Life Of Dea

Life Of Dea
#110


__ADS_3

Setelah permasalahan satu selesai dan kami semua kehilangan Virez ketika ia menyelamatkan Dea. Kami berfikir Virez mampu ternyata semua di luar dugaan, dengan adanya penghianat yang saat ini sedang bersama Virez dan Virez tertangkap dan meninggal karena dehidrasi dan luka dalam yang cukup berat dan parah.


Selang beberapa bulan Dea nekat menjumpai Riko yang ada di Francis dan Gerald menyusul Dea atas perintah Martin yang saat ini tidak bisa menyusul Dea karena hal yang penting. Dan saat ini Hiro baru saja telah sampai ke Negera Amsterdam, dan selang beberapa jam Kinan juga sampai di Negara tersebut dan Hiro yang mendapat kabar itu, ia langsung pergi menjemput Kinan dan membawanya ke hotel dengan alasan bahwa Gerald sudah bersama Dea dan dalam keadaan baik-baik saja. Ini semua aku dapat kabar dari Dady angkat Hiro yaitu Nahendra yang setia memantau CCTV yang dia Hacker melalui satelit dengan alat canggih yang ia punya dan tidak ada yang tahu, “Sayang kenapa nyusul kemari sih. Ini sangat berbahaya sama mu loh “ ucap Hiro yang sedang menyetir dan sesekali ia menatap ke arah Kinan yang duduk di sampingnya.


“Aku tuh tidak bisa tinggal diam saja, Dea dalam bahaya masa aku duduk dan tidur tenang di sana” sahut Kinan yang sudah kesal terhadap Hiro karena Hiro tidak mengatakan kepadanya jika dirinya sudah mengetahui keberadaan Dea di mana saat ini.


“Dan aku paling benci dengan pembohong” ucap Kinan lagi yang berdecak kesal dan membuang pandangannya ke arah jendela mobil.


“Maaf, aku hanya tidak mau kamu kenapa-kenapa. Karena aku dan yang lainnya bisa membawa Dea pulang dengan selamat” ujar Hiro dengan tulus

__ADS_1


“Sudahlah, aku ingin tidur sebentar. Bangunkan aku jika sudah sampai di mana Dea saat ini berada. “ jawab Kinan yang sudah memejamkan matanya.


Hiro hanya bisa menghela nafasnya, dan berusaha sabar menghadapi sikap Kinan yang sedang kesal dan marah terhadapnya dan itu semua di maklumi oleh Hiro.


Dan selang satu jam mobil Hiro berhenti tepat di parkiran salah satu hotel yang tidak jauh dari lokasi Dea dan Hiro menggendong Kinan ke dalam Hotel yang sudah ia pesan sebelum menjemput Kinan di bandara.


Kinan yang tidur nyenyak sekali bahkan sankin nyenyaknya dia tidak merasakan jika, dirinya sudah berada di atas King Size Springbed kamar Hotel tempatnya sekarang ini. “Sorry” ucap Hiro lirih sambil mengecup kening Kinan dan ia langsung dengan cepat mengikat ke dua tangan dan kaki Kinan serta menutup mulut Kinan dengan kain namun tidak kuat, Hiro tidak mau Kinan terluka karena perbuatannya ini. Dan Hiro menugaskan beberapa anak buahnya menjaga dan membayar pihak hotel dan meminta salah satu karyawan perempuan untuk mengurus Kinan selama Hiro menyelamatkan Dea dan Gerald yang saat ini sedang di pelabuhan karena Riko telah menangkap Dea dan Gerald di sana.


Ia melihat Kinan yang sedang membrontak sambil berbicara yang tidak jelas karena mulutnya terikat kain. Lalu salah satu bodyguard membuka penutup kain tesebut.

__ADS_1


“Bajingan.. Siapa kalian Haa,.,!! teriak Kinan yang tidak mengenal siapa orang-orang yang ada di hadapannya saat ini.


“Maaf Nyonya” ucap salah satu bodyguard yang ada di hadapan Kinan.


“What??!! NYONYA...??!


Kinan yang terkejut dan bingung dengan ucapan salah satu Bodyguard yang memanggilnya dengan sebutan Nyonya.


“Ini semua perintah oleh Tuan Hiro, Nyonya. Kami di tugaskan untuk menjada anda” sahut Bodyguard yang lainnya dengan menundukkan kepalanya. Karena itu semua perintah dari Hiro kepada seluruh anggota bodyguardnya bahwa Kinan adalah calon istrinya.

__ADS_1


Dan mereka harus menjada keselamatan Kinan saat ini karena Hiro tidak bisa berada di dekat Kinan karena Dea yang lebih penting sekarang.


“Whaatt!! Menjaga!! Apa maksudmu ini semua adalah kategori menjaga?? Dan kau tidak bisa membedakan mana namanya menjada dan mana yang namanya di tahan dan di kurung.” Kata Kinan Panjang lebar dengan suara yang tinggi karena emosinya sudah di puncaknya.


__ADS_2