Life Of Dea

Life Of Dea
#33


__ADS_3

Sudah dua minggu Dea dirawat dirumah sakit perlahan lukanya mulai sembuh tinggal luka jahitannya yang belum kering dengan sempurna. Dea saat ini masih dilema dan risau karena sampai saat ini mereka masih belum menemukan Virez, GPS cincin Virez ada di Pantai tempat lokasi penyekapannya dan disana sudah diperiksa tidak menemukan apa pun.


Dea yakin bahwa Virez saat ini dalam bahaya tidak biasanya dia seperti itu. Dia hanya termenung sampai Martin masuk keruangannya dia tidak menyadarinya.


"Apa yang kau pikirkan?" ucapnya sambil duduk didekat Dea dan memandang lembut wanita yang ada dihadapannya saat ini.


"Apa kau tidak bosan selalu menjaga ku? Apa pekerjaanmu tidak ada? Kau membuat ku risih!!" ucap Dea tersenyum sinis


"I hope, all the time could be with you" tegas Martin


"Ck, jangan harap. Kau hanya pria pecundang yang tidak bertanggung jawab" ucap Dea kesal karena Martin selalu berada didekatnya.


Martin mendengar ucapan Dea membuatnya tersenyum, baginya ucapan Dea utarakan tadi adalah bahwa Dea ingin dirinya bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.


"Baiklah aku akan bertanggung jawab penuh atas hidupmu dan tubuh mu. Mari kita menikah saja" ucap Martin dengan entengnya tanpa beban.

__ADS_1


Tapi Dea hanya bergedik ngeri bahwa pria dihadapannya memiliki kepercayaan dilevel yang sangat tinggi. Dea hanya menggelengkan pelan kepalanya karena melihat Martin tersenyum tulus padanya dan mengusap kepalanya.


Dea tertawa kencang sambil memegang perutnya dan membuatnya sedikit meringis karena dia tertawa kencang membuat luka tembakannya menjadi sedikit sakit.


"Apa kau tahu, kau pria yang paling narsis didunia ini. Kau tahu bahkan tingkat kepedeanmu berada dilevel teratas karena kepedeanmu." ucap Dea sambil tertawa dan membuat air matanya keluar sedikit disudut matanya karena senangnya.


"Hemm, aku memang memiliki keberanian yang tinggi dan kepercayaan dan keyakinan diri ku sangat kuat. Kau wanita pertama kali dihidupku yang ceroboh" ucap Martin dengan menyilangkan kedua tangannya diatas dada bidang miliknya.


"Berbicara dengan mu tidak akan ada habisnya" ketus Dea kesal dan menekuk wajahnya.


Martin melihat tatapan Dea sangat serius akhirnya mengiyakan.


"Katakanlah!"


"Tolong temukan Virez, aku tidak akan tenang jika dia tidak ditemukan. Aku punya firasat buruk pasti sudah terjadi yang bahaya terhadapnya. Kamu mau kan??" ucap dea sambil memohon kepada Martin, karena saat ini hanya Martin yang dapat menolongnya karena kondisinya masih belum pulih total.

__ADS_1


Dan keberadaan pamannya juga belum ada yang mengetahui bagai ditelan bumi mereka semua menghilang dan kali ini firasatnya bukan pamannya yanh ketangkap melainkan Virez yang sudah tertangkap.


"Baiklah, sebelum kau memintanya aku sudah melakukan pencarianya dan ini sudah lama ingin ku katakan padamu, tapi ada salah satu CCTV yang menemukan lokasi mereka tapi setelah dicek ternyata tidak ada disana. Kau benar mereka kena sandra oleh suruhan pamanmu." ucap Martin


Dea cukup terkejut mengetahui fakta yang baru saja dia dengar dari mulut Martin, dia hanya menggelengkan kepalanya.


"Apakah kau melihat Virez??"


"Iya dia membawa pamanmu menuju markasnya, tapi aku menemukan CCTV dari Dash Cam salah satu unit mobil yang sering terparkir didekat area markasnya dan disana aku melihat mobil camper van berhenti disitu setelah satu hari mereka menangkap pamanmu dan membawa lima orang yang di ikat dan ditutupi tapi aku perhatikan mereka semua tidak ada memakai cincin mereka seperti ucapanmu kepada Kinan tempo hari untuk melacak di gps cincinnya." ucap Martin sambil memandang manik mata Dea dengan lekat.


Dea bungkam dan jari telunjuknya berada dibawah dagunya sambil mengelus pelan dagunya. Dea berfikir kenapa mereka semua tidak pakai cincin dan tiba-tiba mereka berdua melebarkan bola matanya.


"PENGHIANAT" ucap Martin dan Dea bersamaan.


Jangan Lupa Like Komen Vote dan Favorit

__ADS_1


__ADS_2