
Dea hanya tertawa saja melihat suaminya sudah kesal. Karena kegiatan mereka diganggu oleh keponakannya yang suka sekali menjahilinya.
"Baby, ayo kita mandi. Kasihan anak kita sudah menunggu kita sayang" ujar Dea dan mengecup bibir suaminya agar tidak emosi lagi.
"Aku tahu dia pasti hanya mengganggu kita saja sayang. Karena ia tidak dapat jatah dari istrinya" ucap Martin yang sudah merajuk tingkat dewa.
Dea hanya tertawa dan merasa lucu melihat suaminya yang sedang kesal. "Kau sangat lucu jika marah Baby" ujar Dea sembari menggeleng-gelengkan kepalanya
Dea bangkit dari atas ranjang menuju kamar mandi sambil tertawa, dan menahan perutnya karena ia tertawa kencang.
"Baby kau membelanya, Haaa!" ucap Martin mengikuti istrinya dengan keadaan polos dan menepuk bokong istrinya yang padat dan putih mulus dan ia juga meremas dengan kuat dan membuat Dea memekik karena sedikit sakit dan geli karena perbuatan tangan nakal suaminya.
__ADS_1
"Stop!!!Baby, kita mandi jangan dan jangan tambah lagi. Karena semua sudah menunggu" ucap Dea dengan menatap tajam suaminya.
Martin hanya cengengesan melihat tatapan istrinya yang sangat menggemaskan itu.
"Kau sangat lucu, Honey" ucap Martin mengecup bibir tipis Dea yang sudah menjadi candu baginya.
"Yaya aku tahu itu dan kau cinta karena hal itu" balas Dea yang sudah masuk kedalam bathroom dan merendam seluruh tubuhnya dengan aroma terapi lavender favoritnya itu.
Martin masuk kedalam dan ia memijit bahu istrinya dan pelipis kepala istrinya agar lebih rileks dan agar tubuh istrinya lebih segar.
Dan hal ini sangat di nikmati mereka semuanya karena mereka selalu disibukkan dengan bekerja dan jarang ada waktu untuk keluarga dan momen ini tidak mereka lewatkan sedikit pun.
__ADS_1
Tanpa ketinggalan Dea mengabadikan setiap momen di phonselnya dan itu selalu Dea lakukan dimana pun dan kapan pun dan Dea cetak dan ia buat sebagai itu semua sebagai kenang-kenangan ketika sikembar besar nanti, sikembar akan melihat wajah kecil mereka yang sangat menggemaskan itu.
Selesai berjalan-jalan di Mall mereka masih melanjutkan perjalanannya ke wahana permainan. Di area wahana sangat cantik karena sudah malam, banyak lampu menerangi setiap sudut kota itu. Pemandangan yang sangat indah dan jarang dilakukan oleh anak mereka karena orangtua mereka sangat sibuk.
"Mom, aku mau naik kuda" ucap Aura pada Dea, Dea mendengar itu dan langsung membeli tiket masuk lalu mereka masuk kedalam bersama Siska termasuk Yuni yang sudah lama tidak menaiki wahana tersebut.
Martin yang melihat senyum dan tawa keponakannya itu bahagia, ditambah Dea dan Aura terlihat sangat senang seharian ini. Lalu Martin mengambil phonselnya dan mengabadikan gambar kedua orang yang sangat ia cintai dan sayangi itu.
Martin membalas lambaian tangan yang diberikan oleh Aura putri mereka.
"Kau tak naik?" tanya Mike
__ADS_1
"Ck, kau selalu merusak moodku" balas Martin lalu meninggalkan Mike, Willi melihat itu hanya tertawa saja.
Maaf untuk lama update karena selalu kena tolak oleh pihak NT. Jangan lupa dukungannya