Life Of Dea

Life Of Dea
#56


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi Dea sampai kemansion, Dea dan Kinan langsung masuk kemansion sementara Jerry memilih berkeliling mansion.


"Aku langsung kekamar ya kak" ucap Dea kepada Kinan.


"Hem," balas Kinan menuju ruang keluarga karena Kinan memilih menonton siaran tv.


"Oh my God, Martin" pekik Kinan yang melihat Martin tertidur disofa ruang keluarga.


Kinan langsung berlari kearah kamar Dea, untuk memberitahu kepada Dea.


Tok..Tok..Tok


"Dea,..Dea.."panggil Kinan sambil menggedor pintu kamar Dea.


Pintu kamar Dea terbuka, dengan ekspresi cemberug dan baju dress tali satu dan diatas lutut.


"Apaan sih kak" gumam Dea masih memejamkan matanya.


"Aku masih ngantuk, semalam ga bisa tidur" ucap Dea lagi.


"Mari sini dulu, ada yang mau kakak tunjukin" ucap Kinan menyeret tangan Dea menuju ruang tengah.


"Tuh lihat" ucap Kinan, mendorong bahu Dea kedepan untuk melihat Martin yang tengah tertidur dengan jaket masih melekat dan sepatu belum dilepas.


Dea langsung melihat Kinan dan melebarkan matanya dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Dea speechless melihat kedatang Martin, tanpa kabar dan sudah berada dirumahnya.


Jerry yang baru saja berkeliling didaerah belakang mansion dan begitu masuk. Dia melihat Kinan dan menghampirinya.


"Kak-, kenapa dia ada disini?" ucap Dea masih kebingungan entah sejak kapan Martin tertidur disofa.


"Kamu bangunin gih" ucap Kinan sambil mendorong punggung Dea, agar mendekat kearah Martin.


"Aku takut kak, entar dia marahi aku" elak Dea


"Biar aku saja yang banguni" ucap Jerry yang sedari tadi melihat tingkah dan perdebatab Kinan dan Dea.


Jerry memandang lekat kearah wajah Martin yang tengah tertidur pulas. Dan langsung duduk disamping Martin, dan menyalakan tv.


"Kita nonton saja, sampai dia bangun" ucap Jerry lagi yang tidak jadi membangunkan Martin karena, Jerry tahu jika Martin tidak tidur semalaman karena menunggu jemputan helikopternya tiba ke Amsterdam.


"Jadi dia calon adik iparku?" tanya Jerry melirik Dea, Dea hanya memasang ekspresi datarnya.


Kinan melihat kearah Dea hanya senyum-senyum saja.


"Kalau bukan dia calon adik ipar, berarti kita usir sajaa,-" terpotong karena Dea langsung mencela omongan Jerry


"Jangan" teriak Dea. Dan spontan Martin langsung terbangun karena suara teriakan Dea.


Martin yang masih setengah sadar, melihat Dea berada disamping kirinya langsung memeluknya.


Dea yang dipeluk Martin tiba-tiba langsung membeku dan degub jantung yang kencang dan mematung.


"Dasar gadis nakal, beraninya kau bermalam dengan pria selain aku" gumam Martin dan Dea melebarkan matanya, dan melirik kearah Jerry yang santai menonton tv.


"Aku,. Akuu tidak pernah bermalam dengan pria lain" balas Dea yang masih terpatung dengan, perasaannya menjadi aneh karena sudah lama Dea tidak pernah dekat dengan pria lain.


Martin membuka matanya dan mendongkakkan kepalanya memandang wajah Dea yang putih dan imut.

__ADS_1


CUP


Martin mencium pipi Dea, dan detak jantung Dea makin kencang dan wajahnya sudag merah.


Kinan dan Jerry hanya diam menyaksikan sepasang kekasih yang sedang melepas rindu dengan ekspresi wajah datar. 😀😂


"Sayang, aku merindukanmu. Kehilanganmu membuatku frustasi. Maafkan aku selalu gagal menjagamu. Ku mohon jangan pergi lagi, atau kita menikah saja" ucap Martin yang bertengger dileher jenjang Dea sambil memeluk erat pinggang Dea yang ramping.


