
Disebuah taman yang luas dan sangat indah, ditumbuhi berbagai macam jenis bunga dan berbagai macam pohon buah tumbuh di taman itu.
Disana ada satu keluarga yang tertawa bahagia, melepaskan kerinduan, dan saling berbagi dengan nuansa berpakaian putih. Dia adalah Keluarga Herry Chord Axton , Quen Caitlyn Watson dan seorang Putri tunggal mereka yaitu Caitlyn Deanada Axton mereka tampak sangat berbahagia dengan keluarga yang sempurna.
"Mom, Dad I love you so much" dea mencium pipi momy dan Dady-nya, mereka berpelukan memberi kasih sayang dan Dea tidak ingin momen ini berhenti dan hilang begitu saja.
"We love you Darling" ucap Herry sambil memeluk Putrinya dan Istrinya.
Quen melihat putrinya sudah tumbuh besar menjadi seorang gadis yang cantik dan pintar, senyuman diwajahnya tak pernah luntur sampai menjelang sore hari.
"Sayang, Mom Dad mau pulang dulu" ucap Quen sambil mencium kening Dea putri tunggalnya.
"Aku ikut" rengek Dea sambil memeluk lengan Dady-nya dan menyandarkan kepalanya ke dada bidang milih Dadynya.
"Tidak bisa, karena seseorang sudah menunggumu sesadari tadi" balas Quen
"Who's waiting for me Dad?" tanya Dea
"Look at that" ucap Dady-nya sambil mengarahkan tangan dan jari telunjuknya agar Dea bisa melihat siapa yang dimaksud oleh Dady dan Mommya.
Dea melihat kearah yang ditunjuk oleh Dady-nya ada seorang pria mencarinya dan berteriak memanggil namanya dengan keras. Dea langsung mengalihkan pandangannya kearah Dady-nya dan mengehembuskan nafasnya.
__ADS_1
"Aku tak mau dengannya Dad, aku tak mengenalnya" balas Dea yang memeluk Dady-nya dengan kesedihannya.
"Nak, pulanglah! Lakukan tugasmu sebagai anak untuk kami berdua orangtuamu sayang. Ingat pesan Dady, kamu harus kuat melawan dunia ini." ucap Dady-nya sambil mengendurkan pelukan putrinya
"Mom, jangan tinggalkan aku" rengek Dea
Tapi Momy-nya seakan tidak mendengarkan ucapan putrinya itu. Mereka berjalan jauh dan Dea hanya menangis menyebut nama mereka.
"Dad! Mom! Aku ikut" tangis Dea sambil mengejar kedua orangtuanya.
Sampai akhirnya Mommy-nya melambaikan tangannya kepada Dea dan tersenyum, sementara Dea hanya teriak seakan kakinya lumpuh tidak bisa mengejar kedua orangtua mereka sampai akhirnya dia mendengar suara seorang laki-laki memanggil namanya.
Perlahan-lahan Dea membuka kedua matanya, dan menutup kembali dan mengatur nafasnya dan membuka kedua matanya kembali. Dan Dea merasakan kepalanya sakit dan badannya remuk tapi tidak bisa digerakkannya.
Dea melihat sekitarnya karena dia melihat kebawah ada lantai Villa yang dia datangi tadi, dia berusaha mengingat apa yang terjadinya kenapa sampai dia diikat dan mulutnya tertutup.
Dimana pamannya terakhir kali menyeret tubuhnya dengan menarik rambutnya. Dan membenturkan kepala Dea ke dinding, tapi Dea masih sadar dengan kepala yang sudah berlumuran darah dia berusaha bangkit, kemudian pamannya mengarahkan jempol gangan Dea memberi stampel dengan tinta darah Dea sendiri ke surat perpindahan nama atas saham dan harta lainnya milik Papa Dea dan setelah itu pamannya menendang dengan keras perut Dea sampai Dea tersungkur ke bawah tangga dan pingsan.
"Ikat dia dan gantungkan!" ucap Rico kepada anak Buahnya lalu dia melarikan diri dari belakang menuju bandara.
Dea saat ini di ikat dibelakang Villa dan digantungkan dimana kakinya diatas dan tangannya pun terikat kuat membuat pergelangan tangannya perih dan sakit bahkan sangat sakit.
__ADS_1
Dea berusaha lepas dari ikatan tersebut tapi tetap tidak bisa. dan Dia mendengar kembali seorang pria memanggilnya, itu bukan suara pamannya tapi itu suara pria yang sangat familiar yang Dea ingat.
"Hem,...Hemm,....Hemm.,..." teriak Dea tapi karena mulutnya disumbat oleh plaster jadj suaranya tidak terndengar.
Dea berushaa membuka tali ikatan tangannya tapi dia tidak bisa juga membukannya.
"Dea!Dea!" ucap Martin kembali sambil mengelilingi Villa tapi tidak menemukan Dea.
Sementara Rico melarikan diri keluar Negeri yaitu Rusia. Tapi sayang dibandara dia ditangkap oleh Virez dan anak buahnya.
Martin masih berusaha mencari keberadaan Dea bersama para penjaganya. Dan akhirnya salah satu penjaga-nya menemukan darah banyak dilantai dasar di belakang rumah.
"TUAN! TUAN!" teriak anak buah Martin
"Ya, ada apa?
"Nona Dea disini Tuan!" teriak anak buah Martin.
Martin berlari menuju dapur melihat keadaan Dea, ternyata Dea tergantung dibelakang dengan wajah ditutupi oleh darahnya sendiri.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN FAVORIT
__ADS_1