
Mobil yang Martin berhenti di halaman yang luas di mansion Kakak Iparnya Nahendra. Nahendra sudah menunggu kedatangannya diruang tamu. Martin berjalan melangkahkan kaki dengan lebar dan terburu-buru.
"Kakak Ipar!!" teriak Martin
"Ck,.. Aku tidak tuli kecilkan suaramu" ucap Nahendra yang sedang duduk di kursi roda.
"Mana Kinan" tanya Nahendra
Kinan yang baru datang dengan Hiro, tatapan Nahendra langsung tajam melihat tangan Hiro berada di pinggang Kinan. Martin melihat mimik wajah Kakak Iparnya berubah dan mengalihkan pandangannya kearah pandangan yang sama dengan Kakak Iparnya.
"Mereka pacaran" ucap Martin pelan
"Sejak kapan?"
"I don't know" balas Martin
"Uncle, apa Uncle sehat" ucap Kinan sambil menyalim tangan Nahendra.
"Aku baik Nak, jadi Rico yang membawa dea ke Paris"
"What Paris!!!" teriak Martin
"Kenapa aku harus bersusah payahnya untuk aku dapatkan alamat itu, dan gampangnya kau mengucapkan alamatnya dengan yang lainnya. Menyebalkan" ucap martin kesal.
"Aku menghubunginya karena ingin tahu keadaannya" jawab Nahendra tenang
"Kau tak bisa pergi tanpa persiapan, karena kau tidak mengenal siapa lawanmu kali ini." ungkap Nahendra pelan.
"Kenapa, apa yang diinginkan pamannya"
"Dia menginginkan kematian kinan dan Dea secara alami dan Namanya tidak rusak dimata publik." celah Nahendra.
"Apa,.... Tapi uncle rico sangat menyayangi dea dan aku Uncle, bagaimana mungkin dia bisa jahat sama dea."ucap Kinan dengan wajah yang panik.
__ADS_1
"Itulah sifatnya, karena itu membuat axton lengah dan beruntung disisi axton sangat setia jadi semua asetnya aman." jelas Nahendra kembali.
"Jadi bagaimana cara kita mengeluarkan dea dari sana" ucap Martin
"Kenapa pikiran mu berubah menjadi siput" ledek Nahendra
"Bukankah Kakak Ipar yang menyuruhku kemari??!! Kenapa jadi otakku disamain dengan siput??!" geram Martin
"Jika Rico sudah membawa dea berarti, diluaran sana sudah dijaga ketat dan kita tidak bisa sembarang masuk kedalam apartemen tersebut. Aku tidak mau kecerobohanmu mengakibatkan fatal bagi orang lain karena itu aku menyuruhmu kemari." cerca Nahendra sambil menerawang keatas dan memejamkan matanya.
❣️❣️❣️❣️
Dea saat ini memikirkan nasibnya dan kinan kakak angkatnya. Dia sangat takut jika terjadi sesuatu pada kinan, dia mencoba bagaimana caranya agar dapat menghubungi Mr.V hanya dia satu-satunya yang dapat menolongnya.
Dea berdiri didepan kaca kamarnya dari sana dilihat banyak penjagaan yang berjaga diluar, "Ternyata kau menolong ku karena ada maksud yang kau tuju paman."gumam Dea dalam hati.
Malam harinya Dea turun kebawah karena ingin mengambil cemilan, dan melihat situasi saat ini.
Tapi baru saja Dea membuka pintu kamarnya lampu tiba-tiba padam sekitaran tempat tinggal Dea berada. Akhirnya Dea menutup kembali pintunya dan menguncinya. Dia berusaha berjalan dalam gelap menuju ranjang, sampai tangan seseorang menutup mulutnya dan menariknya kedalam kamar mandi.
"Siapa kau"tanya Dea dengan suara beratnya.
"Ini aku, Virez" jawab Virez, yang tadinya Dea berharap kedatangannya ternyata Virez mempunyai telepati yang sangat kuat dan datang dengan sendiri.
"Vi,-Virezzz, bagaimana kau masuk" tanya Dea.
Sebelum Virez menjawab, tiba-tiba pelayan mengetuk pintu kamar Dea.
Tok...Tokk..Tok.......
"Nona,.. Nona!!" teriak Bibi
"Iya Bi, Nona tidak apa-apa? Lampu semua padam. Bibi masuk ya?!"
__ADS_1
"Aku dikamar mandi Bi, letakkan lilin di atas meja rias ya bi" jawab Dea.
"Iya Non," jawab Bibi
Dea langsung memegang pipi Virez, dia takut ketahuan jika kedapatan tidak ada lagi yang dapat menolongnya keluar dari sini.
"Don't be afraid, i'm here" tegas Virez
"Non,..." panggil Bibi
"Iya Bi,!!"
"Nona baik-baik saja?"
"Iya Bi, oia Bi bikinin aku air jahe perutku mulas" jawab Dea dari kamar mandi.
"Nona sakit perut??? Bentar ya Non"
Suara pintu tertutup terdengar oleh Virez, Virez langsung membawa Dea keluar dan menutup pintu balkon.
"Ini Pistol yang kamu minta, aku tahu dari Hera kami ketemu dilobi karena aku ingin menjumpaimu tapi hera bilang kau disini karena itu aku kemari. Aku merasa pamanmu mengurungmu dan akan membunuh mu, karna itu kau memesan untuk mengambil senjatamu pada hera." ucap Virez
"Caitt dengarkan aku simpan pistol mu disini," ucap Virez, dan Virez langsung menempelkan pistolnya dibalik Figura yang tertempel didinding."
"Dan ini obat tidur kau bisa menggunakan otak mu kapan bisa kau berikan kepada penjaga itu semua"
"Ya," jawab Dea
"Dan ini gelang, pakai dilengan atas. Sini ku buatkan karena ini ada GPS dan rekaman suara jadi aku bisa mendengar dan tahu kau dimana, usahakan kau pakai baju longgar dan panjang tangan" ucap Virez dan memasang gelang dilengan diantar bawah ketiak Dea.
"Virez, Thank you" ucap Dea tulus dan memeluk Virez anak sabahat Dady yang merupakan anggota Mafia di London.
"Hati-hati, jaga dirimu. lima menit lagi lampu dikota ini akan menyala dan aku harus pergi sebelum lampu menyala, aku ada didekatmu dan kau bisa melihat mobil sport warna Silver lambang V ada di dekat mobil Van yang ada didepan apartemenmu dan itu mobil ku, di mobil itu ada CCTV mengarah Apartemenmu dan tunjukkan pada ku kau mampu." tegas Virez
__ADS_1
"Oh ya ini obatmu, ini jauh lebih bagus dari yang pakai selama ini" ucap Virez sambil mengkedipkan matanya.
Jangan Lupa Like Komen Vote dan Favorit ❣️