
15 Tahun kemudian, Dea dan Kinan sama - sama telah memiliki keturunan. Namun Kinan dan Hiro hanya memiliki seorang putri yang bermana Bella Branz dan sebentar lagi akan memasuki universitas dan Bella meminta dia ingin berkuliah tanpa ada campur tangan orangtuanya karena ia ingin seperti kakak sepupunya Aura dan ada kisahnya di My Quen Kisah Akhir di Sekolah cek profil ku ya. 😍
Dea dan Martin sudah pusing tujuh keliling melihat tingkah laku kedua anak mereka yang memilih tidak ingin melanjutkan perusahaan orangtuanya dan memilih mandiri. Aura yang memilih ke Japan dan Aron memilih ke Canada, karena mereka mau bebas dan tetap di awasi oleh orangtua mereka dari jauh.
"Son, jadi kapan kau pulang?" tanya Dea saat ini sedang berada di mansion di ruang tamu dan dia bersama dengan Martin suaminya.
"Come on Mom. Disini aku bekerja, aku akan pulang sekaligus membawa calon menantu mu" sahut Aron sambil terkekeh.
Dea mengerucutkan bibirnya karena jawaban Putranya selalu seperti itu saja setiap harinya.
"Pokoknya Mommy bilang akhir tahun pulang. Tidak ada bantahan sayang" tegas Dea dan mau tidak mau Aron pun mengiyakan kemauan Mommy nya.
Huuff...
"Ya ya ya,, Mommy selalu seperti ini jika Daddy pergi keluar negeri, suruh Aura saja Mom. Sudah dulu ya Mom, Aron mau masih bekerja. I love you dan i miss you. " balas Aron sambil mematikan ponselnya dan menggelengkan kepalanya pelan.
Lalu Aron pun langsung menghubungi sang saudara kembarnya Aura yang sibuk dengan bisnis barunya. Sampai tiga kali panggilan baru Aura mengangkat panggilan dari kembarannya itu.
"Ck, kau selalu seperti ini jika di hubungi. Sudah melebihi Daddy saja sibuk mu" decak Aron kesal karena Aura selalu mengabaikan keluarganya.
__ADS_1
"To the poin saja atau ku matikan" jawab Aura cuek dan tetap fokus pada pekerjaannya.
"Mommy menyuruh kita pulang akhir tahun ini."
"Hemm, nanti aku pulang setelah dapat pria ganteng dan kaya." sahut Aura cuek dan tetap fokus pada pekerjaannya.
Aron tertawa mendengar jawaban saudara kembarnya itu. Dirinya berfikir mungkin karena mereka kembar dan sama - sama memiliki pemikiran yang sama.
"Hei, kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu? " tanya Aura sambil melirik ponselnya karena suara tawa Aron menggema di telinganya.
"Bukan.. bukan itu maksudku, mungkin karena kita kembar jadi pemikiran kita sama. Dan aku tadi menjawab sama Mommy ketika Mommy menanyakan kapan aku pulang, dan aku menjawab seperti apa yang kau ucapkan tadi." jawab Aron terkekeh geli mengingat pembicaraannya dengan Mommy nya tadi. Sementara di London wanita yang sedang di bicarakan itu sedang bersin - bersin.
"Kau flu baby?" tanya Martin sambil menangkup kedua pipi istrinya itu.
"Mungkin anak kita Honey, kau akan selalu seperti ini jika selesai menghubungi mereka" kata Martin dengan polosnya dan jawaban suaminya itu membuat istrinya kesal dan emosi.
"Yah, dan mereka akan menerima suprise dari ku honey" jawab Dea dengan senyuman smirk nya.
"Wah,, sepertinya bakal terjadi perang 45"
__ADS_1
"Bukan perang lagi, tapi mereka akan menerima hukuman ku Honey" balas Dea lagi dengan tatapan dinginnya. Martin melihat itu hanya bergedik ngeri. Dirinya tidak bisa membayangkan bagaimana nasib kedua anaknya itu.
Martin hanya diam namun tangannya sibuk mengetik pesan untuk putri tercintanya.
"Persiapkan diri kalian, karena Mommy kalian akan memberi suprise yang terindah untuk kalian berdua" itu lah pesan Martin untuk kedua anaknya.
Aura yang membaca pesan sang Daddy langsung meneruskan pesan tersebut kepada saudaranya itu. Dan dirinya tak lupa menambahkan kalimat dibawah pesan dari sang Daddy.
"Siapkan peran mu dengan baik kembaran ku" pesan Aura pada Aron dan Aron yang melihat pesan tersebut hanya tertawa kencang dan bisa ia banyangkan bagaimana wajah Mommy mereka yang sedang marah seperti apa.
Hei jangan lupa baca Novel Author yang lain
"Story Menteng VII Medan
"My Quen Kisah Akhir Sekolah
" Bukan sekretaris Biasa di Paijo
"Kekuatan Cinta (terinspirasi dari kisah nyata)
__ADS_1
di Paijo
" November Rain & Hot Billioner di Paijo