
Saat ini Martin sudah diikat dengan tali, kakinya diatas sedangkan kepalanya dibawah dan yang menjadi penahannya ada sebuah troli yang mampu mengangkat beban berat.
Yuni yang sebelumnya belum pernah melihat adegan seperti itu dia lebih memilih untuk masuk kekamar putranya menemaninya belajar.
"Hai Mom, mana Dady?" tanya Gavrael yang melihatnya dengan penuh selidik
"Hemm, Dady mu ada urusan dengan Granpa diluar nanti dia akan datang kesini. Abang belajar apa?" kata Yuni mengalihkan percakapan antara anaknya karena Yuni tahu jika anaknya akan semakin penasaran.
"Lagi menggambar Mom" jawab Gavrael yang sedang mewarnai gambarnya.
"Kakak turunkan aku" teriak Martin dengan keras dan membrontak membuat tubuhnya melayang kesana kemari. Sementara dibawahnya kolam renang.
"Turunkan" ucap Nahendra pada anakbuahnya, dan anakbuahnya menurunkan tali dengan mengulurkan talinya dengan memutar troli.
Martin tahu apa yang akan dihadapinya dan dia langsung berteriak.
"No, no no,!!"
Buuuuuuurrr....
Kepala Martin tenggelam didalam kolam renang, dan Hiro melihat unclenya disiksa hanya bisa tertawa kencang. Namun beberapa menit troli kembali berputar dan mengangkat tubuh Martin keatas. Nafasnya ngos-ngosan. Dan ia melotot kearah Hiro dan Gerald.
"Kenapa bisa begini Gerald?? Awas Kau?!" bentak Martin.
__ADS_1
"Turunkan!!" teriak Nahendra lagi yang berang melihat adik iparnya yang menyalahkan orang lain pada masalahnya.
"Stop Kakaaa,-" Buuuuurrr kepala Martin tenggelam beserta badannya, Martin berusaha menahan nafasnya selama didalam air dan ia memaki-maki Kakak Iparnya dalam hati.
"Angkat" kata Nahendra kembali, ia ingin melihat kejujuran adik iparnya saat ini.
Sesampai diatas Martin berpura-pura pingsan, dan Willi yang tidak tahu sifat Unclenya merasa kuatir. "Dady, Uncle pingsan" ucap Willi yang mulai mendekat kearah Troli.
"Stop, jangan ada yang membantunya" ucap Nahendra
"Tapi, " ucapan Willi terhenti saat tangan Nahendra melayang keatas mengisyaratkan untuk tidak berbicara. Hiro menarik Willi dan membisikkan ketelinga Willi, "Dia hanya bersandiwara. Kami sudah biasa seperti ini jika melakukan yang fatal" ucap Hiro santai dan Kinan langsung menyiku perut Hiro.
"Augh Honey, aku berbicara sesungguhnya. Kenapa kau menyiku ku sayang" kata Hiro meringis pelan. Namun Kinan tak menghiraukannya dan dia masih asyik dengan rekamannya.
"Kenapa kau tak jujur, dan lebih memilih ke bar dari pada jujur kepada istrimu" kata Jerri yang sedari tadi diam dan dia sangat geram dan emosi saat ini.
"Maafkan aku, aku tidak mengira akan mabuk seperti ini karena wanita itu" lirih Martin lemas.
"Katakan dimana Istriku" tanya Martin
"Seharusnya kami bertanya pada mu, dimana istrimu?? Jam dua pagi ia datang kemari menceritakan semua kepada Yuni, dan pergi jam tiga paginya lalu pulang ke london dan dilondon kami sudah mengchek ternyata tidak ada dia disana" ucap Jerry lagi penuh dengan amarah.
"Kau bercanda " ucap Martin sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Kakak lepasin ini semua, Gerald tidak salah"
"Kenapa kau ingin memberi wanita uang?? Untuk biaya hidupnya?? Apa kau suaminya?? Jawab aku Martin" bentak Nahendra emosi
"Aku tidak ingin dia datang lagi, karena itu aku memberinya. Karena aku yakin dia mencariku hanya untuk meminta uang Kak" kata Martin merasa menyesal.
"Kamu itu bodoh dan membuatku malu, Aku kecewa terhadapmu" kata Nahendra murka lalu meninggalkannya begitu saja dengan berjalan dengan tongkatnya.
Willi langsung berlari mendekat kearah Nahendra karena ia takut mertuanya jatuh kedalam kolam renang, apalagi jalan didekat kolam sangat licin.
Martin melihat wajah Kakak Iparnya penuh dengan kekecewaan dan ia merasa bersalah karena kebodohannya yang lebih memilih minum dari pada kembali menjumpai istrinya.
"Lepaskan aku Hiro, aku ingin mencari Dea" kata Martin menatap tajam kearah Hiro.
Hiro dan anakbuahnya langsung menurunkan Martin dengan menjeburkannya kedalam kolam tanpa membuka ikatan dalam tubuhnya.
Hiro mengajak Kinan masuk kedalam mansion dan meninggalkan Martin yang berusaha bangkit dan berusaha berenang namun tidak bisa. Jerry melihat semuanya telah pergi, ia langsung menjeburkan dirinya menyelamatkan Martin dan membawanya dan mengangkatnya kepinggir kolam, lalu ia membuka ikatannya dan berkata "Jika kau tidak menemukannya dalam dua hari, lihatlah aku akan membuatmu tidak melihatnya lagi selamanya" ancam Jerry.
Martin hanya diam saja dan mengatur nafasnya, lalu ia bangkit berdiri dan menolong Gerald yang masih bergelantungan disana.
"Kau sangat payah kawan" kata Martin, "Tuan, sudah tahu dari Nona Yuni Tuan. Saya tidak bisa mengelak lagi" lirih Gerald yang sedang membuka ikatan pada kakinya.
Jangan Lupa Dukungannya
__ADS_1