Life Of Dea

Life Of Dea
#35


__ADS_3

"Kau kemari" ucap Dea dengan tatapan dinginnya, tapi yang ditunjuk malah melihat kearah temannya dan Dea yang melihat itu tersenyum devil, sementara yang dipanggil tak ada pergerakan sama sekali melainkan kakinya gemetaran. Dea hanya menggeleng kepalanya melihat ekspresi dari anggotanya tersebut.


Dea menyuruh anggotanya menarik yang dihunjuknya sedari tadi. Orang tersebut terlihag syok mungkin dia berfikir bahwa inilah akhir hidupnya saat ini lalu bagaimana keluarganya, jangan harap bos mereka mau mentelorensi sikapnya kali ini, karena tadi dia sudah menyuruh semua anak buahnya untuk jujur dan memilih pilihan yang dibuat Dea.


Segitu tiba didepan, anak buahnya tersebut langsung terduduk dan menunduk memohon maaf.


"Maafkan aku Nona, aku salah" dengan suarah lemasnya sambil memohon dikaki Dea.


Dea tidak bergeming, hanya menatapnya saja.


"Katakan!!"


"Sa-saya hanya disuru Nona, menaburkan obat tidur kedalam minuman mereka tapi saya tidak tahu kemana dibawa Nona karena saya tinggal disini waktu itu." ungkap salah satu penghianatnya.


Dea hanya diam saja dan memandangnya dengan tatapan dingin. Dea melangkahkan kakinya tepat dihadapannya bahkan hampir tak berjarak, nafas mereka beradu. Dea seakan membunuhnya dengan tatapannya yang sangat tajam, "Tunjukkan pada ku siapa yang membawanya" bisik Dea dengan suara beratnya.


"Cepat!!Tunjukan!" teriak Dea sambil menarik kebelakang rambut anggotanya tersebut kebelakang dengan keras.


"Ba-Baa,-baik Nona" balasnya terbata-bata


Anakbuahnya berjalan menghampiri komplotannya, sudah ada 4 orang yang diunjukknya tapi tepat pada saat dia ingin menunjukkan yang kelima, orang tersebut bergerak cepat untuk menikamnya dengan pisau kecil yang dia sembunyikan dibalik celananya.


Door....


Bersamaan dengan Dea yang tajam penglihatannya dengan ligat langsung dan sayang dewi fortuna tidak berpihak pada penghianat karena Dea langsung menembakan senjatanya tepat diatas punggung sebelah kirinya. Membuatnya langsung meringis kesakitan


"Auuughk" sambil memegang bahunya, dan penghianat langsung dibawa kedepan beserta ke 4 lainnya, mereka dirantai dihdapan semua anggotanya.

__ADS_1


Dea langsung mengeluarkan tang besinya dan melangkahkan kakinya dengan wajah dinginnya yang tak mengampuni orang yang berhianat padanya.


"Katakan, dimana dia?" tanya Dea sambil memainkan pisaunya tepat diwajahnya penghianat


"Aku tidak akan mengatakannya padamu" jawabnya dengan sedikit berteriak


"Sekali lagi, katakan!" tegas Dea yang sudah berhadapan tepat dihadapannya


"Jangan harap kau akan menemukannya, ku pastikan kali ini kau akan menyesalinya karena kehilangan Aset berharga mu dan orang yang kau banggakan, Cuuiiihhh" ucapnya sambil membuang ludahnya tepat mengenai pipi Dea.


Dea sempat terkejut atas tindakan anakbuahnya diluar batasnya tapi dia tidak menampakannya berusaha tetap tenang.


"Jangan pikirkan orang lain, pikirkan apa yang akan ku perbuat pada nyawamu kali ini" balas Dea sambil mencekram kuat rahang yang ada dihadapannya tersebut.


Dea langsung menyuruh anakbuahnya menarik tangannya, dengan santai dia melepaskan kesepuluh jari tangannya dan kakinya. Ruangan itu hanya dipenuhi suara erangan kesakitan anggota kelima anggotanya tersebut. Tapi yang pertama sudah disuruh melarikan diri keluar negeri dengan diantar oleh orang Dea sesuai janji Dea. Saat ini Dea mengganti alatnya, dia masih mau bermain-main dengan nyawa kelima orang tersebut, sudah lama dia meninggalkan dunia ini dan akhirnya dia kembali lagi karena orang kesayangannya disakiti.


Karena semuanya bungkam memilih dihukum dengan cara bos mereka, helaan nafas berat yang dikeluarkan Dea terdengar. Dia mengambil pisau kecil dari atas meja, dan mulai mengkuliti kulit wajah anakbuahnya satu persatu dengan santainya tanpa beban.


"Aaaaargghhkkk" terdengar suara jeritan anakbuahnya yang pertama kali dikuliti wajahnya.


"KAU GILAA!!" teriak salah satu anakbuahnya yang masih menunggu gilirannya, dia melihat temanya dikuliti macam binatang, seakan tidak terima disakiti seperti itu.


Dea tertawa kencang mendengar keluhan anakbuahnya, wajah Dea sudah dipenuhi darah begitu juga tangan dan bajunya penuh dengan darah. Orang melihatnya Dea bosnya mereka seperti kesurupan, jiwa psikopatnya ditingkat level tertinggi.


"Bunuh kami saja, biar kami mati" ucapnya kembali.


Dea langsung mengangkat wajah anakbuahnya yang sudah lemah karena kesakitan keatas, dan langsung mencongkel biji matanya dan jeritan lebih keras terdengar diruangan tersebut dan Dea langsung menyiram air keras ke atas wajah anak buahnya itu.

__ADS_1


Martin yang baru tiba dilokasi langsung melangkahkan kakinya kedalam markas dan melihat tiga orang berjaga didepan pintu.


"Dea mana?" tanya Martin


"Didalam Tuan" balas anakbuah Dea


"Buka," balas Martin tapi anakbuah Dea hanya diam tanpa bergerak. Martin heran kenapa anak buahnya hanya diam dan tidak mau membukakan pintunya.


"Kenapa, apa yang terjadi didalam sana?" tanya Martin dengan kencang


"Nona Dea sedang tidak bisa diganggu Tuan"


"Buka!Cepat!" bentak Martin yang sudah emosi karena dia yakin pasti terjadi sesuatu didalam sana.


Anakbuah Dea membukakan pintu dan langsung memohon maaf kepada bosnya.


"Maafkan kami Nona, Tuan Martin menerobos untuk masuk" ucap anakbuahnya


"Tak apa suruh saja dia masuk" balas Dea tanpa mau melihat ke belakang.


Martin masuk dan langsung melebarkan kedua bola matanya, dia sempat syok melihat apa yang ada dihadapannya saat ini.


"Dea what are you doing?" lirih Martin yang sedang memperhatikan sekitarnya dan dia langsung melangkah cepat begitu melihat tubuh Dea sudah dilumuri darah.


"Oh my God, Baby biarkan aku yang menyelesaikannya. Ayo ikut aku biar kita bersihkan tubuhmu" ucapnya sambil menyuruh anggota Nahendra menyekap semua anakbuah Dea didalam Gudang tempat Nahendra. Martin akan membuat orang tersebut mengatakannya dimana Virez dan Paman Dea berada saat ini.


**Jangan Lupa tinggalkan Komen, Like, Vote dan Klik Favorit agar Notif dari aku muncul dihp kamu.

__ADS_1


Dukunganmu membuatku semangat untuk Update setiap harinya 😍 Thank you 🥰😘**


__ADS_2