
Virez meninggalkan kamar Dea masih dalam keadaan gelap gulita, Dea melihat Virez yang melompat dari balkon kebawah dan berlari dengan langkah yang lebar dan melompat melewati dinding tembok yang tinggi pembatas apartemen tempat Dea berada tanpa ada hambatan. Dea melihat semua itu tanpa berkedip sama sekali, dalam benak Dea berfikir bahwa virez sepertinya sering melakukannya dan tubuhnya seperti tak memiliki berat badan, karena dengan mudahnya Virez melompat mengangkat tubuhnya untuk melewati dinding tembok tinggi pemabatas apartemen tersebut.
Dea tidak pernah melihat kerja virez, dia hanya melihat hasilnya saja jika dia sedang menyuruh virez melakukan sesuatu. Ternyata ayahnya tidak salah memilih ayahnya virez menjadi tangan kanannya sekaligus bodyguard ayahnya, dan sekarang anaknya menjadi bodyguard untuk putrinya yaitu Caitlyn Deanada Axton.
Selang hampir lima menit lampu menyala, benar apa yang dikatakan oleh virez lima menit lagi lampu akan menyala. Dea tak meragukan kehebatannya lagi, saat ini dea memilih keluar dari kamar menuju ruang keluarga melihat situasi.
Dia harus mempelajari letak setiap sudut ruangan dan penjagaan yang ada diluar apartemennya. Dia harus matang-matang memikirkan bagaimana, caranya agar dia bisa keluar dari sini.
Dea memainkan kelima jarinya, mengetuk meja dengan kelima jarinya dan berusaha tenang seperti biasa. Dan dia tersenyum menyeringai, besok hari dia akan keluar dari tempat ini. Hidup dan mati itu urusan belakangan, yang harus dilakukannya pertama yaitu keluar dari apartemen ini.
Dea sedang serius menonton flim action, dan Bibi pelayan datang mengantar cake dan susu kepada Dea.
"Thank you Bi" ucap Dea tulus
"Bibi, come here" ucap Dea mengajak Bibi pelayan tersebut menonton bersama sambil menepuk sofa yang ada disampingnya.
"I hate being alone" ucap Dea kembali dengan tatapan sendunya dan tersenyum tipis.
Akhirnya Bibi pelayan menuruti kemauan Dea, walau pun tadinya Bibi tersebut menolak ajakan Dea.
"Bibi besok kita kepantai mana?"
"Pantai Boutrouilles Non" jawabnya tersenyum
"Kenapa bukan ke Britany saja" rengek Dea
"Itu pilihan dari pak rico" jawabnya lagi.
"Baiklah, Aku istirahat dulu Bi. Aku lelah karena gak pernah olahraga jadi gampang capek." kekeh ku dan dibalas dengan senyum manis pelayan tua itu.
Dea menapaki anak tangga menuju kamarnya sambil mengedarkan pandangannya kearah CCTV, memasang wajah polosnya yang tidak tahu apa-apa.
__ADS_1
Dea langsung mengunci kamarnya dan menutup horden pintu kearah balkon kamarnya. Dia langsung mengankat figura yang tertempel didinding kamarnya, dan meneliti pistol yang diberikan oleh Virez. Dea langsung memasukkan peluru kedalam senjatanya dan meletakkannya kembali dibalik figura tersebut.
Dea menuju kamar mandi, membersihkan dirinya. Merendamkan tubuhnya diair hangat, dirinya selalu melakukan hal seperti itu jika sedang stres karena hal tersebut bisa membuat sedikit tubuhnya rilex dan tenang, selesai dirinya mandi, langsung mengganti pakaiannya dan menuju ranjang empuknya untuk memberikan kode kepada Virez bahwa dia akan pergi ke pantai besok harinya. Akhirnya dia memilih menonton DVD romance, dan dewi fortuna berpihak padanya karena di film tersebut menceritakan mereka pergi ke pantai yang akan dituju besok harinya. Virez yang berada di Apartermen yang sudah disewanya dilantai tiga, yang dimana jendela kamarnya menghadap kearah pintu balkon kamar dea, Virez memakai teropong mengintai keamanaan dea. Virez melihat dengan leluasa isi kamar Dea karena hordennya dibuka lebar dan terlihat TV menyala.
