknya, dan tersenyum.


"Abang tenang saja, kita akan pergi besok pagi. Aku juga merindukan Mom and Dady" ucap Dea dan Kinan hanya tersenyum lebar melihat senyuman Dea.


Jangan Lupa Like Komen Vote dan Favorit

__ADS_1


__ADS_2