Life Of Dea

Life Of Dea
#91


__ADS_3

"Honey, kita tidur sama" teriak Martin berkacak pinggang karena kesalnya melihat tingkah istrinya kali ini. "No. Aku akan tidur dengan para ladies sayang, kau bisa tidur bersama Jerry atau Hiro" jawab istrinya langsung menutup pintu kamar tamu dilantai bawah dan bergabung dengan Kinan dan Janie teman baru Jerry.


"Apa kau tidak biasa tidur sendirian, tidak usah terlalu lebay biasanya juga kau tidur sendirian jika kau berkunjung ke Los Angeles" ujar Jerry memanasi Martin. "Itu beda cerita Jer, kau tidak akan mengerti akan hal itu karena kau belum merasakannya" jawab Martin tidak mau kalah.


"Kau salah dude, aku seorang playboy dulunya. Lubang mana yang tidak ku masuki" kekeh Jerry sambil menjulurkan lidahnya.


"Sayang sekali wanita mu menerima bekas orang lain" Martin menampar keras Jerry dengan perkataannya karena Martin sudah kesal ditambah lagi Jerry memanasinya.


Jerry terdiam dan menatap punggung Martin yang sedang berjalan dianak tangga dengan santainya.


"Oia, jangan biasakan hal itu. Nanti kau akan termakan karma mu. Berubahlah jika dia wanita baik-baik" ucap Martin dengan keras dan menutup pintu kamarnya.


Jerry terdiam lalu ia mengambil Vodka dari lemari kaca. Dan Hiro menghampirinya, "Jangan masukkan kehati tapi pikirkanlah. Yang Uncle katakan emang benar, aku saja yang tidak playboy belum dikarunia anak sampai sekarang. Entah apa dosa ku dan Kinan dulunya" ucap Hiro dan meninggalkan Jerry sendirian.

__ADS_1


Jerry berjalan kearah belakang rumah dan duduk disana sembari meminum vodkanya dan memikirkan perkataan pedas yang terucap oleh adik iparnya tadi.


"Jerry, kau belum tidur?' ujar Jenie yang sedang memegang gelas yang berisi air putih.


"Aku sedang ingin menikmati angin malam"


"Jangan terlalu lama nanti kau kedinginan dan masuk angin. Angin malam tidak baik buat tulang" ujar Jenie lembut dan memandang manik mata Jerry dengan lekat.


Disaat Jenie sudah memutar tubuhnya dengan membelakangi Jerry, ia terkejut karena Jerry sudah memeluknya dari belakang "Sorry, Aku masih ragu dengan perasaanku. Kasih aku waktu untuk membuktikan jika aku menyukaimu" ucap Jerry lembut dan mencium pundak Jenie yang terbuka karena Jenie memakai dress tali satu dan tidak memakai bra.


"Maaf aku tidak bisa meski pun aku ingin" jawab Jenie dan meninggalkan Jerry sendirian didapur sana. Jerry terdiam terpatung karena baru kali ini ada wanita yang menolak rudalnya.


Jenie masuk kekamar tamu dan tertawa keras. "Bagaimana apakah berhasil?" ucap Dea penasaran.

__ADS_1


"Yes, berhasil dan dia diam terpatung" jawab Jenie cengengesa.


Sebelum Jenie keluar Dea dan Kinan sudah menanyakan sejauh apa hubungan mereka tapi Jenie bilang belum ada diatas ranjang hanya sebatas bibir saja. Dan Dea menyuruh Jenie memakai dress pendek tali satu dan transparan memancing nafsu kakaknya dan membuat Kakaknya bak cacing kepanasan. Terjadi apa yang direncanakan mereka berhasil


Dea dan Kinan tertawa puas "Playboy perlu dihajar sesekali Kak" kata Kinan pada Jenie.


"Aku sangat senang bisa berkenalan dengan kalian. Jika aku tak berjodoh dengan Jerry apakah kalian tetap berteman dengan ku?" tanya jenie.


"Ya tentu saja. Kita sudah berteman" jawab Dea bersemangat. "Tapi jangan pernah tinggalkan Kakak ku" pinta Dea dengan wajah imutnya dan Jenie mencubit hidung Dea karena gemasnya.


Lalu mereka merebahkan tubuh mereka masing-masing sambil bercerita hingga mereka tak sadar jika mereka terlelap dengan tidurnya.


Beda halnya dengan Jerry yang saat ini berada dikamarnya dengan membolak balikkan tubuhnya karena gelisahnya. "Oh my, tenanglah rudalku dalam waktu dekat ini aku berjanji akan memasuki rumah tawananmu itu" kata Jerry penuh percaya diri.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya


__ADS_2