
Dua minggu kemudian, Dea akan berangkat ke Los Angeles bersama Kinan dan Hiro yang diutus Martin untuk menjaga Dea dan Kinan.
Martin tidak bisa menjemput kekasihnya karena kerjaanya tidak bisa ditinggal, apalagi dia ingin menikah dan berbulan madu tentunya jadi dia ingin semua pekerjaannya beres sebelum mereka menikah.
Dea yang masih berada dikantor sampai jam tujuh malam, karena banyak laporan keuangan yang mesti dia periksa dengan teliti..
Kinan dan Hiro sedang pergi keluar makan malam, sementara Dea minta dibungkuskan saja karena dia tidak bisa meninggalkan kantor karena pekerjaanya.
Seseorang yang seharian memantau keberadaan Dea yang sedang bekerja. Mobil mercy keluar dari garasi perusahaan Dea, disana ada Kinan dan Hiro didalam mobil dan dapat dipastikan jika Dea masih berada dikantor.
Miko tersenyum devil, situasinya sudah aman.
Dia berjalan menuju ruangan Dea. Tampak, security sedang dikamar mandi, Miko berjalan cepat menuju lift dan menekan nomor lantai tempat Dea berada.
Dengan santai Miko, berjalan menuju ruangan CEO yaitu ruangan Dea. Dengan memakai hodie dan kaca mata Miko berjalan sambil bersiul senang.
Tok Tok Tok
Dea mengira itu Kinan dan Hiro. Jadi dia membuka pintu ruangannya yang sempat dia kunci dengan tombol otomatisnya.
"Hallo adik ku sayang" ucap Miko tersenyum menyeringai.
Dea langsung menatap kearah pintu dan terkejut serta tubuhnya menegang karena tatapan Miko terlihat tajam seakan ingin menikam Dea.
"Apa kabar kak" sapa Dea dengan santai berusaha tenang dan Dea langsung menekan tombol darurat di phonselnya dan itu akan tersambung kenomor Jerry.
Dea berusaha tenang sambil memainkan jari telunjuk dan memukul meja dengan jari telunjuknya agar kepanikannya hilang.
"To the point saja" ucap Miko
"Ya, katakanlah' balas Dea yang masih duduk dikursi kebesarannya.
Miko melangkah masuk dan mendekati Dea dengan tenang.
__ADS_1
"Aku hanya merindukanmu adik ku"
"Ck, alasan" gumam Dea dalam hati.
"Aku ingin kau membagi harta warisan itu kepada ku, karena orangtua kita sama" jawab Miko
"Dan aku harap kau tidak serakah dalam hal ini." ucap Miko kembali dan duduk di kursi yang berada tepat didepan Dea.
"Kau serius! Hanya menginginkan itu saja?" ucap Dea kembali.
Dea melirik phonselnya, namun Dewi Fortuna tidak berpihak padanya. Sudah tiga kali dia menekan panggilan darurat, Jerry tidak menjawab panggilannya.
Dea memutuskan tidak menghubungi siapa pun, dia ingin menghadapinya dengan tenang.
"Kak,- Apa kau tau bagaimana aku diperlakukan oleh Uncle" tanya Dea sedikit gugup namun Dea bisa mengalihkan kegugupannya.
"Aku tidak tahu, jika aku tahu bagaimana rasanya itu adalah hal yang lumrah" jawab Miko santai
"What!!! Lumrah!!" teriak Dea sambil berdiri
"Ya, karena kau tamak. Kau ingin semuanya, padahal yang anak Kakek adalah Dady ku dan Dady mu" jawab Miko
Dea tertawa terbahak-bahak sambil membelakangi Miko kakak sepupunya itu.
"Kakak tahu, Uncle bukan keturunan Axton." tegas Dea
"Uncle bukan anak Kandung Kakek Kak" ucap Dea meninggikan suaranya karena sudah tersulut emosi.
Jeddduaaarr
Miko terdiam, dan memandang lekat kearah Dea.
"Tidak!! Itu tidak benar!! teriak Miko yang sudah emosi dan melompat meja yang ada dihadapannya, lalu menarik lengan Dea dan mencekik leher Dea dengan kuat.
__ADS_1
"Katakan, jika itu tidak benar sama sekali!!" bentak Miko yang masih mencekik leher Dea dan membuat Dea kesakitan.
"Aa-, Aaku berkata jujur kak. Tanya Uncle Prom yang sudah lama bekerja sama kakek" ucap Dea yang memberontak ingin melepas tangan Miko dari lehernya.
"Tidak!!! Kau pembohong!Kau pembunuh!!! teriak Miko.
Dddddrrttt......
Phonsel Dea berdering, nama Jerry muncul dilayar phonselnya. Dea berusaha mengambil phonselnya yang ada dihadapannya namun dia kalah cepat dengan Miko.
Miko meraih benda pipih tersebut lalu dihempaskannya kelantai dengan keras sampai, membuat phonsel Dea hancur berantakan.
Dea menyiku rusuk Miko, membuat Miko meringis dan Dea terlepas dari cengkramannya.
Dea terbatuk-batuk karena Miko yang mencekik lehernya dengan kuat. Dea berusaha keluar dari ruangan itu, namun ditarik Miko dan tubuh Dea melayang karena Miko mengangkat lalu dihempaskannya keatas meja kerja Dea membuat semua yang ada diatas meja Dea jatuh berantakan dan kepala Dea terbentur kedinding dan mengeluarkan banyak darah dan Dea pun pingsan.
Miko melihat Dea pingsan, langsung berlari keluar dari perusahaan itu dengan kencang. Security yang melihat seseorang yang menurutnya curiga langsung mengejarnya.
Namun sayang Miko sudah hilang dari kejaran security. Security memutuskan kembali keperusahaan, dan ingin mengchek CCTV tepat disaat Jerry sudah tiba di lobi perusahaan.
"Ada apa? Kenapa berlarian?" tanya Jerry kebingungan
"Maaf pak, tadi ada seorang pria keluar dari kantor kita dengan terburu-buru dan saya mengejarnya namun, saya tidak menemukanya pak." jawab security
Jerry langsung melebarkan matanya dan teringat dengan Dea.
"Periksa semua CCTV!!" teriak Jerry berlari kencang menuju ruangan Dea
"Shiiit!! Dea!!" teriak Jerry yang saat ini berdiri didalam Lift.
Jerry keluar dari lift langsung menuju ruangan Dea yang terbuka setengah.
"Oh my God , Dea sayang!!! Jerry yang histeris melihat keadaan Dea saat ini.
__ADS_1
Jerry menangis dan memeluk Dea, dia berusaha tegar menghubungi suruhannya untuk mengejar Miko sampaii tertangkap dan Jerry juga menghubungi Ambulance.
Jangan Lupa Like kome. dan Vote dan Favorit