
keesokkan harinya kinan sudah diperbolehkan untuk pulang, sementara dea sedang membayar administrasi selama kinan dirawat dan menebus vitaminnya. hiro sudah menawarkan dia akan membayar semuanya tapi dea menolak karena bagi dea, hidupnya tidak boleh berutang budi pada siapa pun dan terlebih alasan yang paling dia tidak bisa menerima tawarannya adalah karena martin.
"De, kamu masih marah sama ku" lirih kinan. dea yang sedang sibuk mengepakki pakaian kinan kedalam koper akhirnya dia memberhentikan pekerjaannya tersebut dan menoleh kearah kinan kakak angkat, dea menatap tajam mimik wajah kakakny karena dea heran kenapa hiro yang merupakan orang asing melakukan apa yang dia mau tapi kakaknya tidak membantah bahkan wajahnya malu-malu macam kucing kitty miliknya.
"why you loot at my eyes"
"you love him??"
kinan langsung mengalihkan pandangannya begitu dea bertanya tentang cinta padanya, dan kinan menunduk malu dihadapan dea. dea akhirnya beranjak dari sofa menuju tempat tidur kakaknya dan memegang tangannya dan tersenyum.
"Jika kakak menyukainya, kita bisa bermalam dirumah Uncle nya supaya kakak tau seperti apa hiro dan keluarganya" ucap dea sambil mengelus punggung kinan dengan lembut.
"Yaah aku menyukainya sedikit" balas dea sambil tertawa pelan dan memperlihatkan lesung pipinya.
"eemmm kakak jika dia bisa membuatmu bahagia aku akan bahagia sekali" Tegas dea memeluk erat kakaknya.
"makasih sayang, kamu adalah adikku satu-satunya dan keluarga ku jangan pernah pergi dan mengusirku dari hidupmu" ucap kinan
PLakkk
"Auuugh sakit" lirih kinan sambil mengelus lengan tangannya.
"kakak jangan pernah bicara seperti itu, kamu itu Kinan Flow Axton mengerti..!!" gumam dea kesal sambil mengerucutkan bibirnya yang mungil itu.
"ayo kita pulang kak" lanjut dea lagi sambil menggeret koper kinan dan sambil menggandeng tangan kinan dan meninggalkan rumah sakit menuju hotel. Mobil yang ditumpangi dea dan kinan kini melaju menuju salah satu hotel yang berada di los angeles. selama diperjalanan dea hanya diam saja memikirkan kakaknya, dea lebih muda dari kinan tapi pemikiran lebih luas dari pada kakaknya, karena IQ nya diatas rata-rata.
dea yang sering mengalahkan klien-nya dalam berbagai tender atau pun proyek besar dan dulu disekolah dia dijuluki si kutu buku karena kerja-nya hanya belajar dan belajar. mungkin karena orangtuanya sudah tidak ada itu membuat-nya mandiri dan kerja keras tapi dia seorang gadis rapuh, dia mampu menyembunyikan kesedihan-nya dengan keangkuhan-nya.
kinan enggan membuka pembicaraan karena dia tau sudah merepotkan dea karena kesehatan-nua tidak dijaga dan juga dia terlalu mudah percaya pada oranglain yang tidak dia kenal sampai membuat dea harus turun tangan menjumpainya langsung.
__ADS_1
Mobil mereka berhenti didepan lobi hotel, dan dea langsung keluar dan menyuruh supir membawa koper kinan ke kamar mereka.
"kakak mandilah duluan, biar aku pesan makan malam kita. apa kakak makan dikamar atau direstoran hotel ini??? atau dirumah Hiro" ucap dea sambil tersenyum geli.
kinan langsung menutup wajahnya karena malu, "jangan bikin aku malu dea, apa aku kelihatan banget ya menyukainya" balas kinan yang sedang duduk di sofa kamar hotel tempat mereka.
"bangett, wajah mu merah macam tomat campur cabe" ledek dea sambil tertawa keras.
saat dea tertawa tiba-tiba hp-nya berdering dea langsung mengeluarkan hp-nya dari dalam tas-nya nomor baru muncul di Handphone-nya.
"hallo, siapa ini"
"hallo maaf mengganggu malamnya nona axton, saya direktur Dimitri Crop apa proposal kami sudah diterima?"
