
Martin berusaha melepaskan ikatan pada Dea yang terikat diatas balkon bagian belakang, Kepala Dea yang terluka banyak mengeluarkan darah hingga menetesi dilantai. Martin dan anak buahnya menurunkan Dea dan membawa kerumah sakit terdekat. Selama diperjalanan Martin dengan setia menemaninya dan menggemgam tangan Dea serta mengucapkan kata semangat dan doa yang dia ucapkan ditelinga Dea. Sementara Mike dibawa oleh anak buah Nahendra kedalam Villa sambil menunggu Ambulance datang. Martin saat ini menjerit histeris melihat dua orang yang disayang-nya terkapar tak berdaya.
Dadanya terasa sakit, perih seperti dihantam tombak kearah jantungnya, kekuatiran dan air mata Martin mengalir terus membasahi pipinya. Martin yang saat ini menahan emosinya dan tubuhnya lemas, penyesalan itu datang disaat semua sudah terjadi. Saat ini Martin hanya bisa berdoa agar Dea kuat melewati semua ini dan proses dirumah sakit nantinya. Ambulance yang membawa Dea dan Mike sudah sampai kerumah sakit terdekat, Dea dan Mike langsung dibawa ke ruang operasi untuk segera ditangani. Peluru yang berada di dada Dea harus dikeluarkan, sementara Mike mendapat tembakan di punggungnya karena menyelamatkan Martin. Saat ini Martin berdiri didepan ruang operasi dan seorang perawat datang menghampirinya.
"Mari pak biar kita obati luka Bapak" ucap Perawat sambil membawa perlengkapan untuk mengobati luka yang ada di tangannya.
Martin mengikuti perawat tersebut kedalam ruangan dan disana perawat tadi mengobati dan menjahit tangannya. Luka Martin tidak seberapa parah hanya jahitan dikaki dan ditangan kiri saja.
Begitu selesai diobati, Martin menolak untuk di impus karena dia ingin menunggu operasi Dea sampai selesai karena dia sangat ingin melihat kondisi keadaan Dea. Saat ini Martin duduk termenung didepan ruang operasi bersama dua orang anak buahnya untuk berjaga-jaga dirumah sakit.
Air mata penyesalan yang begitu dalam membasahi pipinya, "Seandainya kau tidak terluka, aku sangat yakin kau bisa menjaga dirimu jauh lebih baik dari sekarang. Ku mohon kuat dan bertahanlah agar aku bisa menebus penyesalan dan kesahalan yang ku lakukan." gumam Martin sambil menatap pintu ruang operasi yang masih berjalan.
Sementara dikediaman Niels di Los Angeles semua orang panik luar biasa setelah mendengar kabar dari salah satu anak buah Nahendra. Saat ini semua keluarga Niels yaitu Nahendra sedang menuju Paris melihat keadaan adik iparnya, Nahendra sangat kuatir, dan cemas meski pun mata-mata yang dikirim Nahendra mengatakan bahwa martin tidak terluka parah hanya saja Dea yang sempat sadar dan dijalan menuju rumah sakit langsung tak sadarkan diri kembali sampai ditangani oleh dokter.
"Bagaimana apa semuanya sudah dipersiapkan dengan baik?" tanya Nahendra dengan mimik wajah yang dingin dan datar.
__ADS_1
"Semua Aman dan Siap bos" jawab Gerald
"Kita berangkat sekarang, aku mau melihat langsung keadaan adik ipar ku dan keponakanku" balas Nahendra sambil melangkah meninggalkan ruang kerjanya.
"Papa, hati-hati dijalan" ucap Yuni sedih memeluk papanya dengan erat.
"Iya darling, kamu tenang dan bawa dalam doa semoga semua selamat" jawab Nahendra.
"Ayo Dad, aku ikut bersama mu" jawab Willi yang tidak mau membiarkan Nahendra berangkat sendiri.
Tiba-tiba pintu ruang operasi terbuka, Martin langsung berdiri dan menjumpai perawat yang keluar dengan wajah yang panik.
"Kenapa Sus?" tanya Martin dengan mengerutkan keningnya
"Kedua Pasien membutuhkan Darah yang banyak, kami sedang mengecek stok darah AB di rumah sakit ini" jawab Perawat
__ADS_1
"Berikan yang terbaik Sus, cari darah dari mana saja yang sterill, ku mohon selamatkan mereka berdua" balas Martin sambil memohon.
"Ya Pak, Permisi"
Martin terduduk lemas, dan dia menyuruh Anak buahnya mencari stok darah AB dari rumah sakit lainnya dengan cepat.
Martin tidak mau kedua orang yang berada didalam sampai kenapa-kenapa. Jika itu terjadi dia tidak dapat memaafkan kesalahannya sendiri.
Sementara Virez tidak tahu dimana saat ini, setelah kabarnya membawa Rico dari bandara Martin tidak mendapat kabar sampai sekarang.
Apakah Virez sudah membunuh Rico atau Rico yang membunuh Virez saat ini kita tidak tahu, hanya Author yang tahu. Hehe ππ
**HALLO SEMUA SELAMAT IDUL FITRI MINAL AIDIN WALFA IZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN BUAT PEMBACA YANG MERAYAKANNYA. ππ€©ππ
DAN JANGAN LUPA DUKUNGANNYA SELALU YAH β€οΈβ€οΈβ£οΈππ₯°
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN FAVORIT**