Dea hanya diam, ada rasa senang, kagum dan geli karena bulu-bulu halus dirahang Martin mengenai leher Dea.


"Lepaskan pelukannya" ucap Dea sambil menarik tangan Martin agar terlepas dari pinggangnya.


"No honey, aku masih rindu. Oia siapa pria yang menjawab panggilanku semalam" tanya Martin masih belum menyadari diantar mereka ada empat pasang mata mengawasi mereka dari tadi.


"Kamu menelpon ku? Kok aku gak tahu?" jawab Dea kebingungan dan melirik kearah Jerry


"Jadi pria jelek itu tidak mengatakannya bahwa aku menghubungimu? Bahkan dia bilang kalian ingin bermain sayang" Ungkap Martin dengan nada kesalnya.


"What!! Bermain?" pekik Dea


"Jelaskan" ucap Dea dengan ekspresi datarnya


"Jelaskan apa si Baby?? Aku kan sudah bilang, semalam aku menghubungimu tapi yang angkat laki-laki sayang" jawab Martin


Dea tidak bergeming, dan mengalihkan pandangannya kearah Jerry yang merasa aura tidak enak akan terjadi.


"JELASKAN!!!! BERMAIN APA!! teriak Dea kesal


"Baby"lirih Martin yang kebingungan


"Dia menghubungimu semalam, ketika kita bermain Dadu bersama Kinan tadi malam" ucap Jerry santai.


Martin yang mendengar suara dibelakangnya langsung menoleh kearah belakang dan baru menyadari jika ada pria lain selain dirinya dan Kinan, mereka menatap Martin dengan tangan dilipat didada mereka masing-masing dengan wajah datarnya.


"Honey, dia siapa?" ucap Martin pelan


"Abang ku" jawab Dea


"Tapi,, dirimu kan hanya punya kinan. Jangan bilang dia pria tadi malam sayang?? Kenapa dia masih disini??! " ucap Martin protes


"Karena dia emang tinggal dimansion ini" ucap Dea kesal merasa dikerjai oleh Jerry.


Dea langsung menarik Martin menuju kamar Dea. Martin yang masih bingung dengan keadaan, dan mengikuti Dea saja.


Dea dan Martin sampai dikamar dan menutup pintunya dan disaat bersamaan Kinan dan Jerry langsung tertawa terbahak-bahak.


"Kau lihat bang, mereka berdua sama-sama kaku" kekeh Kinan.


"Bukankah dia, anak terkaya di NewYork" ucap Jerry


"Hemm, mereka bertemu ketika mereka sedang liburan di Indonesia. Waktu itu Dea sedang patah hati bang dihianati kekasihnya." ucap Kinan.


"Apakah mereka saling mencintai?" tanya Jerry lagi, merasa tidak yakin jika Adiknya Dea menyukai Martin.


"Ya, mereka saling mencintai. Mereka mengeksplorisasikan cintanya dengan saling bertengkar setiap harinya" kekeh Kinan.


"What, emang ada begitu?" ucap Jerry yang semakin bingung.


"Nanti Abang lihat sendiri, mereka bagaikan Tom and Jerry" ejek Kinan sambil tertawa dan meninggalkan Jerry sendiri diruang keluarga.

__ADS_1


Jerry masih bingung, maksud dari perkataan Kinan. Menurut Jerry cinta itu saling sayang bukan saling bertengkar.


"Bukankah Tom & Jerry itu sering bertengkar? Bagaimana mereka saling mencintai" gumam Jerry sembari menatap kearah pintu kamar Dea dari lantai bawah.


❣️❣️❣️


"Kamu utang penjelasan sayang" ucap Martin duduk dipinggir ranjang, dan memeluk Dea yang duduk diatas pangkuannya.


