
Dea saat ini sedang dalam penyamarannya menuju Belanda dengan menaiki kapal laut, karena dia tidak ingin ada yang mengetahui keberangkatannya kali ini.
Saat ini Dea sedang berada kapal laut menikmati angin laut yang kencang dan menusuk tulang putihnya. Dea mengabari Kinan jika dia ada kerjaan diluar dan sedikit jauh dari kota. Setelah mengirim pesan tersebut Dea langsung mematikan ponselnya agar tidak terlacak.
Dia memilih kelas bisnis dan perjalan masih jauh London-Belanda akhirnya Dea memilih istirahat dikamar yang telah disediakan oleh pihak kapal.
Kinan baru saja keluar dari meeting menuju ruangannya, dan duduk di kursi kebesarannya dan melihat hp -nya.
"Oh my, Dea kau dimana" gumam Kinan langsung menghubungi Dea tapi nomor ponselnya tidak aktif.
Kinan akhirnya meminta tolong pada Hiro melacak nomor Dea ada dimana saat ini karena Kinan merasa ini ada kaitannya dengan Paman mereka.
Hiro yang mendapat kabar dari Kinan tentang Dea, dia langsung menghubungi anak buahnya mengikuti Dea kemana perginya dan melacak terakhir kalinya dia ada dimana serta CCTV sudah menembus dan Dea terlihat diatas kapal.
Hiro langsung memberitahukan kabar itu kepada Kinan dan Kinan segera menyusul Dea beserta anak buah Dea dan kepercayaan Dea menghubungi kumpulan organisasi mereka untuk mengikuti Dea saat ini karena, mereka yakin ini ada sangkut pautnya dengan Rico paman Dea.
Beberapa anggota mafia yang dendam dengan Rico langsung bergerak dan mengetahui tujuan kapal tersebut ke Belanda dan mereka menyamar agar Dea tidak mengetahuinya.
__ADS_1
Dea saat ini tertidur pulas sampai tidak mengetahui sudah banyak mengikutinya dan pihak Rico sudah mengintainya.
Martin mendengar kabar itu marah, emosi dan kesal terhadap Dea, berulang kali dia menghubungi tapi sayang nomor ponsel Dea tidak aktif. Hiro sudah menyusul Kinan memakai jet pribadi langsung menuju Negera Belanda. Martin tidak bisa menyusul karena kondisinya masih tidak memungkinkan.
Nahendra melihat adik iparnya yang cemas dan uring-uringan membuatnya kesal.
Tok
"Aauhk" teriak Martin dan melebarkan matanya
Nahendra langsung melebarkan matanya karena mendapat tatapan tajam dari Martin.
"Kau masih memungkirinya, bahwa kau tidak menyukainya?" tanya Nahendra sambil berkacak pinggang
"Kenapa jadi kita membahas aku, seharusnya kita menyelamatkam Dea Kak, dia pasti dalam bahaya." balas Martin
"Ck, jangan alihkan pertanyaan ku" bentak Nahendra
__ADS_1
"Aku tidak tahu, aku tidak mau dia terluka, aku tidak mau dia kenapa-kenapa, dan aku merindukannya" kata Martin membaringkan tubuhnya dikasurnya kembali sambil memijit kepalanya yang ditokok pakai tongkat Nahendra.
Sementara didalam kapal Dea sedang menikmati rokoknya dan wine-nya di bar dalam kapal. Dea memakai topi dan jaket tebal serta kacamata dan softlens mata agar orang-orang tidak mengetahuinya.
Tapi Dea tidak sadar bahwa anak buah Martin yang sudah diutus selalu menjaga Dea dari jauh sedang berada disampingnya sambil menikmati winenya tanpa bertegur sapa dengan Dea.
"Hallo cantik, mau berkencan dengan ku" ucap pengunjung bar yang merupakan penumpang kapal.
Dea hanya mencebik dan memicingkan matanya tanda tak suka. "Aku ingin sendiri, jangan mendekat" ucap Dea dingin.
Dan pria itu langsung pergi setelah memegang pundak Dea. Dea karena kesalnya meninggalkan minumannya yang tak habis diminum, lalu dia menuju kamarnya dan anakbuah Martin mengikutinya.
Dea merasa ada yang mengikutinya akhirnya mengelabui orang tersebut karena dia tidak tahu siapa yang mengikutinya.
"****" maki anak buah Martin yang kehilangan jejaknya.
Saat anakbuahnya kembali kearah kamar Dea, untuk memastikan Nona mereka selamat tapi dilorong yang agak sepi dengan menodongkan pistolnya.
__ADS_1
"Who are you" bentak Dea
Jangan Lupa Like Komen dan Vote