
Sekilas tentang Putri Martin Dimitri
Maaf buat pembaca slow update, minggu depan aku bakal crazy up ya untuk novel ini. Dan jangan lupa ya singgah di Novel terbaru aku dengan judul Kisah Akhir Tahun Sekolah
Disini menceritakan tentang sikembar Quen-nya Dimitri, semoga kalian suka. Oia untuk Novel Life of Dea Bab #103 selalu kena tolak dan masih direview, ku pikir itu ga vulgar banget mungkin pihak NT menilai itu sangat vulgar jadi aku mengedit lagi karena untuk bab #104 sudah release. Dan aku Mohon maaf atas keterlambatannya.
Jangan lupa dukung Author terus yah. 🤩😍
Dea dan Martin sedang mendaftarkan Siska ke sekolah barunya dan ini merupakan sekolah dihari pertamanya di london bersama Gavrael, karena Martin mendaftarkan mereka berdua disatu Yayasan meski pun beda tingkat pendidikan sekolahnya.
"Semangat belajar Honey" ucap Dea sambil mencium pipi Siska, dan mengelus wajah Siska dengan lembut.
"Thank you Grandma dan Grandpa. I love you" Siska mencium pipi Martin dan Dea secara bergantian.
Dea dan Martin meninggalkan sekolahan dan langsung menuju perusahaan, karena Dea akan memeriksa perusahaan cabang mereka.
"Sayang, hati-hati kerja. Dan ingat, selalu ingat wajah ku jika meeting nanti" ujar Martin yang selalu posesif. Karena rambut Martin sudah beruban karena jarak umur mereka terpaut 12 tahun jaraknya dan sementara Dea semakin cantik dan seksi
Dea hanya tertawa melihat sikap posesif suaminya itu, dan itu sangat menggemaskan bagi Dea. Dea langsung ******* bibir suaminya dengan lembut dan mengecap lidah suaminya.
__ADS_1
Martin langsung menahan tekuk leher istrinya dan ******* bibir seksual istrinya yang dilapisi lipstik warna merah cabe itu dan membuat Dea semakin cantik dan hot.
Martin melepaskan pautannya ketika istrinya hampir kehabisan nafasnya.
"I love you my wife" ucap Martin dan merapikan lipstik istrinya yang berserakan karena ciumannya.
"I love you too my handsome" balas Dea tersenyum
"Jam lima sore aku akan menjemputmu" ucap Martin dengan tatapan hangatnya. Lalu Dea keluar dari mobilnya dan mendekat kearah kaca mobil dan menundukkan kepalanya.
Sementara Putri kesayangan mereka, sedang bertengkar dengan temannya di sekolah taman kanak-kanak. "Itu bukan milikmu, itu milik Zeiko!!" teriak Aura yang kesal melihat salah satu temannya yang selalu mengambil alat tulis temannya.
"Terserah, Zeiko saja tidak marah kenapa kau jadi marah??" ucap Clara dengan wajah tengilnya.
"Karena Zeiko takut pada mu, " balas Aura lalu merampas pensil gambar milik Zeiko dari tangan Clara dan memberikannya kepada Zeiko.
"Kau" kata Clara kesal sambil mengepalkan tangannya.
Akhirnya jam sekolah dimulai dan mereka mendapat tugas menggambar dan mewarnai, Aura dan Zeiko bersahabat karena Zeiko anak pendiam dan dari kalangan bawah. Orangtuanya seorang tukang kebun dan majikannya membiayai sekolah Zeiko namun, Aura tidak pernah memandang akan hal itu. Baginya mana membuatnya nyaman itu akan dia pertahankan.
__ADS_1
Setelah mewarnai mereka akhirnya, mereka mengumpulkan dan guru mereka menyuruh untuk beristirahat dan memakan bekal masing-masing.
"Kau membawa apa?" tanya Aura pada Zeiko
Lalu Zeiko meletakkan bekalnya diatas meja dan membukanya. Disana terlihat nasi goreng dan telor dadar dan ada sosis goreng. Ini merupakan menu keseharian Zeiko dan Aura melihat itu sangat senang dan Aura menukar menu mereka.
"Ini untuk mu, dan ini untuk ku. Dady ku selalu memarahi ku makan menu yang berat" ucap Aura yang sudah memakan nasi goreng bekal Zeiko sambil tersenyum
Zeiko sangat senang ada yang mau berteman dengannya dan memakan bekal buatan ibunya meskipun kedua orangtuanya adalah seorang tukang kebun dan pembantu.
"Terima kasih Aura, kau mau berteman dan memakan makanan ku" ucap Zeiko tulus.
"Ini sangat enak, tak baik untuk ku lewatkan" balas Aura yang melahap semua bekal Zeiko tanpa sisa. Lalu Zeiko memakan sushi bekal Aura dengan steak dan spaghetti.
"Ini makanan mahal yang baru kali ini aku memakannya" ucap Zeiko yang senang memakan bekal Aura.
"Aku akan membawa bekal yang lebih enak, tulis saja apa saja yang belum kw makan. Dan aku akan membawakannya, tapi kau harus membawa nasi goreng dan kurangi minyak dan garamnya karena ini sedikit asin" balas Aura yang sudah selesai makan bekal Zeiko.
Clara yang melihat interaksi mereka berdua sangat geram, karena Clara tidak bisa berteman dengan Aura yang dimana notabenenya seorang anak Bilioner yang terkenal kesuksesan kedua orangtuanya di London dan bahkan hampir seluruh pebisnis mengenal orangtuanya termasuk Clara.
Jangan lupa dukungannya 🥰😘
__ADS_1