
Kinan tak habis pikir dengan apa jalan pikiran Hiro saat ini, sungguh dia kecewa dan kesal karena dirinya sudah jauh-jauh datang ingin menolong Dea tapi apa yang saat ini ia dapat. Ia terkurung dan tangan dan kakinya terikat. Dan bisa di katakan dirinya sepertinya di pasung. Dan makan minum ia di suapi oleh salah satu pelayan yang bekerja di hotel tempat dirinya berada, dan hal itu dapat Kinan ketahui karena seragam yang di kenakan pelayan tersebut.
“Bagaimana aku bisa lepas dari sini, bajingan kau Hiro. Lihat saja nanti jika kau kembali aku tidak akan menerima lamaranmu lagi” gumam Kinan dalam hati
Sementara di luar sana dan hari sudah gelap Dea yang bisa di temukan mereka, dan kapal Dea sudah meledak dan Gerald sudah di selamatkan oleh Dea ketika dirinya ingin di bawa ke dalam kapal tersebut dengan tubuh yang sudah di penuhi luka. Karena posisi di amsterdam malam hari membuat Nahendra tidak banyak mengetahui gerak – gerik Dea mau pun Rico.
Dan hal itu langsung membuat Martin murka dan Martin langsung bergegas menyusul kesana karena keadaannya sudah mulai membaik dan kakinya sudah bisa berjalan lagi.
Hiro sudah capek sampai pagi mencari Dea namun, dirinya tidak menemukan mayat atau apa pun yang mengenai Dea. Sampai saat ini dan di pagi hari ini dengan keadaan lesu dan penuh penyesalan ia datang ke hotel ke tempat Kinan berada.
__ADS_1
Hiro berhenti di parkiran dan menatap gedung hotel yang tinggi itu, apa yang akan di katakan Hiro pada Kinan nantinya itulah dalam benak Hiro. Selang dua menit kaki Hiro melangkah menuju masuk ke lobi hotel dan langsung masuk ke dalam lift menuju lantai tiga kamar Kinan dengan wajah yang lesu dan pakaiannya yang sudah kotor, sedikit ada robekkan dan darah.
Para penjaga melihat bosnya telah datang langsung undur diri dari depan pintu kamar hotel tersebut.
Hiro menghirup dan membuang nafasnya dan apa pun yang akan di lakukan Kinan ia telah siap menerima itu semuanya.
Pintu terbuka lebar Hiro melangkah masuk ke dalam ruangan itu, Kinan mendengar suara langkah kaki yang masuk kedalam kamarnya dan ia menoleh dan muncullah Hiro dengan penampilan yang bisa di katakan sudah tidak baik-baik saja dan dengan keadaan lemas. Sebelum itu Hiro telah menutup pintu kamar hotel dan menguncinya. Hiro mendekat dan melepaskan semua ikatan yang ada di tubuh Kinan tanpa berbicara apa pun sampai semua ikatan terlepas dari tubuh Kinan.
Kinan merasakan ada sesuatu yang tidak beres terjadi pada Hiro mau pun Dea itu lah feeling Kinan saat ini yang menilai dari segi pakaian dan keadaan Hiro.
__ADS_1
“Jangan katakan jika kau gagal” ucap Kinan tanpa basa basi dan menatap tajam ke arah Hiro
Hiro berdiri di sisi ranjang dan menatap teduh manik mata Kinan, lalu ia mulai menundukkan dirinya dengan kedua lututnya bertumpu di atas lantai menahan tubuhnya, dan ke dua tangannya meletakkannya di atas kedua pahanya tanpa mau melihat ke arah Kinan.
Kinan melihat itu semua menyakini jika sudah terjadi sesuatu yang di luar pikirannya dan ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
“NO!! No, jangan katakan itu semua. Dan bilang jika itu bohong” teriak Kinan dengan suara yang sudah menggelegar di ruangan mereka saat ini. Air matanya jatuh membasahi pipi nya itu, Kinan mengamuk dan melemparkan semuanya yang ada di dekatnya kepada Hiro dan Hiro tidak mengelak dengan itu semuanya sampai Kinan melempar lampu tidur tepat di wajah Hiro dan membuat pelipisnya berdarah dan Kinan Speechless melihat apa yang sudah ia lakukan sekarang ini terhadap Hiro.
Sesungguhnya Kinan tidak bisa marah apa pun hasilnya, karena mereka sudah membantu untuk menyelamatkan Dea dengan Nyawa mereka sebagai taruhannya. Namun yang membuat Kinan kecewa dan emosi karena Hiro telah menahan dan mengurungkannya di dalam kamar hotel.
__ADS_1