Life Of Dea

Life Of Dea
#114


__ADS_3

Kinan tetap tak menanggapi ucapan Hiro, Kinan tetap menolong Hiro meski pun sudah berulang kali tangan nya di tepis oleh Hiro. Dan dirinya memapah Hiro di saat Hiro mulai pasrah apa saja yang ia lakukan saat ini.


"Kau mabuk, kerjasama lah yang baik aku akan memapah mu ke kamar tamu" ucap Kinan dan Hiro hanya memandang manik mata Kinan yang sangat indah itu. Dirinya sangat mencintai Kinan, rasa sakit yang penolakan Kinan tak sebanding dengan rasa cinta yang ia rasakan pada Kinan, mereka sampai di kamar dan Hiro duduk di pinggir ranjang dan masih diam saja.


"Kau mau air hangat, agar ku bawakaan?' ujar Kinan, dan Hiro hanya menganggukan kepalanya saja, Lalu kinan meninggalkan Hiro di kamar tamu sendiri.


Hiro menghembuskan nafasnya dengan kasar, "Kenapa kau masih perhatian jika kau menolak ku. Maafkan aku Kinan yang tidak bisa membenci mu" liirh Hiro pelan yang tatapannya mengahadap pintu kamar tempat ia berada.


Kinan mengambil air hangat dan membawa'nya ke dalam kamar Hiro, namun ia tak menemukan Hiro di dalam kamar.


"Hiro.." panggil Kinan

__ADS_1


Kinan ingin mencari ke luar kamar namun ketika ia masih berdiri di pintu, ia mendengar suara air shower dari kamar mandi, lalu Kinan datang ke arah kamar mandi memastikan jika Hiro di dalam.


Di saat dia mendekat, suara air tidak ada lagi dan ia berjalan mendekat dan menempelkan telinganya ke arah pintu kamar mandi dan di saat itu juga Hiro membuka pintu dan dirinya sempat terkejut melihat Kinan yang posisinya seperti ingin menguping, Hiro tersenyum tipis melihat tingkah Kinan yang menurutnya sangat Kepo dan munafik namun ia suka dan sangat suka dengan wanita yang ada di hadapannya ini.


Sementara Kinan yang sudah tertangkap basah, ia langsung berjalan dengan langkah besar ke arah Walk in closet mengambil baju kaos - nya dan celana boxer milik Jerry yang tertinggal di apartemennya dua minggu yang lalu di saat Jerry harus menginap di apartemen nya kala itu.


Hiro melihat boxer pria, ia langsung melemparkan tatapan tajamnya ke arah Kinan, dan Kinan sedikit gugup. Karena ia takut Hiro salah paham akan hal itu.


"Ini punya Kak Jerry, kamu jangan salah paham." ucap Kinan yang seakan mengerti arti tatapan Hiro tersebut. Hiro akhirnya lega karena itu bukan milik lelaki lain, dan ia tidak akan menerima akan hal itu jika itu sampai terjadi.


Saat ini pukul 02 pagi dini hari, Kinan masih terjaga, dan menikmati udara yang dingin di kota itu. Namun tiba-tiba sepasang tangan melingkar di pinggangnya dengan erat.

__ADS_1


"Maafkan aku" bisik Hiro sambil mencium leher Kinan


"Maafkan aku sayang, aku tidak bisa hidup tanpa mu. Ku mohon maafkan aku" ucap Hiro lagi yang benar - benar tulus mencintai Kinan.


Kinan melihat ke arah manik mata Hiro mencari kebohongan namun, ia tidak menemukannya.


Kinan masih terdiam dan menatap manik mata yang coklat itu, menatap nya dengan tatapan hangat. "I'm sorry" balas Kinan.


Hiro sudah cemas mendengar kata maaf dari Kinan dalam hatinya berkata "Apakah diriku tidak ada kesempatan lagi kah??" gumam Hiro dalam hati dan menatap manik mata Kinan.


Hiro mencoba membesar hati dan menerima keputusan Kinan. "Yah aku mengerti, cinta tidak bisa di paksa kan. aku mungkin yang terlalu cinta pada mu Kinan, maaf kan aku atas salah ku pada mu " kata Hiro dengan lemas dan sedikit menunduk. Kinan melihat dan mendengar apa yang di katakan Hiro diia hanya tersenyum kecil.

__ADS_1


Langkah kaki Hiro terhenti di saat Hiro ingin keluar kamar. Hiro melihat ke belakang dan menatap Kinan dengan penuh tanda tanya.


#aku butuh dukungan kalian agar author tidak menjadi hiatus, dukung ya..


__ADS_2