Life Of Dea

Life Of Dea
#107


__ADS_3

Sekilas Tentang Kiran dan Hiro


"Sayang, cepatan kita akan terlambat" ujar Kinan yang saat ini sedang menunggu Hiro turun dari lantai 2 karena mereka akan kerumah Dea berlibur disana.


"Come on, Honey. Kau sudah siap untuk berlibur??" ujar Kinan yang merapikan tas ransel milik Putri satu-satunya.


'Yes Mom, aku rindu Kak Siska dan Aron" sahut Bella yang sudah berusia 3 tahun.


"Aura, kamu tidak rindu?" tanya Kinan penasaran.


"No, dia sangat nakal" sahut Bella dengan memanyunkan wajahnya


Kinan hanya tertawa melihat ekspresi putrinya itu..Aura dan Bella memang sering bersiteru berbeda dengan Siska dia sangat menyukainya Siska dan Aron.


Hiro menuruni tapak tangga, dan ia memakai jeans Louis dan Kaos LV serta jaket LV. Kinan tersenyum melihat suaminya itu, yang selalu saja ganteng dan rapi.


"Ayo kita berangkat!" ujar Hiro yang langsung menggeret koper begitu juga Kinan menggeret koper satu lagi dan tangannya sebelah menjinjing tas Hermes Biru berwarna Navy keluaran terbaru.


"Kau selalu saja modis" ujar Kinan, mereka sudah berada didalam mobil


"My Dady, My Handsome Mom" balas Bella


"Oh Good, Kau sangat pintar darling" ujar Hiro menciumi pipi putrinya bertubi-tubi karena selalu membela Dady-nya jika Kinan dan Hiro ketika berdebat.


"Mom jangan pernah marahi Dady Bella, My Dady paling baik dan paling sayang sama Bella"


"Hemm, Kau tak tahu gimana kelakukan Dady mu dulu." balas Kinan yang langsung membuang wajahnya kearah keluar jendela mobil.


Hiro melihat istrinya yang merajuk dan mengingat kejadian yang dulu, menghembuskan nafasnya. "Kau tak bisa melupakan itu?" tanya Hiro dengan serius


"Tidak! itu akan ku ingat sampai aku mati" balas Kinan kesal.


"Baiklah, jika itu mau mu. Aku pikir kau sudah melupakan dan memaafkan aku. " Balas Hiro dengan tatapan dinginnya.

__ADS_1


Kinan hanya diam saja tanpa menjawab ucapan Hiro suaminya itu, namun ada rasa sakit dihatinya dikala Hiro menjawab ucapannya yang terakhir kali dan ada rasa penyesalan dalam dirinya yang belum bisa memaafkan dan menerima keadaan yang ada.


Flasback On


Lima Tahun yang Lalu ketika Dea masuk rumah sakit karena, kesalahan Martin namun kedekatan Kinan dan Hiro hanya sebatas biasa saja. Hiro menyukai Kinan awal pertama mereka bertemu dan Kinan juga kagum dan suka pada Hiro selain tampan Hiro memang selalu ramah pada semua orang.


"Hai, apa kabar?" ujar Hiro dari sebrang sana, karena Dea dan Kinan telah pulang ke London dan kerja sama antara Dea dan Martin batal begitu saja.


Kinan yang mendapat telpon dari Hiro membuat wajahnya memerah dan jantungnya berdetak kencang seperti anak ABG yang baru pertama kenal jatuh cinta. "Baik, kamu apa kabar?" tanya Kinan kembali


"Baik,"sahut Hiro dengan senyuman yang lebar tampil di wajahnya dan membuat karyawannya heran melihat Hiro berjalan sambil tersenyum tersipu malu. Lalu Hiro membuka pintu ruangannya karena ia baru saja pulang menjumpai kliennya.


Hiro merupakan Badboy banyak wanita yang bergonta ganti dan banyak juga yang suka rela menyerahkan tubuhnya secara gratis agar bisa tidur dengan seorang Hiro Brans.


"Apa kau selalu sibuk?" ucap Hiro pada Kinan


"Tak begitu, why?"


Kinan yang ada dilondon saat ini menutup matanya dengan satu tangan dan menghentakkan kedua kakinya karena rasa gembiranya. Ini merupakan pertama kali Kinan berpacaran atau pun dekat secara intens dengan pria.


