Life Of Dea

Life Of Dea
#74


__ADS_3

Sekilas Tentang Mike Liliana


Selama diperjalanan Mike terlihat gelisah dan sedikit kesal mengingat raut wajah tidak suka suami sepupunya itu. "Cih.." Mike berdecak kesal kepada Willi.


"Robert, apa aku tidak bisa mendapatkan kebahagian atau wanita yang baik menjadi pendamping hidupku?" tanya Mike kepada supir sekaligus asistennya.


"Jika saya diizinkan kasih saran, lebih baik Tuan menunjukkan keseriusan Tuan untuk berubah dan selalu berbuat baik pada semua orang baru anda mendekati Nona Liliana" ujar Robert sambil melirik kebelakang melihat Bosnya yang sedang memainkan phonselnya.


Mike tidak menanggapi ucapan sekretarisnya itu, tapi dia akan memikirkannya lagi saran dari sekretarisnya itu, ada baiknya juga dia mengikuti ucapan Robert tersebut.


Sementara didalam kamar hotel Martin dan Nahendra sama-sama melihat keluar hotel dari lantai 10, mereka sama-sama masih enggan membuka percakapan mereka lebih dulu.


"Kak,.. Jangan pikirkan tentang Mike, Mike pasti bisa meyakinkan Willi jika memang Mike benar-benar menyukai sepupu menantumu." kata Martin memegang pundak Kakak iparnya.


Nahendra masih tetap menatap lurus, bukan itu yang ia pikirkan. Ia hanya takut jika Mike menyakiti Liliana, dan itu akan buat semua orang terluka termasuk Nahendra sendiri.

__ADS_1


"Hemm, aku akan bicara dengannya nanti" jawab Nahendra masih setia dengan posisinya duduk diatas kursi rodanya, menatap langit biru yang cerah.


Dea saat ini sedang bersama Yuni dan Gavrael berserta Kinan, mereka asyik bermain dengan Gavrael. Dea tidak ingin membasah permasalahan tadi dengan Yuni, Dea sangat menjaga perasaan orang lain dan Dea ingin Yuni nyaman bergabung dengannya serta Kinan.


"Gavrael, cucu Grandma paling ganteng. Sini peluk cium Grandma" kata Dea yang duduk diatas sofa sementara Gavrael sedang melompat-lompat diatas ranjang dan Yuni, Kinan berada dipinggir ranjang menjaga Gavrael agar tak jatuh.


"Grandma litle, i'm coming" teriak Gavrael dan langsung berlari dan melompat, Dea langsung sigap berdiri dan mendekat kearahnya lalu menangkap Gavrael jika tidak pasti dia akan terluka.


"Raeeelll, jangan bikin Momy kuatir sayang" bentak Yuni hampir saja jantungan karena tiba-tiba Gavrael berlari dan melompat dari atas kasur kearah Dea berada


Gavrael menoleh kearah Yuni dengan wajah sendunya "Sorry Mom, i'm so sorry Mom" ucap Gavrael tulus yang berada digendongan Dea.


Tok Tok Tok


Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian mereka berempat, pandangan mereka menoleh kearah pintu yang sudah terbuka ternyata yang datang Liliana yang sedari tadi pergi bersama Willi keluar hotel.

__ADS_1


"Hai, kamu sudah datang. Willi mana?" tanya Yuni melihat kearah belakang Liliana.


"Dia langsung kekamar om Nahendra Kak" balas Liliana langsung mengambil ahli Gavrael dari gendongan Dea.


"Apa kamu dimarahi?" tanya Dea penuh selidik


"Tidak, hanya Willi menasehati ku untuk tidak terlalu dekat dengan Mike" jawab Liliana.


"Jika kamu suka, kamu selediki dulu siapa yang kamu sukai dan apakah dia benar-benar menyukai mu juga" jawab Dea.


"Aku tidak melarang, hanya kasih pandangan saja. Mungkin aku paling muda diantara kalian semua hanya jika aku ingin mencintai seseorang aku akan menyelidikinya terlebih dahulu dan aku akan berteman agar aku tahu jika yang ku sukai itu memang pantas bersanding dengan ku" jelas Dea menatap kearah Liliana.


"Baiklah, semua nasehat dan saran kalian akan ku pikirkan. Emang secara fisik aku menyukainya namun hatiku belum" jawab Liliana.


"Baguslah, meski pun dia abangku. Dia mempunyai masa lalu kelam. Ku harap kau bisa bersikap lebih dewasa karena jika diantara kalian terluka atau saling melukai. Bukan hanya kalian berdua terluka tapi semuanya" tegas Yuni menimpali.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya


__ADS_2