Life Of Dea

Life Of Dea
#27


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi Dea memasuki area pantai, dimana lokasi tersebut masih sunyi dan tak banyak pengunjung. Dea melihat sekitarnya dengan tenang dan tidak menunjukkan kekuatirannya dan kecemasannya.


Dea mengeluarkan hp yang diberikan virez dibalik swetaernya dan melihat banyak panggilan dari Mr.Dimitri, Dea menghafal nomor martin. Dea menghembuskan nafasnya, dan mengirim pesan kepada virez yang saat ini berada sedikit jauh dari lokasi Dea saat ini.


"Semua aman?? Kinan bagaimana, apa dia baik-baik saja? Siap kan semuanya karena aku langsung pulang ke London."


Setelah mengirim pesan ke virez Dea membuka pesan dari Mr.Dimitri yang begitu banyak karena kemaren-kemaren Dea tak mempunyai Hp. Itu karena Hpnya kena sita oleh pamannya sendiri.


Martin tahu nomor Dea dari kinan,


"Sorry, aku tahu meminta maaf dengan cara seperti ini tidak sopan, tapi sudah dua bulan lebih aku mencari mu di london bahkan ke apartemenmu tapi kau tidak ada, jadi maafkan aku atas kecerobohanku.


"Dea, kau dimana jaga dirimu dan aku akan datang menjemoutmu. Jangan percaya dengan pamanmu, berhati-hatilah sebelum aku datang"


Dea memijit pelipis matanya, kenapa martin tahu nomor Hp yang baru diberikan Virez semalam kepadanya dan keadaannya sekarang ini pun martin bisa mengetahuinya. Dea tidak ingin melibatkannya jadi dia memilih untuk tidak membalas pesan dari martin.


Virez melihat ada mobil Mercy berhenti didekat mobil yang membawa Dea, karena Dea saat ini ada di Villa dekat pantai tersebut dengan pelayan. Virez langsung melebarkan manik matanya begitu mengetahui siapa yang turun dari mobil tersebut.


"Shiit!!!" maki Virez, Virez memberikan aba-aba


kepada anak buahnya untuk berjaga dan siap melindungi Dea.


"Kontak Kanan, Siap!!?" tanya martin


"Siap bos" jawab anak buah martin

__ADS_1


Anak buah Virez di sebelah kanan langsung mendekat dan menyebar posisi dengan senjata ditangan masing-masing. Melihat situasi anak buah Virez lebih sedikit dari pada anak buah Rico, Virez mengeram emosinya, sepertinya rico sudah mengetahui Virez sudah berada disana. Tapi Virez tidak tahu jika Martin juga sudah berada dilokasi tersebut dan anak buah Nahendra yang sudah dari awal berada disana sudah siap siaga dengan senjata mereka juga. Target sudah sudah dapat oleh anak buah Nahendra, sekali tekan Doorrr kepala Rico sasarannya.


Dea melihat kejauhan ada cahaya kecil, dan dia menganggukkan kepalanya. Dan Dea menunduk hendak mengambil senjatanya didalam sepatu bootsnya, tapi sayang pergerakkannya sudah terbaca oleh pamannya.


"Berikan Senjatamu!!! Cepat!" teriak Rico


"Uncle, Why are you doing?!" ucap Dea dengan tatapan tajamnya.


"Ck, Kau sudah mengetahuinya. Dimana Virez?? Bocah tengil itu selalu melawan atas perintah ku." balas Rico yang sudah emosi


"Aku tidak tahu Paman" jawab Dea yang masih menatap mata pamannya.


PLAAAKKK


"****** sialan! Kau berbohong pada Ku!!" teriak Martin.


Dea berusaha menepis tangannya, tapi senjata anak buah pamannya sudah terletak di belakang kepala Dea.


"Apa yang kau inginkan paman?!" teriak Dea


Rico memberhentikan langka menatap lekat manik mata kecoklatan itu. Dan tersenyum sinis,


"Kematianmu dan Tanda tanganmu" balas Rico tenang dan santa


Dea tertawa kencang, dan sangat kencang. Dea yakin bahwa Vires akan bergerak dengan kecepannya.

__ADS_1


"Paman yakin!? "


"Sangat yakin" balas Rico penuh percaya diri


"Ya! Ya! Ya!, tapi lihat disana, sudah ada menunggumu" balas Dea sambil melipat kedua tangannya didada.


Tepat saat Rico, mengalihkan penglihatannya dan saat itu juga Dea menunduk dan mengambil senjatanya yang ada didalam bootsnya dan mengarahkan lurus kearah paman.


Rico kaget saat dia tersadar telah dikelabui keponakannya sendiri.


"Lets Go to The Party Uncle" ucap Dea penuh penekanan dan raut wajah yang dingin dan emosi yang sudah dipuncak.


Sementara diluar Villa, anak buah Virez dan Virez menembak anak buah Rico yang ada didekat mereka dengan menggunakan senapan M1893 dan Desert Eagle.


"Move! Move! Move! Move!"


"Lumpuhkan semua!" teriak Virez


Dea dan Pamannya mendengar suara tembakan baku hantam diluar, dengan cepat paman Dea Rico langsung menendang tangan dan perut Dea sehingga, senjata Dea terlepas dan tubuhnya terplanting dibawah meja.


Dea meringis kesakitan karna tangannya belum pulih total, Rico menendang kembali perut dan paha Dea lalu, dia menyeret Dea dengan menjambak rambut pendek Dea.


"Kali ini aku akan membuatmu, merasakan seperti yang dirasakan oleh Ayahmu" ucap Rico marah.


#Note : Kita Slow Update Aja ya, berhubung kita liburan tapi tetap update ya sayang.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN FAVORIT YA


Selamat Berlibur 😍🎶


__ADS_2