Life Of Dea

Life Of Dea
#112


__ADS_3

Seminggu setelah kejadian insiden tersebut, Kinan berubah dingin terhadap Hiro, karena Kinan memang ingin jauh dari Hiro. Memang benar dia sudah jatuh hati pada Hiro bahkan jiwa nya sudah di ambil oleh Hiro. Hanya Kinan menutupinya dengan kesalahan yang sudah di buat Hiro dengan membohonginya.


Hiro dan Unclenya Martin masih tetap mencari keberadaan Dea, Martin berharap dirinya dapat menemukan calon istrinya itu kembali. Namun kali ini Hiro tidak bersemangat karena Kinan sudah seminggu mengabaikan telfon dan pesan darinya.


“Kenapa “ tanya Martin pada Hiro yang saat ini Hiro mengantar Martin ke bandara karena Martin mendapat kabar jika Dea ada di sana.


“Kinan mengabaikan ku. “ desah Hiro sambil memandang ke depan dan sembari menyetir


“Apa kau mau ku kasih saran??” ujar Martin tersenyum liciknya


Hiro langsung memandang lekat manik mata Uncle nya itu, dan Hiro sedikit curiga dengan tatapan dan senyuman Uncle nya itu saat ini. Perasaannya tak enak, namun di saat Martin bergeser dan menaikkan sedikit bokongnya dan memajukan wajahnya ke samping Hiro dan seketika itu juga Hiro membulatkan matanya lebar-lebar dan menggertakkan rahangnya dengan keras.


Entah apa yang di katakan Martin membuat Hiro begitu marah dan emosi.


Setelah mereka sampai di bandara, Hiro memarkirkan Mobilnya dan lalu memberikan kepada petugas penjaga parkiran dan membuat Martin mengernyitkan dahinya.


“Kenapa kau meninggalkannya? Jangan bilang kau akan langsung setelah ini?” ungkap Martin penuh dengan keyakinan.

__ADS_1


" Hemm.,. aku akan langsung terbang setelah Uncle terbang” jawab Hiro tegas dan senyum sombongnya itu.


Martin hanya tertawa pelan sambil menepuk punggung Hiro karena, ia sama sekali tidak menyangka jika sarannya akan langsung di praktekkan oleh Hiro, keponakannya Abang Iparnya itu.


“Semangat dan semoga kau berhasil. Jangan lupa awalnya pelan-pelan agar di tidak trauma” balas Martin tersenyum licik dan tertawa lalu Martin meninggalkan Hiro yang masih berdiri setia di sana menunggu Heli Unclenya itu berangkat.


Setelah selang satu jam, Hiro langsung berangkat ke london menjumpai Kinan dengan rencana yang sudah ia susun di dalam benaknya sendiri dan tidak ada yang boleh tahu karena ini sangat menyangkut harga diri dari kedua nama keluarga yang cukup terkenal di manca negara dan di dunia bisnis.


Ke esokkan harinya Hiro yang tiba di london sekitar pukul 01 dini hari dan ia langsung ke Hotel yang tak jauh dari kantor Dea yang ia ketahui karena dirinya pernah ke sana.


Namun siapa sangka jika pagi ini dia mendapat pandangan yang tak enak di mata karena Kinan keluar dari mobil seseorang yang tak lain seorang laki-laki dengan tatapan hangatnya.


Setelah pria tersebut pergi Hiro langsung keluar dari mobilnya dan mengejar Kinan, dan masuk ke dalam Lift yang di khusus kan untuk Presiden dan kepala pejabat lainnya.


Kinan terkejut saat melihat Hiro mendorong tubuhnya ke dinding ruangan lift dengan tatapan tajamnya dan lift tertutup dan Hiro menekan tombol di mana ruangan Kinan berada.


“Lepasskan...!!” pekik Kinan emosi dan memberontak agar Hiro melepaskan cengkramannya

__ADS_1


“Siapa dia??? “ ucap Hiro memandang lekat manik mata Kinan dengan tajam.


"Bukan urusanmu" sahut Kinan memelas


Kinan mengerti apa arti ucapan Hiro, dia bahkan sedikit gemetar memandang manik mata yang sedikit memerah itu karena emosi yang sudah di puncak.


Kinan meringis kesakitan karena cengkraman tangan Hiro yang kuat dan membuat pergelangan tangannya sebelah kanan membekas warna merah.


“Ahhhgh” Kinan meringis kesakitan, Hiro melihat tangan Kinan dia langsung melepaskan tangan Kinan dan secepat kilat Hiro terdiam, bukan karena sakitnya tamparan yang di berikan Kinan terhadapnya.


Namun penyesalan yang kemaren itu makin bertumbuh dan dalam benak Hiro saat ini, "apakah sekecewa ini kah dirimu Kinan pada ku" gumam Hiro dalam hati, padahal Hiro sudah menjelaskan kenapa dia mengingkat Kinan.


Semua itu di lakukan Hiro agar Kinan tidak tekena musibah dan agar Hiro fokus menyelamatkan Dea saat itu. Tapi melihat raut wajah dan tamparan yang di berikan Kinan kepadanya menyadarkannya, jika dirinya memang tidak pantas buat Kinan.


Hiro terdiam dan mematung untuk beberapa saat, sampai pintu lift terbuka Hiro keluar dan berhenti tepat di depan lift “ Sorry, mungkin aku gak terbaik dan mungkin pria yang tadi yang sudah mengantarmu adalah yang terbaik untuk mu.


"Maaf sudah menyakiti mu kedua kalinya” ucap Hiro menatap sendu dan Kinan Speechless mendengar apa yang di katakan oleh Hiro, setelah Hiro pergi melalui tangga darurat dan sedikit berlari karena ia tidak mau di lihat orang menangis karena telah kalah menjadi pria yang baik.

__ADS_1


Kinan melangkah ke ruangannya dengan tatapan kosongnya dan sesampai di ruangan dan menguncinya, lalu tubuhnya merosot karena sedari tadi dirinya menahan agar tidak terlihat oleh karyawannya dan dirinya juga tidak mau, menjadi bahan gosip tentunya.


Kinan memukul dadanya pelan, untuk mengurangi rasa sakitnya, dan rasa rindunya dengan air mata yang membasahi pipinya. Kinan menahan suara tangisannya dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan tas jinjing nya jatuh terletak di lantai yang tak jauh dari tempatnya saat ini.


__ADS_2