Lihat Aku, Delilah

Lihat Aku, Delilah
Bebas


__ADS_3

Rupanya tidak sampai di situ saja. Juno mempermalukan Delilah di media sosial miliknya. Video patah hati tersebar luas di dunia maya. Juno yang terluka mendapat dukungan dari pengikutnya, sedangkan Delilah yang dihujat harus rela menutup akun pribadi miliknya.


Tidak hanya sampai di situ saja. Komentar kebencian malah merambah di akun bisnis Delilah. Mereka berbondong-bondong mencari tahu seluk-beluk keluarga, dan entah dari mana informasi itu tersebar luas.


Untuk menghapus berita yang tersebar luas tidaklah mudah, terlebih Juno yang kembali mengunggah wajah lebamnya akibat pukulan dari Nayaka.


Wajah dari perebut tunangan orang lain juga tersebar termasuk potret Nayaka yang memakai seragam sekolah. Serta fitnah yang dituduhkan pada ayah dari Kyomi itu.


Delilah masih menahan diri untuk melakukan perlawanan. Biarkan orang-orang itu bicara semaunya. Ia tidak ingin membuat masalah lagi, dan sudah cukup untuk saat ini. Ia ingin berdamai dengan keadaan.


"Untuk apalagi kau datang?" tanya Juno.


"Aku minta akhiri ini, Juno. Aku minta maaf padamu," ucap Delilah.


"Kau kira semudah itu. Dengan permintaan maaf saja bisa membuatku luluh?"


"Apa yang kau inginkan? Aku bisa memberikannya untukmu. Tapi kumohon untuk melepas Nayaka. Kau telah menjebaknya. Kau licik, Juno! Jika bicara mengenai sisi negatif dirimu, maka aku bisa melakukannya. Kau ingin keluargamu hancur juga?" kata Delilah mengancam.


Juno tertawa. "Aku tidak peduli. Kau bukan Tuhan yang bisa melakukan segalanya, bahkan kakakmu Reyhan dan Kiano tidak bisa membuatku tunduk. Kita setara, Delilah. Kau belum tahu betul siapa keluargaku. Dalam sekejap, kekasihmu itu bisa aku habisi."


"Kau ingin bersamaku, kan? Kau ingin menikah denganku, kan? Aku setuju, kita menikah, tetapi bebaskan Nayaka."


Juno menggelengkan kepalanya, lalu tertawa. "Kau pikir aku ini pengemis? Sudah cukup aku memohon padamu. Aku bisa membebaskan Nayaka, tetapi ada syaratnya."


"Aku akan memenuhinya," ucap Delilah.


Juno berjalan mendekat, lalu berbisik, "Kau bisa mengunakan tubuhmu."


"Apa?"


"Bukan untuk diriku, tetapi untuk teman-temanku. Layani mereka, lalu aku akan membebaskan Nayaka."


"Kurang ajar!" Delilah melayang tangannya, tetapi sayang, Juno bisa menangkapnya. "Kau jangan keterlalulan! Kau sakit!"


"Hatiku ini lebih sakit! Kau wanita yang kucintai, tetapi mengkhianatiku. Kau murahan dan sekali murahan, kenapa tidak sekalian saja kau menjadi wanita penghibur!" ucap Juno.


"Juno!" bentak Delilah.


"Pergilah dari sini. Kita akan bertemu di pengadilan."


Delilah tertawa, lalu mengambil ponsel yang terselip di saku tas miliknya. Ia mematikan telepon genggam itu kemudian menunjukkannya pada Juno.


"Terima kasih, Sayang. Dengan rekaman ini aku bisa melaporkanmu. Kau telah melecehkanku secara verbal."

__ADS_1


Mata Juno melotot. "Kau!"


Juno melangkah untuk meraih ponsel Delilah, tetapi ia mendengar suara gedoran pintu yang keras. Terdengar juga teriakan di luar sana.


"Sial!" ucap Juno, lalu membuka pintu apartemen. "Kiano!"


"Delilah!" teriak Kiano yang datang bersama seorang penjaga apartemen.


"Kiano, aku di sini." Delilah berlari ke muka pintu kemudian memeluk keponakannya itu. "Syukurlah kau datang. Aku takut."


"Ada apa ini, Tuan?" ucap penjaga.


"Kau apakan Bibiku, Juno?" ucap Kiano.


"Aku tidak melakukan apa pun," kata Juno membela diri.


"Nona Delilah, ada apa ini?" penjaga masih bingung karena tiba-tiba ia diajak oleh Kiano ke lantai apartemen Juno, dan pria itu mengatakan kalau Delilah dalam bahaya.