"oh iya saya sudah membacanya, dan kami sangat berharap perwakilan perusahaan anda bisa datang keperusahaan kami atau bapak dimitri sendiri jika bisa langsung kita berjumpa membahas proyek kerja sama kita ini" balas dea yang tidak tahu jika yang meneleponnya adalah pria yang sangat dia benci.
"baiklah lusa saya sudah berada dilondo, kita akan berjumpa"
"maaf, jika boleh tahu Nona Axton sedang berada dinegara mana, bukankah lagi dilondon?" tanya martin kepo karena martin sedikit menyukai profil dea yang masih muda tapi sudah menjadi sukses tanpa di dampangi orangtua-nya.
martin tau jika tuan axton sudah lama meninggal dunia, dan dia tahu tentang perusahaan dan keluarga mereka karena dia pernah dibawah oleh nahendra ke mansion axton jika kakak ipar-nya ada kunjungan ke london.
"saya sedang ada urusan pribadi di Los Angeles tuan dimitri mengurus cabang perusahaan kami yang ada di sini."
"Waiitt, Los Angeles!!! teriak martin dan saat itu juga martin sadar karena ekspresinya berlebihan. Maaf Nona jika waktu anda terganggu apakah kita bisa bertemu, saya tinggal di Los Angeles dan perusahaan kami juga berada disini, saya pikir anda lupa perusahaan kami dimana' balas martin
dea menyadari kesalahannya dan dea langsung menepuk jidatnya dan melihat kearah kinan dan kinan pun bingung karena mode panggilan dea sedari tadi tidak menggunakan loudspeaker.
"Maaf tuan Dimitri, saya kurang enak badan makanya saya tidak fokus, bagaimana besok saja kita bertemu saya akan memberi kabar besok kepada anda dimana kita akan bertemu" ujar dea jujur
__ADS_1
"Baiklah, terima kasih Nona selamat malam" ucap martin disebrang sana sambil tersenyum.
Yuni dan Nahenra melihat adik ipar atau pamannya senyum sendiri mereka saling saling pandang dan mengangkat kedua bahu mereka.
"paman siapa wanita itu" tanya yuni yang penasaran apa yanh membuat mood pamannya tiba-tiba berubah karena tadi saat dia sampai di mansion martin marah-marah tidak jelas.
"Mungkin KunTi Anak" Jawab Nahendra sambil membaca majalah.
"kakak!!! teriak martin kesal
"dia itu wanita muda dan masih muda tapi dia sudah sukses, dia putri tuan axton kau ingat kakak ipar??! tanya martin
"Oh iya!! Kau menyukainya??? bagaimana bisa??? seharusnya dia menjadi anakmu bukan pacarmu." ledek nahendra
"aku hanya mengagumi-nya kak, mana mungkin dia mau dengan ku sementara aku sudah tua dan dia masih muda dan pasti banyak pria yang masih muda dan lebih kaya akan mengincar-nya. aku hanya sebatas kagum saja" balas martin sendu
Yuni melihat pamannya sedih, langsung menghampiri pamannya dan memeluknya.
"paman cinta itu tidak mengenal usia, lihat aku dan willi kami bersatu kenapa paman tidak bisa ??? Rebut hatinya paman, aku yakin paman akan mendapatkannya." Tegas yuni
"kau memang keponakanku yang paling baik dan paling mengerti perasaan pamanmu tidak seperti papa mu yang tidak pernah mengerti tentang paman" balas martin sambil berkacak pinggang
"Ck, dasar pria tua sukanya dengan bau kencur, ku pikir kau menyukai sesama bangsa mu martin" ejek nahendra yang tidak mau kalah dan paling suka membuat adik iparnya marah.
"Kakak ipar, kalau kau meledek aku terus aku tidak akan membantu mendorong kursi roda mu lagi" Ucap martin kesal dan beranjak menuju kamarnya"
"aku akan mencoba saran keponakanku, menyelam sambil minum susu"gumam martin pelan dan senyumnya makin merekah membanyangkan pertemuan mereka nantinya karena dia ingin melihat putri axton yang dulu masih belita sekarang sudah menjadi anak gadis apa dia tumbuh menjadi cinderella, aah banyak hal yanh dibanyangkan martin untuk perjumpaan mereka besok tapi sayang sekali martin tidak membayangkan bagaimana jika dea itu adalah putri tuan axton dari london. wanita yang bikin dia naik pitam dan marah.
Jangan Lupa Like Komen, Vote dan Favorit ❣️
__ADS_1