"Aku ditolong oleh Jerry, pria yang dibawah tadi. Ternyata dia anak angkat Dady ku yang pergi semenjak Momy meninggal dunia."ucap Dea menunduk


"Sorry"lirih Martin dan mengecup kepala Dea dan mengelus pipinya"


"Dia menggantikan Bom yang melekat ditubuhku dengan Bom palsu, dan remote controlnya juga dia sudah manupulasi semuanya. Dia memilih mengikuti Rico karena, dia tahu jika yang membunuh Virez adalah Rico dan begitu juga Dady dibunuh oleh Paman ku sendiri" ucap Dea menutup wajahnya dengan kedua tangannya menutup kesedihan diwajahnya. Dea tidak ingin terlihat lemah didepan orang lain, tapi kali ini dia tidak tahan. Bahkan saat ini dia, menumpahkan tangisannya dipelukan Martin sampai ingusnya keluar.


"Sayang, lap ingusnya. Uda pada meler semua di punggung ku" ucap Martin dan Dea langsung memukul lengan Martin dengan kuat dan langsung membersihkan ingusnya yang keluar dipundak Martin.


"Sudah, kamu tidak usah malu. Kamu milikku dan hanya aku yang bisa melihatmu menangis dan hanya aku yang bisa melihat kekuranganmu" Martin merapikan anak rambut Dea yang jatuh diatas wajah Dea.


Dea langsung memeluk erat Martin, entah kenapa hatinya tenang saat berada dipelukan Martin dan rasa suka, dan kagum kepada Martin dulunya berubah menjadi rasa sayang dan rasa cinta.


Dea sudah menyakini hatinya, selama mereka tidak berjumpa Dea sangat merindukan Martin dan rindu perhatiannya.


Dea memandang lekat wajah Martin tanpa jarak bahkan hidung mereka bersentuhan.


Dea langsung mengalungkan tangannya keleher Martin dan langsung mencium bibir Martin dengan buas dan liar.


Martin yang diserang Dea secara dadakan, tidak menolak bahkan dia lebih merindukan Dea.


Mereka saling bertukar lidah, saling mengecap dan melepaskan kerinduan mereka sudah berapa lama terpendam.


Entah bagaimana mereka bisa saling menyukai dan cinta itu tumbuh begitu saja seiring berjalan waktu.


Dan ketika berpisah mereka baru menyadari jika mereka berdua sudah lama saling menyukai dan mencintai tapi ditutupi oleh keegoisan mereka masing-masing.


Hari ini mereka membuang ego mereka masing-masing.


Martin memberhentikan ciumannya dan memandang lekat wajah Dea dan mencium hidung mancung Dea dengan lembut.


"I Love you honey" ucap Martin


Dea melihat sorot mat Martin yang tulus mencintainya, mungkin ini lah takdir yang sudah diikat Tuhan.


Seperti apa cobaan yang akan menghadang mereka, mereka tetap kuat menerpa semua itu. Dea bahagia mendengar ucapan yang keluar dari bibir manis Martin.


Cup


Dea mengecup bibir Martin dan tersenyum


"Ilove you too" lirih Dea pelan dan memeluk erat Martin dan mencium leher Martin dengan lembut.


"Honey, kau jangan banyak bergerak. Nanti aku tidak bisa berhenti sayang" bisik Martin yang hasratnya sedang digoda oleh Dea.


"I Need you" bisik Dea dan langsung mencium bibir Martin. Martin tersenyum disela ciuman mereka.


"Jangan salahkan aku, aku tidak akan berhenti sampai besok pagi" ucap Martin dan langsung merebahkan Dea diatas ranjang Dea.


Dea hanya tertawa melihat kelakuan Martin yang sudah tidak sabar untuk bergulat dipermainan panas mereka yang perdana.


**Jangan Lupa Dukungannya ya 😍❣️

__ADS_1


Like Komen Vote dan Favorit


Thank You**


__ADS_2