
"Kenapa minggu lalu kau menolak ku" ucap Mike yang saat ini sedang ditaman belakang dan memeluk Lilianna dari belakang.
Lilianna gugup, dan jika ia bisa jujur dia bahkan belum pernah berpacaran karena kedua orangtuanya sangat protektif masalah hubungan percintaan, mereka takut jika putri mereka salah arus.
"Aku melihat Kakak sepupu ku tidak terlalu menyukaimu, karena itu aku mengubur rasa suka ku, tapi semakin aku menghindar kau selalu hadir dalam mimpi dan pikiran ku. Aku rasa itu cukup dijadikan alasan jika aku menyukaimu." jawab Lilianna memandang lekat Mike.
Mike langsung menangkup kedua pipi Lilianna dan mencium bibir Lilianna dengan lembut.
Mike menyatukan kening mereka dan memandang lekat manik mata yang warna kecoklatan itu "Setelah aku mencium mu apa yang kau rasakan" tanya Mike dengan nafas yang sangat besar.
"Aku, aku menginginkan lagi dan jantung ku berdetak kencang" jawab Lilianna terpesona malu karena Mike tersenyum melihat wajahnya yang kemerahan itu.
Mike langsung menyambar bibir Lilianna dan mengelus punggungnya dengan lembut.
Hemmm
__ADS_1
"Kalian akan lanjutkan setelah menikah" ujar Willi yang datang dengan sengaja mengganggu Mike.
"Ck, kau selalu menggangguku. Kau sendiri bahkan lebih bejat dari ku. Kakak ku duluan kau hamili dan kau tinggalin, aku heran kenapa Kakak ku sangat mencintai mu " ujar Mike kesal karena acara kemesraannya diganggu.
"Tapi aku tetap mencarinya dan menikahinya" jawab Willi tegas
"Yaya,, kau maha benar. Memang susah jika mantan playboy menjelaskan jika ia sudah berubah." kata Mike menarik tangan Lilianna pergi dari taman belakang dan meninggalkan Willi disana sendirian.
"Honey, Mike kenapa wajahnya kesal itu. Kalian ribut lagi?" tanya Yuni yang datang ketaman belakang karena mendengar suara abang sepupunya sedikit berteriak.
"Aku hanya mengerjai mereka, tapi tak ku sangka jika ia sangat dendam pada ku" ungkap Willi tertawa
Yuni beranjak dari sana meninggalkan Willi dan Willi mengejar Yuni
"Honey, tunggu aku" teriak Willi
__ADS_1
"Tutup pintumu Yun, biarkan dia tidur diluar malam ini. Dia sudah membuat ku kesal" kata Mike yang bergabung dengan Martin dan Dea diruang tengah.
"Tenang saja Kak, dia akan puasa selama satu bulan karena telah mengerjai Kakak ku"
Mike tersenyum menyeringai, dan ia menjulurkan lidahnya kearah Willi.
"Kau, awas kau" ujar Willi geram pada Mike.
Martin melihat tingkah keponakannya hanya menggelengkan kepalanya.
Willi mengekori Yuni sampai didepan pintu Yuni langsung menutup Pintunya "Honey, kau bercanda bukan??!" teriak Willi sambil mengetuk pintu kamar mereka. Willi terus mengetuk pintu kamar dan jangan tanya orang-orang dibawah sana termasuk Mommy Willi tertawa karena menantunya menghukum putranya yang suka berdebat dengan Mike.
Ceklek pintu terbuka namun bukan Yuni keluar melainkan bantal dan selimut yang terdampar diwajah Willi lalu pintu tertutup. "Honey, jangan begini. Kami hanya bercanda sayang. Buka pintunya Baby, aku rindu calon bayi kita Honey" teriak Willi.
Mike tertawa keras karena Willi dihukum adiknya. Baginya itu sudah cukup membalas karena Willi sudah mengganggu acara ciuman dirinya dengan Lilianna.
__ADS_1
Tiga hari telah berlalu, Mike dan Lilianna menikah di Hadapan Nahendra didalam kamar Nahendra mereka mengucapkan janji suci dan yang datang keacaranya hanya pendeta kedua orangtua Lilianna. Orangtua Lilianna sangat bahagia karena putrinya sudah menikah dan mereka akan melaksanakan pestanya setelah Nahendra sembuh dan bisa duduk diatas kursi roda kembali. Mike ingin Unclenya harus menghadiri pesta pernikahannya.
Martin dan Dea sangat bahagia keinginan Nahendra terwujud. Jadi tanggung jawab Nahendra sudah tidak ada, dan ia bisa pergi dengan tenang pada waktunya nanti.