
Dea yang menggunakan pistol flintock saddle saat ini sudah berada dibelakang kepala anakbuah Martin.
"Who are you" bentak Dea, spontan suruhan Martin mengangkat tangannya dan menelan salivanya. Dia tidak menyangka bahwa gadis yang selama ini dijaganya dari jauh ternyata gadis yang tangguh dan pemberani.
"No-Nona turunkan pistolmu, kita satu misi" ucapanya terbata-bata sambil melirik kebelakang.
Dea mendorong kepala pria yang ada dihadapannya dengan pistolnya.
"Satu misi ? Siapa dia, utusan siapa lagi ini" gumam Dea dalam hati dan dia kesal karena ada yang berani mengikutinya.
"Saya Gerald dan saya menjaga Nona dari kejauhan selama dilondon, itu atas perintah Tuan Nahendra dan Tuan Martin Nona" ucap Gerald tangan kangan Nahendra.
"Sudah ku duga" lirih Dea dan menurunkan pistolnya.
Gerald berbalik dan melihat kearah Dea dan tersenyum.
"Nona Dea saya lapar, bisakah kita makan dahulu sebelum kita sampai ketujuan dan membahas rencana kita untuk menangkap paman anda Nona" tanya Gerald
Dea Speechless dan memplototin Gerald dengan tajam, "Kenapa sekarang jadi aku seperti pengasuh bayi tua." gumam Dea dalam hatinya.
"Kau belum makan? Apa Bos mu tidak memberimu uang" tanya Dea wajah cuek dan masih dengan tatapan tajamnya.
"Bukan begitu Nona, karena sewaktu saya ingin makan Nona langsung menuju Bar, saya tidak mau terjadi apa-apa dengan anda Nona saya takut anda kenapa-kenapa didalam sana" Gerald mengucapkan isi hatinya kepada Dea, karena memang dia kelaparan dan suara bunyi perutnya sebagai bukti dia sedang kelaparan.
"Ayo kita makan, tapi dikamarmu saja karena aku tidak ingin ada yang melihat ku diluar sana seperti dirimu yang selalu mengikutiku" ucap Dea tanpa ekspresi apa pun dan berjalan melewati Gerald yang saat ini berada didepannya.
__ADS_1
Gerald dengan senang hati berjalan dibelakang Dea, kapan lagi dia bisa secara bebas berbicara dengan calon Nyonya Dimitri yang ada dihadapannya saat ini.
Namun baru saja mereka sampai ruangan Dea duduk ponsel Gerald berbunyi dan dilayar muncul nomor ponsel Martin.
"Hallo Tuan"
"Bagaimana, apa dia baik-baik saja" ucap Martin yang saat ini duduk di kursi roda menatap keluar jendela.
"Nona Dea sangat baik Tuan" ucap Gerald tanpa berdosa.
"Jangan lengah Gerald musuhmu kali ini lebih cerdik" ucap Martin
Belum lagi Gerald menjawab, dia merasa ponselnya sedang melayang, ternyata Dea mengambil ponsel Gerald.
"APA KAU TIDAK ADA KERJAAN UNTUK SELALU MENGUNTIT KU" teriak Dea.
"Aku tidak mau kau kenapa-kenapa, itu semua demi kebaikanmu Dea" kata Martin tulus sembari meremas selimut yang ada diatas pahanya.
"Aku baik-baik saja, jika ini pilihan terbaikmu baiklah mungkin dia bermanfaat bagiku" balas Dea sembari menatap tajam kearah Gerald yang sedang menikmati makannya tanpa memperdulikan dua insan yang sedang melepas rindu.
"Heii!! Jangan makan pasta ku" teriak Dea menarik piring yang berisi pasta kesukaannya.
"Sorry" lirih Gerald menampilkan senyum tanpa dosanya itu.
"Kalian sedang apa" tanya Martin yang penasaran dengan mereka berdua disana
__ADS_1
"Kami makan malam, dikamar anakbuahmu"
"APA!!"
"Pelankan suaramu Martin telinga ku jadi tuli akibat suara mu itu" kesal Dea
Martin seakan cemburu dan marah karena asistennya enak-enakan makan berdua bersama pujaan hatinya.
"Selesai makan kau langsung kekamarmu oke"
"Why" ucap Dea pura-pura polos
"Aku tidak mau kau dekat-dekat bersama pria lain"
" Apa hubungannya denganmu? Aku mau dekat dengan siapa pun terserahku" balas Dea yang ingin memancing kemarahan Martin, padahal dia disana saat ini sedang tersenyum.
"Kai wanitaku, intinya jangan terlalu dekat" bentak Martin kesal mendengar jawaban Dea.
"Aku tak peduli" ucap Dea sambil mematikan ponsel Gerald dan meletakan diatas meja.
"DEA AWAS KAU" teriak Martin marah memandang panggilannya yang telah diputuskan begitu saja oleh Dea.
"Cepat habiskan makan mu, setelah itu besok kita lanjutkan rencana kita karena aku ingin tidur dengan tenang dikamarku" ucap Dea sambil memakan pastanya dengan lahap.
"Siap Bos" balas Gerald sambil terkekeh pelan
__ADS_1
Jangan Lupa Like Komen dan Vote ya