Life Of Dea

Life Of Dea
#21


__ADS_3

Setelah paman dea pergi, Sekretaris Kinan mengahampirinya, "Nona kau tidak apa-apa?"


"Hemm, aku baik-baik saja. Ya aku baik-baik saja" balas Kinan menyakinkan dirinya sendiri.


"Apa perlu saya beritahu masalah ini dengan Nona Dea?" tanya Sekretaris


"Tidak perlu nanti dia akan tahu dengan sendirinya"


"Baiklah, Saya keluar dulu"


Kinan masih memejamkan matanya dan hp Kinan berdering ternyata Dea menghubunginya.


"Ada apa dek?"


"Jam berapa pulang?"


"Kakak pulang malam, ada yang harus diselesaikan" balas Kinan


"Kakak pulang cepat karena aku ingin bercerita panjang dengan mu" balas Dea


"Ya, nanti Kakak usahakan"


"Take care Kak" Balas Dea sambil memutuskan panggilannya.


Dea saat ini sedang menikmati cemilannya, tiba-tiba dia teringat martin pria yang menolongnya meski sifat martin arogan dan dingin tapi dia bisa menilai seseorang mana yang tulus mana yang tidak.


Dea mengambil Hp nya yang diletakkannya diatas meja, dia mencari nomor martin dari panggilan masuk karena dia tidak menyimpan kontak martin.


Tuut,......Tut........


tidak ada jawaban, Dea menghubunginya kembali dan langsung dijawab.


"Hiroo jika tidak ada yang penting aku akan mengirim mu ke Afrika" ucap Martin lantang.


Dea hanya diam saja, lidahnya sepertinya kelu untuk berucap satu kata pun dia tidak sanggup.


Jantung Dea berdetak kencang, dan membuatnya sedikit tidak nyaman. Panggilan Dea terputus karena Martin mematikan panggilannya.


Dea akhirnya memilih untuk mandi dan dibantu oleh pembantu mereka.


Sementara di Los Angeles martin sedang sibuk dan sudah berapa kali Hiro menghubunginya samapai Martin salah menilai, yang tadinya Dea menghubunginya akhirnya Martin marah-marah kepada Dea karena Martin berfikir bahwa Hiro yang menghubunginya tapi, kenyataannya Hiro tidak menghubunginya karena Hiro baru saja tiba di ruangannya.


"Uncle, ini makan siangmu" ucap Hiro


"Kau kenapa menghubungiku jika sudah sampai?"

__ADS_1


"Aku tidak menghubungi mu Uncle" jawab Hiro heran


"Serius!! tadi aku bicara bukan dengan mu?" cerca Martin dan langsung mengcek hp nya dan langsung melebarkan kedua matanya. Karena dia tidak menyangka kalau Dea menghubunginya.


Martin menghubunginya kembali tapi tidak diangkat, dan sudah lima kali Martin menghubunginya tetap tidak diangkat. Martin mengusap wajahnya dengan kasar, karena dea tidak menjawab panggilannya. Itu karena dea sedang berendam di bathtub sementara hpnya ada diatas meja riasnya.


"Shiit...." maki Martin


"Kenapa Uncle" tanya Hiro


"Dea menghubungiku, tapi aku mengira itu dirimu karena aku tidak melihat nama yang muncul di layar hp ku" jawab Martin


"Menurut mu kenapa dia tidak mengangkat panggilanku" ucap Martin


"Mungkin sibuk Uncle, tenanglah. Uncle jika menyukainya katakan saja dan langsung jumpai dan lamar dia Uncle. Cinta tak memandang Usia maupun rupa tapi melihat Money ucap Hiro sambil tertawa pelan


Martin hanya terdiam dan memikirkan perkataan Hiro tadi. Ya aku harus menjumpainya, apa dia mau jika ku lamar. Martin yang masih terdiam dan berperang dengan berbagai macam pertanyaan yang ada dibenaknya saat ini.


❣️❣️❣️❣️❣️❣️


Saat ini Dea sudah dibandara, kemaren Kinan tak pulang ke Apartemem Dea tapi Kinan menginap di perusahaan karena banyaknya scedule yang harus diselesaikannya karena Dea tidak bisa bekerja untuk beberapa bulan ini.


Dea sedih karena tidak bisa berjumpa dengan Kinan, mungkin ada baiknya juga dia tidak mengatakan kalau dia akan berangkat ke Paris.


"Im Sorry" lirih Dea sedih dan tak terasa jatuh air matanya sambil memandang gambar mereka berdua yang dijadikannya background layar hpnya.


Sekretaris Dea buru-buru berlari seperti dikejar hantu, menerobos setiap orang yang ada didekatnya dan sampai ke depan pintu Ruang CEO tempat Kinan berada dan langsung menerobos begitu saja tanpa mengetuknya.


"Nonaa," ucap Hera sambil ngos-ngosan


"Kamu kenapa, ??"


"Nona apa Nona Dea tidak menghubungi mu?"


