Life Of Dea

Life Of Dea
#51


__ADS_3

Dari kejauhan Jerry melihat wanita yang sedang tersenyum, melayani para tamu.


Dia berjalan cepat, menghampiri Dea.


"Caitlyn.." panggil Jerry, berjalan menghampiri Dea yang sedang melayani para tamu yang menginap di cottage Uncle Prom.


Jerry langsung memeluknya dengan erat, sampai dia tidak bisa membendung air matanya kali ini.


"Thank you God" lirih Jerry, yang masih memeluk Dea dan mengusap kepala Dea dengan lembut.


Dea mengendorkan pelukan mereka dan menatap pria yang bertato elang itu. Dea menarik tangannya menuju Cottage yang selama ini dea tempati.


Jerry melihat sekeliling Cottage tersebut, dan melihat segala isinya yang terlihat sederhana bagi kehidupan Dea yang sebelumnya serbah mewah.


"Apa Nona, terdampar dipantai ini?" tanya Jerry, masih mengedarkan pandangannya


"Ya, untung Uncle prom, yang menolongku." balas Dea sembari menyodorkan kopi buatannya kepada Jerry.


"Thanks atas semuanya, aku tidak tahu jika kalian tidak ada disisiku" isak Dea, langsung menangis begitu saja. Karena dia masih tidak yakin jika pamannya seperti itu.


"Heii, jangan menangis. Nanti Akseno memukulku" kekeh Jerry, memeluk dan mengusap punggung Dea


"Uncle tahu dari mana aku ada disini" tanya Dea menatap lekat wajah Jerry.


"Sebenarnya aku tidak tahu, hanya saja setelah dua hari, kami tidak menemukanmu aku hampir putus asa..Dan aku bermimpi dengan ayahmu.


Aku melihat Kinan berlari dan kejar-kejaran dipantai seperti dulu bersama ku, ibu dan ayahmu. Waktu itu kau belum ada sama sekali.


Dari situlah aku bertekad mencarimu dipesisir panti negara ini." ucapnya sambil tersenyum tulus.


"See, aku menemukan mu. Tuhan menjawab doa ku. Aku ingin membalas kebaikannya, ternyata ini lah saatnya aku membuktikan semua keinginanku" ucap Jerry kembali mengusap kepala Dea.


"Apa paman sudah berkeluarga?" tanya Dea yang duduk berhadapan dengan Jerry dengan pembatas meja saja.

__ADS_1


"Aku tidak menikah, karena aku sangat setia dengan ayahmu. Kepergiannya membuatku terpukul, dan terpuruk.


Karena itu, aku memilih mendamaikan hatiku dengan keadaan. Karena itu kau tidak mengenalku dan aku sempat sedikit tidak mengenalmu karena kau sedikit berubah, karena semakin besar semakin cantik. kekeh Jerry


"Ck, Uncle bisa saja" Dea tertawa pelan


"Caitlyn ayo kita pulang" ajak Jerry, bersungguh-sungguh


"Aku sebenarnya ingin pulang. Tapi karena Uncle yang sudah menjemputku, ya sudah aku ikut saja" ucap Dea, melangkah keluar Cottage dan mencari Uncle Prom


"Uncle, aku tinggal sebentar ya"


"It's oke" balas Jerry, tersenyum lembut


Jerry menunggu Dea didalam Cottage, karena Dea pergi ingin memanggil penjaga cottage yaitu Uncle prom yang telah menyelamatkannya.


Setelah bertemu dengan Uncle Prom, mereka akhirnya bersama, menuju cottage tempat tinggal Dea selama beberapa minggu.


"Uncle, aku mau pulang kenegara ku. Seseorang datang menjemputku karena dia menemukanku"


Dea tersenyum, karena dia tahu bahwa Uncle barunya ini sangat mengkuatirkannya.


"Dia sahabat Dadyku, Uncle. Dia yang telah menyelamatkan ku dari peristiwa bom kemaren." balas Dea, sambil menggenggam tangan Uncle Prom dan mengajaknya pulang ke Cottage.


"Uncle...Uncle Jerry" teriak Dea, berjalan bersama Uncle Prom


Dea dan Uncle Prom membuka kamar tempat Dea tinggali selama beberapa minggu ini.


Jerry yang baru keluar dari kamar mandi melihat kearah Prom dan tiba-tiba handuk kecil terjatuh begitu saja dari tangan Jerry.


"Uncle,.."lirih Jerry pelan, berjalan kearah prom. Dea yang melihat kejadian hanya diam saja.


"Kalian saling mengenal?" tanya Dea, memandang Jerry dan juga Prom

__ADS_1


"Kau kah itu anak nakal? Kau yang selalu bersama Tuan Axton dan Nyonya Watson?"


tanya Prom langsung memeluk Jerry begitu kuat


"Ya, ini aku. Anak yang dibesarkan oleh Nyonya Watson" jawab Jerry dan membuat Dea menganga dan merasa speechless dengan keadaan yang sekarang ini termasuk jawaban Jerry.


"Kemana saja kau selama ini?? Kenapa aku meninggalkan kami semuanya?" tanya Prom


"Aku merasa bersalah karena tidak bisa menjaga kakak ku Uncle, padahal dia yang sudah menaikkan derajatku dari jalanan" jawab Jerry


Prom teringat dengan Dea, akhirnya menyuruh Dea duduk bertiga dengan Jerry. Akhirnya Jerry dan Prom menceritakan semua kejadian dan hubungan Ayahnya dengan Unclenya Rico.


Ibu Dea, sangat suka memberikan bantuan ke panti asuhan dan disana, dia berjumpa Kinan yang masih balita. Ibunya membawa ke mansion tapi, selama perjalanan pulang kemansion tiba-tiba mobilnya mogok. Disana dia bertemu dengan Jerry usianya sekitar 8 tahun.


Jerry membantu memperbaiki mobil yang dibawa Ibu Dea saat itu, dan Ibunya membawa Jerry beserta Kinan kemansion.


Akseno senang, melihat istrinya bahagia semenjak kedatang Kinan dan Jerry dalam hidup mereka.


Seakan mereka berdua memberikan warna ditengah keluarga mereka.


Sungguh Dea bangga mempunyai sosok seperti Ibunya.


Mungkin sifatnya menurun sama Kinan, yang lemah lembut terhadap orang lain.


Sementara Dea, sifatnya yang suka amburadul menurun dari sifat Kakeknya, dibalik sisi amburadulnya dia memiliki sifat dari Ayahnya yang bersifat tegas, dingin dan cuek.


Prom dan Jerry bercerita kehidupan mereka selama bersama ayah Dea dan Ibunya. Dea tersenyum mendengar kebaikan yang telah diberikan kedua Orangtuanya.


"Aku bangga, memiliki kalian Dad, Mom" gumam Dea dalam hatinya.


Saat ini Dea tak menyangka sunggu rumit, masalah keluarga mereka.


Jika ingin jujur, sungguh Dea tidak ingin tahu akan hal ini.

__ADS_1


Karena itu bisa membuat Dea kecewa dan hancur kembali.


__ADS_2