
Di Los Angeles Martin menumbuk anakbuahnya yang telah membohonginya. Saat ini dia emosi karena Kakak Iparnya meninggalkannya sendirian tanpa membawanya untuk menjemput Dea, bahkan ia terkurung di ruangan kerjanya sendiri selama dua hari.
"Bajiiingann,!! Kau ku gaji tapi kau berpihak pada tua bangka itu!" Martin menendang tubuh anakbuahnya yang sudah tergletak dilantai didepan pintu ruangannya. "Gerald!! Siapkan penerbanganku sekarang juga!" teriak Martin melonggarkan dasinya dan menggulung lengan kemejanya sembari berjalan cepat keluar dari perusahaanya. Para karyawannya melihat ekspresi serta penampilan Bos mereka sangat menyeramkan, mereka lebih memilih diam dari oada dipecat.
Namun berbeda hal di Auckland tepatnya di Apartemen yang Dea sewa, disana hening setelah Dea memanggilnya.
Flashback
Rossi berjalan melangkah masuk kedalam apartemen dan meninggalkan cemilan dan minuman mereka yang ada di Balkon menuju ruang tengah. "Iya, ini aku kesana" ucap Rossi dengan wajah cerah.
"Sini" ajak Dea menarik tangan Rossi sebelah kiri menuju ruang tengah tempat Nahendra dan Hiro berada.
"Kakak, ini teman ku. Oia Rossi ini Kakak ku satu-satunya dan abangku sedang di London." ucap Dea memperkenalkan Kinan, Kinan menyodorkan tangannya kepada Rossi dan mereka berjabat tangan.
__ADS_1
Dea menoleh melihat Uncle Nahendra dan Hiro yang membelakanginya. "Uncle kenalin ini teman Dea," Dea pun menoleh kearah Rossi dan tersenyum, Rossi melangkah mendekat kearah Nahendra duduk dan Hiro langsung memutar tubuhnya dan melihat kearah Rossi dan tersenyum tipis, Rossi yang melihat Hiro ada dihadapannya sekita dia Dejavu mengingat kisah yang lama ketika Hiro bersama Nahendra menjumpainya dalam benak Rossi "Jangan bilang Hiro bersama Uncle Hendra" gumamnya dalam hati. Hiro mengerti arti sorot mata Rossi serta gelengan kecil lalu Hiro menganggukkan kepalanya dan memutar kursi roda Nahendra.
❣️❣️❣️
Rossi langsung memundurkan langkahnya dan menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak mungkin" ucap Rossi pelan namun masih terdengar oleh Dea dan yang lainnya.
"Apa kabarmu? Lama tak berjumpa" ucap Nahendra menatap tajam kearah Rossi.
Dea melihat Rossi dan Unclenya seperti pertemuan antara musuh lama. "Uncle, mengenalnya" tanya Dea menatap Nahendra dan Rossi secara bergantian.
Rossi terdiam dan berfikir "Jangan bilang dia istrinya Martin" gumam Rossi dalam hati.
"Hubungan apa antara kau dan dia" ucap Rossi pada Dea. Dea yang belum mengerti dengan situasi hanya bisa tersenyum "Oh ini Kakak Iparku, aku menikah dengan adik Ipar Uncle, eeh maksudku Kakak Nahendra. Maaf aku terbiasa memanggilnya dengan sebutan Uncle karena jarak aku dengan Martin sangat jauh" Kata Dea pada Rossi dengan santai.
__ADS_1
"Kau istri Martin?!" ucap Rossi kembali
"Ya, aku istrinya kami baru menikah beberapa minggu kemaren" jawab Dea
"Kami tahu siapa dia?" tanya Nahendra pada Dea. Dea mengernyitkan dahinya "Dia Rossi kenalanku beberapa hari yang lalu, emang ada apa ini Uncle" kata Dea yang berasa jika suasana semakin tegang.
Nahendra diam sambil menatap lekat manik mata Rossi, Rossi hanya diam ditempat tanpa bisa berkata apa-apa. "Dia mantan istri Martin, yang datang menjumpai Martin disaat kalian pulang ke apartemen sehari kalian sudah menikah" jelas Nahendra dengan mengetatkan rahangnya, karena Nahendra berusaha untuk tidak emosi agar Dea tidak syok.
Dea memandang ke arah Rossi "Benar itu Kak?" tanya Dea dengan kebingungan.
"Iya, aku mantannya. Aku menjumpainya karena ingin memohon maaf padanya. Kesalahanku yang dulu sepertinya membuat aku tidak bahagia, karena itu aku bertekad menjumpainya agar Karma itu tidak ada lagi padaku. Meski pun aku mulai mencintainya, tapi jujur awalnya aku ingin berebut Martin kembali namun, saat ini aku ketahui siapa istrinya, ternyata dirimu aku akui aku akan menjauhinya dan berdoa agar kau bahagia dengannya." ucap Rossi dengan mata berkaca-kaca.
Dea hanya diam terpaku dengan apa yang ia lihat dan ia dengar hari ini. Sungguh ia syok dan kepalanya mulai sakit, saat ini dia tidak tahu harus berkata apa. Karena selama mereka kenal Rossi sungguh baik pada Dea, dan begitu juga Dea pada Rossi. Dea beranjak dari tempat ia berdiri menuju kamarnya lalu disusul oleh Kinan karena Kinan tahu saat ini Dea hanya terkejut saja.
__ADS_1
**Jangan lupa dukungannya
Komen Like Vote dan Favorit**