"Ya, tapi tadi tidak ku angkat karena aku sedang mandi. Dan aku akan menghubunginya pas makan siang. Why??" ucap Kinan heran


"Nona Dea berada di Bandara" balas Hera


"Apa...!! Dari mana kau tahu??" teriak Kinan sambil berdiri dengan kekuatirannya


"Temanku mengunggah potonya disosial media karena dia akan berlibur dan aku tidak sengaja melihat Pantulan cermin dibelakang temanku tersebut ada Nona Dea bersama Uncle" ungkap Hera sambil menyodorkan Hp miliknya


Kinan melihat itu semua langsung terduduk lemas dan langsung menghubungi Dea tapi nomornya sudah tidak aktif lagi.


"Arrrggkkkk, Paman kenapa kau pisahkan kami" teriak Kinan.

__ADS_1


Kinan berlari sambil menyuruh security menyiapkan mobilnya dilobi, sampai dilobi Kinan langsung melajukan mobilnya dengan kencang tanpa memikirkan keselamatannya. Dia hanya takut jika paman dea berbuat macam-macam karena yang Kinan tahu bahwa mereka mengincar Perusahaan Dea.


"Don't leave me" gumam Kinan


Selang setengah jam Kinan sampai diBandara dan langsung menuju ruang cek in dan ruang tunggu. Karena ayah dea sangat terkenal membuatnya mudah masuk begitu saja, Kinan berlari dari lorong satu kesatunya lagi begitulah seterusnya sampai ruang tunggu terakhir di datanginya pun tidak ada wujud dea maupun pamannya.


Kinan langsung menanyakan kasusnya ini kepada Kepala informasi mencari tahu tujuan Dea dan Uncle-nya. Tapi sayang mereka tidak ada yang berani mengatakan kemana mereka pergi dan hal itu membuatnya menangis. Disaat dia menangis muncul notif di sosial media Kinan yaitu tag name dari Dea.


"It's only temporary, i hope you strong and and I'll be back once your wish is fulfilled. Miss you 😘"


Kinan menangis, karena dia belum bisa menepati janjinya kepada Alm.dady dan momy-nya menjadi kakak yang kuat untuk da dan melindunginya. Kinan hanya takut hal yang tidak di inginkannya terjadi pada dea sementara dia tidak tahu dea kemana dibawa unclenya.


Sudah dua jam Kinan dibandara hanya termenung sampai dia tidak sadar jika mereka berselisih dengan martin di bandara. Kinan dengan tatapan kosongnya, dan Martin sibuk dengan Hp nya karena dia menghubungi dea lagi dan kali ini bukan tidak dijawab melainkan nomor dea sudah tidak aktif.


Akhirnya Martin memilih langsung keperusahaannya dea dan akan menjumpai dea ataupun kinan nantinya. Harapan Martin sangat besar untuk memulai hubungan dengan baik. Semoga dea mau memaafkannya dan menerimanya lamarannya nantinya. Martin tidak sabar, dan sesekali dia menghubungi kembali tapi tetap juga sama nomor dea masih tidak aktif.


Martin memandang sepanjang jalan London karena dia sudah lama tidak kesana semenjak Kakak Iparnya jatuh sakit dia tidak pernah ke London lagi. Karena itu dia tidak mengenal Caitlin Deanada Axton sudah tumbuh dewasa dan menjelma menjadi wanita cantik dan seksi. Begitu juga dengan Nahendra yang tidak mengenalo Dea sewaktu mereka liburan di Asia Tenggara kemaren itu.


Martin sudah tiba didepan gedung tertinggi di London AXTON COMPANY dia berdiri tegap memandang keatas ujung gedung, dan menghembuskan nafas beratnya, merapikan kemejenya. Saat ini Martin memakai kemeja dan Jeans dia memilih pakaian santai karena dia datang bukan karena pekerjaan tetapi karena masalah pribadi yang harus diselesaikannya saat ini.



Martin memasuki gedung raksasa tersebut dengan santai menuju resepsionis.


"Saya mau bertemu dengan Dea, Caitlin Deanada" tegas Martin dengan wajah datarnya.


"Maaf Nona Dea tidak ada dikantor Pak" jawab salah satu Penjaga Resepsionis.


"Dia kemana, apa dia tidak masuk bekerja?" tanya Martin lagi


"Untuk itu kami bisa memberitahu, Maaf, Bapak siapa?"


"Saya CALON SUAMI NYA" ucap Martin dengan lantang dan tenang.


Petugas Resepsionis menganga mendengar jawaban Martin, karena setahu mereka Pemimpin Perusahaannya tidak pernah terlibat dengan pria manapun.


"Jika anda Calon Suaminya, kenapa tidak menghubungi langsung Pak"


"Nomornya tidak aktif, Ahh.... Kinan ada?" tanya Martin kembali


"Tadi Beliau sedang keluar, mungkin siap makan siang kembali lagi" jawabnya jujur.


"Baiklah saya keluar dulu, jika kinan datang mau dea katakan padanya Calon Suami Dea datang kemari oke" ucap Martin sambil mengkedipkan sebelah matanya dan meninggalkan kantor dea.


"Sebaiknya aku menyewa hotel dulu dan beristirahat, Jodoh ku kemana kau lari. Bersembunyi dilubang semut sekali pun aku akan menemukanmu" ucap Martin pelan yang saat ini sudah ada didalam taksi menuju hotel.

__ADS_1


**Jangan Lupa Like Komen dan Vote Favorit ya


Dukunganmu sangat berarti agar author menjadi semangat lagi menulisnya 😍❣️❣️**


__ADS_2