Pada awalnya Virez bingung apa maksud Dea malam ini, dan akhirnya dia menonton flim yang sedang di putar dea melalui phonselnya. Vires menonton film tersebut sampai habis.
"Film Romance" ucap Virez lirih sambil menekuk wajanya.
"Beach ..." gumamnya kembali dan Virez langsung melebarkan kedua matanya dan mengulai film tadinya dengan mempercepat durasi dimana adegan ke pantai.
Dia tersenyum, "Boutrouilles, i'm coming" ucapnya sambil tertawa keras.
Sebelum berangkat Virez menghubungi Hera, agar menjaga Kinan karena Kinan dan Dea ada dalam Bahaya dan terpaksa Hera menghubungi nomor terakhir dipakai kinan yang tak lain nomor Hiro.
Ddrttt....Drrrrtttt
"Hallo ..."
"Kamu siapa" jawab Hiro dengan nafas yang berat karena baru selesai mengepak keperluan mereka ke paris.
"Hera, sekretaris Nona Dea" jawabnya
"Wait" balas Hiro sambil menyerahkan hp nya ke Kinan karena Kinan saat ini sedang bersama Gavrael bermain dikamar Gavrael.
"Kinan,!!"
"Ya Hiro, ada apa?" tanya Kinan
"Sekretaris Hera," ucap Hiro sambil menyodorkan hpnya dan Kinan menerimanya dan meninggalkan Gavrael bermain dengan Hiro.
"Hera ada apa?" tanya kinan
__ADS_1
"Kinan Virez menelepon ku, kau jangan keluar atau jaga dirimu karena kau dan dea sedang dalam bahaya saat ini' ucap Hera dengan kekuatirannya
"Maksudnya, Virez siapa?!"
"Kau tak mengenalny?" tanya Hera
"Ya, aku tak mengenalnya" jawab Kinan yang sedang berfikir keras tentang Virez
"Kinan Virez temannya Dea, anaknya alm.Eric Smith sabahat Pak Axton" jelas Hera.
"Dia tahu keadaan Dea dari siapa?" tanya Kinan yang suaranya sudah meninggi
"Dari saya Nona, karena Nona Dea meminta saya untuk mengambilkan senjatanya di kamar miliknya dan tas ransel kecilnya Nona, jadi saya meminta bantuan kepadanya. Kami bertemu tiga hari yang lalu karena beliau ingin menjumpai Nona Dea, karena nomor Nona Dea tidak aktif. Jadi saya berikan alamat apartemen nona dea Non." ungkap Hera
"Oh my God...." lirih Kinan sambil memijit keningnya.
❣️❣️❣️❣️❣️
Keesokkan harinya Dea sedang bersiap-siap menuju perjalanan sedikit jauh menuju pantai Boutrouilles. Pistolnya dia memasukkan didalam bootsnya sementara tas ranselnya dipakainya isinya sudah dikeluarkannya dan hanya berisi baju satu stell dan cas hp.
Mereka masuk kedalam mobil, didalamnga hanya ada mereka berempat. Dan berselang tujuh menit kepergian Dea dan bibinya, mobil Virez mengikuti mobil yang membawa dea.
"Hallo,"
"Ya, Bos"
"Siapkan penjagaan ke pantai Boutrouilles sekarang juga, Mereka sedang di perjalanan Buat Penjagaan berlapis. ucap Virez
Dea didalam mobilnya memilih memejamkan matanya untuk beristirahat. Dan sesekali dia melirik kearas spion, dia melihat mobil Virez sudah ada didekat mereka dengan jarak 200 meter.
Jangan lupa like komen, Favorit dan Vote ❣️
__ADS_1