Lihat Aku, Delilah

Lihat Aku, Delilah
Bersatu Untuk Selamanya


__ADS_3

Acara ditunggu-tunggu tiba. Ibarat Delilah ini tengah melakukan acara pernikahan untuk yang pertama kalinya. Proses demi proses dilakukan. Baik dari siraman, pengajian serta malam pacar.


Tamu yang hadir juga bukan orang yang sembarangan, terlebih identitas Nayaka sebagai CEO Global Drvcon.


Di dunia maya sana mulai beredar gosip yang tidak mengenakan mengenai keduanya. Ini terkait kisah cinta antara Delilah dan Nayaka juga tentunya.


Perihal Delilah yang selingkuh, lalu Nayaka yang menikah di saat masih menjadi suami. Semua itu terkuak begitu saja. Entah dari mana gosip itu datangnya. Baik Delilah maupun Nayaka masa bodoh memikirkan berita beredar. Yang terpenting ini saatnya mereka bahagia.


Ucapan ijab kabul itu diucapkan lagi oleh Nayaka. Semua saksi mengatakan sah, dan keduanya resmi menjadi suami istri lagi dalam ikatan yang sah.


Untuk kali ini, Nayaka berjanji pada dirinya sendiri. Ia bersumpah jika ini yang terakhir. Delilah adalah satu-satunya wanita dalam hidupnya.


"Semoga ini menjadi yang terakhir. Selamat untuk kalian," ucap Reyhan.


Delilah memeluk kakaknya. "Terima kasih, Kak."


Giliran Anna yang memberi ucapan selamat. Ada air mata kebahagian di sana. "Jangan lagi melakukan kesalahan yang lalu."


Delilah mengangguk. "Tidak akan."


Secara bergantian keluarga memberi ucapan selamat kepada sepasang pengantin baru ini. Keluarga Diki, Andy, Kiano dan Sera serta si kembar.


"Selamat, Nak." Omar mengucapkan itu sembari memeluk putranya.


"Terima kasih, Papa." Nayaka ikut membalas pelukan itu.


Secara bergantian, Delilah juga bersalaman dengan Omar, Fahmi, serta kerabat lainnya yang datang dari Dubai, termasuk dua istri siri Omar.

__ADS_1


Selepas acara nikah, dilanjutkan dengan resepsi di hotel. Delilah mengenakan gaun putih yang ditaburi oleh permata. Sesuai dengan apa yang ia minta pada Anna. Pakaiannya sama seperti Kyomi, tetapi gaunnya lebih sederhana, dan si kecil Kanaka terlihat menggemaskan memakai setelan tuxedo putih tulang.


Foto bersama menjadi moment yang paling disukai dalam acara ini. Delilah juga bertemu rekan-rekannya. Oh, sifat pamernya masih ada. Ia menunjukkan siapa yang pantas mendapatkan dirinya. Ia adalah Nayaka. Seorang pengusaha dan anak dari konglomerat dunia. Delilah seolah memberitahu kepada teman-temannya yang sempat meremehkan hubungan mereka.


"Undangannya banyak juga ternyata," celetuk Nayaka.


"Sabar sedikit. Kau akan mendapatkannya malam ini," bisik Delilah.


"Bagaimana dengan Kanaka?"


"Berdoa jika putramu itu tidak akan cerewet selama tidur dengan pengasuhnya. Dia lebih suka Santi saat ini."


"Kuharap begitu. Tadi Mbak Santi sudah membawanya kembali ke kamar bersama Kyomi."


"Kau tidak lelah?" tanya Delilah.


"Aku sudah menunggu ini. Tenang saja, kau akan hamil lagi setelah ini."


"Aku perlu berpikir untuk itu."


Nayaka tersenyum. "Dua anak lagi cukup."


Akhirnya, selesai juga acaranya. Sepasang pengantin baru ini, makan malam dahulu bersama keluarga, setelah itu barulah kembali ke kamar hotel.


Saking tidak sabarnya, Nayaka sudah lebih dulu mendorong Delilah ke tempat tidur. Gaun pengantin itu di lepas, lalu Nayaka langsung memasuki Delilah. Hanya dengan menggesek miliknya pada bagian terlarang sang istri, benda tegang itu leluasa masuk menghunjam.


Delilah bertopang dengan kedua siku tangannya. Tubuhnya berguncang karena Nayaka yang menghentak kuat.

__ADS_1


Rasanya sudah lama tidak merasakan kenikmatan ini. Nayaka tidak ingin berhenti. Ia ingin terus dan terus melakukan adegan penuh keringat ini.


Nayaka terengah-engah. Permainan pertama yang sebentar. "Akhirnya, bisa juga lepas. Kita mandi dulu, Sayang. Habis ini main lagi."


"Malam ini, aku milikmu, Sayang," ucap Delilah.


Seminggu di Indonesia, rombongan Delilah menuju Dubai. Tentu saja untuk mengadakan resepsi yang kedua. Baik keduanya tidak menunda lagi karena memang semua sudah disiapkan.


Resepsi yang benar-benar mewah. Kolega dekat semua diundang untuk memeriahkan pesta ini. Delilah punya keinginan jika Nayaka menyatakan cinta di Burj Khalifa dan ia mendapatkannya.


Lampu-lampu itu menampilkan gambar dari potret mereka berdua. Pernyataan cinta Nayaka untuk Delilah seorang, dan itu disaksikan oleh semua orang yang melihat bangunan tertinggi di dunia itu.


"Ini yang kau inginkan, bukan?" kata Nayaka.


"Aku?" Delilah menggeleng. "Bagiku ini hanya hiasan saja. Yang kuinginkan tentu saja dirimu."


Nayaka tersenyum mendengarnya. Lalu, ia meraih pinggang Delilah, kemudian mendaratkan satu kecupan di bibir.


"Aku mencintaimu."


"Aku tidak perlu menjawabnya, karena kau tahu pasti apa yang akan aku katakan." Delilah mengalungkan kedua lengannya di leher sang suami, lalu mereka kembali menyatukan bibir.


Letusan kembang api terlihat. Bermacam-macam warna. Delilah menutup bibir. Ini tidak ada di dalam daftar mereka. Oh, pasti Nayaka.


"Kau selalu penuh kejutan." Delilah memeluknya.


"Ini kulakukan demi dua anak lagi."

__ADS_1


"Dasar!" Delilah memukul pelan dada suaminya.


Tamat


__ADS_2