"Kami sudah putus hubungan dan Juno tidak terima. Aku takut dia memukulku," kata Delilah.


"Aku tidak melakukan apa pun padamu." Juno kehilangan kata-kata.


"Sudah, Pak. Terima kasih atas bantuannya. Ini hanya salah paham," ucap Kiano.


"Iya, Pak." Kiano menggenggam tangan Delilah. "Ayo, Bibi. Kita pulang."


"Kiano, Kau!" murka Juno.


"Dia Bibiku, Juno. Delilah minta putus padamu, dan kenapa kau tidak bisa menerimanya. Kau malah ingin menghancurkan reputasi kedua keluarga. Sudah cukup kau menghina Delilah. Kami membiarkan itu karena Delilah memang pantas mendapatkannya. Tapi kau sudah sangat keterlaluan. Cepat urusi masalah ini jika kau tidak ingin video serta rekaman suaramu tersebar," tukas Kiano.


Delilah menunjukkan lagi satu buah ponsel. Rupanya telepon itu selalu tersambung bersama Kiano. Jika ia dalam bahaya, maka keponakannya itu dapat segera membantu.


"Kau licik, maka kami juga bisa mengunakan cara itu," ucap Delilah.


Juno mengepal geram akan balasan ini. Tidak heran, keduanya keturunan dari pria licik Alberto Pratama dan Bastian Handoko. Pria yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya.


"Sialan!" geram Juno.


Tidak butuh waktu lama, Nayaka langsung bebas setelah Juno mencabut tuntutannya. Tentu saja ada segala syarat dan tidak semudah itu untuk mengeluarkan pria yang telah masuk penjara. Berkat koneksi Juno yang luas, maka Nayaka bisa bebas dengan cepat.


"Syukurlah, Kakak akhirnya bebas," ucap Delilah, dengan memeluk sang kekasih.


"Kyomi mana?"

__ADS_1


"Ada, dia di rumah. Ayo, Kak, kita pulang ke apartemen."


"Aku harus pulang ke rumah sewa," kata Nayaka.


"Ke apartemen saja. Setelah itu kita ke rumah kak Reyhan. Keluargaku ingin bicara padamu. Kita akan segera dinikahkan."


"Nikah?" tanya Nayaka tidak percaya.


Delilah mengangguk. "Kita sudah memiliki anak dan harus menikah."


"Keluargamu setuju?"


"Tentu saja. Kakakku setuju kalau kita menikah. Ini demi Kyomi juga."


Nayaka tersenyum, lalu memeluk Delilah. "Kita akan segera menikah."


"Hei! Cepatlah masuk mobil," seru Kiano.


"Ayo, Kak, kita pulang. Biar sisanya di sini diurus oleh pengacara," ucap Delilah.


Nayaka mengiakan perkataan Delilah. Ia ikut bersama kekasihnya menuju mobil yang akan dikemudikan oleh Kiano. Meski kesal terhadap keduanya, Kiano tetap menyetujui hubungan bibi bersama sang pujaan hatinya. Bagaimanapun, ini demi Kyomi.


Kiano menurunkan keduanya di apartemen baru Delilah. Ia langsung pergi tanpa menyapa atau singgah lebih dulu. Nayaka menjadi tidak enak karena selama perjalanan tadi, Kiano hanya diam.


"Kiano tidak menyukaiku," kata Nayaka.


"Dia hanya kesal, Kak. Kiano dan Juno bersahabat. Kini hubungan itu kandas karena aku," ucap Delilah.


"Juno tidak menerimamu?"


"Maksudmu apa?" tanya Delilah.


"Memang lebih baik kau bersama Juno," kata Nayaka.


"Kakak, kau ingin aku bersama pria lain?"


"Kejadiannya tidak akan begini. Ini semua salahmu," ucap Nayaka.


Delilah menghela napas panjang. "Lantas, aku harus apa? Aku sudah meminta maaf padanya." Delilah menatap Nayaka. "Sudahlah, Kak. Bersihkan dirimu dulu, aku akan siapkan makan dan baju ganti."


Nayaka juga tidak bisa berkata apa pun. Ia menuruti ucapan Delilah untuk lekas membersihkan diri. Ada Kyomi yang saat ini menunggunya, dan ia juga merindukan buah hatinya itu.


Rupanya di apartemen itu, Delilah sudah menyiapkan pakaian Nayaka. Rencana setelah menikah nanti, Delilah ingin mereka pindah, dan Nayaka akan ia suruh bekerja di perusahaan bersama Andy.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2