"Kau datang kemari? Apa pekerjaanmu tidak terganggu. Apa Mr.Dimitri mengizinkanmu?" balas kinan sambil menggigit pena yang ada ditangan kirinya.


"Tidak, dia paman terbaik ku" balas Hiro


"Hemm Baiklah kita ketemuan minggu depan"


"Sampai jumpa Honey, take care" ujar Hiro dan langsung mematikan telponnya


Kinan yang belum sempat menjawab hanya bisa tersenyum. Saat ini hatinya sangat senang, dan diperutnya seperti banyak kupu-kupu yang berterbangan. Lalu Kinan membereskan dokumen-dokumen yang ada diatas kursi sofa dan diatas meja kerjanya.


Sore harinya Kinan menghubungi Dea, karena dirinya ingin pulang. "Hallo Dea, apa kau menginginkan sesuatu? tanya Kinan sembari berjalan keluar kantor karena Dea sedang sakit jadi Kinan yang menghandle semua pekerjaannya.


"Aku mau Daging Panggang dan Spagetti " jawab Dea.

__ADS_1


"Oke, aku berangkat dulu ya"


"Hati-hati kakak" jawab Dea


"Hemm " balas Kinan dan langsung membuka pintu mobil dan masuk kedalam lalu Kinan meletakkan tasnya ke bangku yang ada disampingnya dan ia langsung pergi menuju restoran kesukaan mereka.


Keesokkan harinya Kinan sibuk mencari Dea kesana kemari, dan nomor ponsel Dea pun tak bisa dihubungi. Kinan hampir frustasi, dia sudah menyuruh segala anak buahnya namun hasilnya nihil. Akhirnya Kinan menghubungi Hiro untuk membantu mencari dimana Dea berada.


"Hiro, help me." isak Kinan


"Ada apa sayang?" tanya Hiro panik


"Dea, Dea tidak ada. Katanya dia pergi untuk menenangkan dirinya. Aku kuatir dia kenapa-kenapa" ujar Kinan


"Kamu tenang yah, oke. Aku akan melacak ponselnya" ucap Hiro sambil melihat ke arah Martin yang saat ini mereka berada diruangan Martin


"Phonselnya tinggal Hiro, bagaimana ini. Aku takut Uncle Riko mencelakainya" ucap Kinan sambil mengusap wajah kasarnya.


"Tenang yah, kamu tenang. Aku akan membantumu" balas Hiro meyakinkan Kinan


"Baiklah, jika ada kabar aku lansung menghubungimu." kata Kinan langsung menutup panggilannya.


"Bagaimana ini?" ucap Hiro pada Martin


"Aku akan menyuruh kepercayaan kita mencarinya. Apa masalahnya dengan pamannya?" kata Martin


Hiro mendudukan bokongnya diatas sofa yang ada diruangan Martin saat ini.


"Aku juga kurang paham permasalahannya apa, hanya saja yang aku tahu jika mereka tidak akur dan pamannya ingin menguasai semua harta yang dimiliki oleh Ayah Dea. Itu yang aku tahu dari Kinan, dia sempat cerita pada ku jika hubungan mereka tidak akur " ujar Hiro panjang lebar menjelaskan pada Martin


Martin hanya memangut-mangut mendengarkan penjelasan dari Hiro. Sebenarnya dia tidak ingin terlibat dalam hal masalah keluarga seperti ini. Hanya wajah sendu Dea selalu terngiang-ngiang dibenaknya dan hatinya berkata lain, ada gejolak yang mendorong dirinya untuk membantu dan melindungi Dea, wanita yang telah dia sakiti kemaren waktu mereka bertemu di Los Angeles.


"Baiklah, kau cari tahu dulu dimana permasalahannya dan aku akan melacak CCTV semuanya, dia pergi kemana. Oia satu lagi cek penerbangan yang ada di London suruh Kinan dan gunakan kekuasaan Nama Akseno agar cepat ditemukan" ucap Martin dan Hiro langsung berseluncur dilayar benda pipihnya dan mencari nama Kinan sembari ia keluar dari ruangan Martin

__ADS_1


__ADS_2