Life Of Dea

Life Of Dea
#55


__ADS_3

"APA" teriak Martin, dengan mulut yang menganga.


Martin seakan syok, dalam benaknya sederetan ucapan pria tua yang ada dihadapannya.


"Ini kamar Dea, selama beberapa minggu kemaren"


Kata-kata itu sangat mengganggu pikirannya.


"Jadi, Dea dimana?" tanya Martin dengan wajah yang masih gelisah dan ketakutan hal buruk terjadi pada Dea.


Prom memandang lekat manik mata kecoklatan, yang memiliki tatapan tajam seperti elang.


Prom tersenyum kepada Martin sambil, membuat kopi untuk mereka berdua.


"Dia sudah pergi" Prom membawa dua gelas kopi diatas meja.


"What!!" pekik Martin, melebarkan manik matanya.


"Seriuosly?" ucap Martin lagi, sembari mengacak pinggang dan mengusap wajahnya


"Hemm" lirih Prom menganggukkan kepalanya dan duduk disofa.


"Kau mengenal Dea?" tanya Martin kembali yang masih meragukannya dan menunjukkan gambar Dea lagi.


"Caitlyn Deanada Putri Dari Akseno Axton dan Nyonya Watson" balas Prom santai.

__ADS_1


Mulut Martin menganga seakan tak percaya.


Martin mendudukan pantatnya kekursi sofa yang ada diruangan itu.


"Jadi Dea kemana Pak Tua?" ucap Martin lagi


"Dia sudah pulang ke London dengan seorang Pria. Jika tidak percaya, saya akan menghubunginya. kata Prom dan langsung melakukan panggilan Vidio kenomor Dea.


"Ada apa Uncle,?" tanya Jerry yang kebetulang berada dibalkon kamar Dea bersama Kinan. Mereka sedang bermain Dadu kesukaan mereka sejak kecil.


Martin mendengar suara pria, dia langsung merebut phonsel milik Prom dan memplototin Jerry yang ada disebrang sana.


"Kau siapa? Kenapa Phonsel Dea ada bersamamu" cerca Martin yang tidak terima bahwa wanitanya sedang bersama pria lain.


Jerry melihat kearah Dea, yang asyik main Dadu sama Kinan.


"Dea sedang berada dikamar, kami ingin bermain" ucap Jerry santai


"Apa??? Bermain?? Jangan macam-macam dengannya?!" teriak Martin marah-marah dan langsung mematikan panggilannya.


Dia langsung menyuruh Hiro membeli tiketnya malam ini juga tapi sayang penerbangan tidak ada pukul dini hari.


Martin tampak murung, bercampur kesal.


Phonsel Dea sudah tidak aktif begitu juga Kinan dan dia bertambah kesal karena dia harus berangkat pagi harinya sekitar pukul enam pagi ke London. Saat ini dia sedang menahan amarahnya kepada Dea, dan Kinan terutama pria yang saat ini bersama Dea.

__ADS_1


"Aaarghh" kesal Martin mengacak-acak rambutnya


"Awas kau Gadis Nakal, akan ku hajar kau" geram Martin.


Saat ini pagi harinya Martin kebandara menuju London dengan menggunakan Jet Pribadi Martin yang tiba pukul lima pagi.


Uncle Prom hanya tersenyum melihat tingkah dan sifag posesif kekasih keponakannya itu.


"Jerry, siapkan bokongmu nak" kekeh Prom pelan dan melambaikan tangannya kearah Martin, yang sudah berada diatas kepalanya didalam helikopter.


❣️❣️❣️


Saat ini Martin sedang berdiri didepan pagar mansion Dea yang ada di London.


Martin sampai disana sekitar dua jam yang lalu, dan langsung menuju kemansion kekasihnya.


Tapi sayang security melaporkan bahwa Nona Dea sedang keluar.


Martin memilih menunggu Dea, diruang keluarganya. Karena sebagian pelayan sudah kenal dengan Martin dari Kinan, jadi pelayan membiarkannya masuk begitu saja.


Sementara Dea, Kinan dan Jerry sedang berada di makam kedua orangtuanya.


"Mom, Dad kami datang. Dan anak lelakimu Jerry datang mom menyelamatkan aku" ucap Dea


"Sorry Dady Momy"lirih Jerry menunduk dengan suara yang serak dan bergetar karena menahan air matanya.

__ADS_1


Kinan hanya mengelus lengan Jerry dengan lembut.


__ADS_2